JEMBER, Tugujatim.id – Transformasi sistem evaluasi pendidikan tengah bergulir melalui penyelenggaraan Tes Kompetensi Akademik yang menyasar aspek lebih dari sekadar pencapaian akademis. Program ini dirancang untuk membangun mental berintegritas pada generasi pelajar Indonesia.
Tenaga Ahli Manajemen Talenta Kemendikdasmen Dr Mariman Darto menegaskan, sistem penilaian terkini bertujuan mengukur hasil pembelajaran secara adil sembari memetakan standar pendidikan nasional.
Baca Juga: Kemendikdasmen Apresiasi TKA di Jember, Integritas Ujian Jadi Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan
“Esensi dari evaluasi ini melampaui perolehan skor. Kami menanamkan nilai kejujuran dan sikap bertanggung jawab kepada pelajar sejak masa sekolah,” terangnya saat mengawasi jalannya ujian di SMAN 2 Jember, Selasa (04/11/2025).
Aturan tegas melarang penggunaan perangkat elektronik dan gadget komunikasi dalam ruangan tes merupakan strategi nyata membudayakan kejujuran. Menurut pengamatannya, pemahaman pelajar akan pentingnya integritas kini berkembang secara organik.
“Beberapa siswa mengungkapkan keyakinan bahwa mencontek tidak mendatangkan berkah. Kesadaran ini bukan lahir dari ketakutan pengawasan, melainkan pemahaman bahwa pencapaian autentik berasal dari kerja keras pribadi,” paparnya.
Evaluasi Ukur Prestasi Siswa yang Transparan
Perubahan mindset ini merupakan hasil dari implementasi berkelanjutan berbagai program pemerintah, termasuk inisiatif “Pagi Ceria” dan kampanye Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang fokus pada pembentukan karakter generasi muda.
“Aktivitas pagi ceria bukan sekadar rutinitas formalitas, namun bagian integral dari strategi membangun karakter. Pengulangan konsisten akan menciptakan kebiasaan yang kemudian membentuk kepribadian,” ungkap Mariman.
Menurut dia, implementasi ujian di wilayah Jember menggambarkan keseimbangan ideal antara penguasaan materi pelajaran dan pengembangan nilai-nilai moral siswa. Melalui sistem pengawasan ketat dan pembiasaan positif, peserta ujian tidak hanya diuji kapasitas intelektualnya, tetapi juga kekuatan mental dalam menghadapi ujian secara jujur.
Perlu dicatat, program evaluasi ini menjadi instrumen pemerintah dalam mengukur prestasi akademik siswa secara transparan dan memetakan kualitas pendidikan di tingkat nasional.
Selain berfungsi memvalidasi nilai rapor untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri jalur prestasi, hasil tes memberikan gambaran kepada siswa tentang kemampuan dan area yang perlu ditingkatkan. Evaluasi ini diharapkan menjadi cerminan akurat pencapaian pembelajaran sekaligus penguatan karakter peserta didik.
“Ketika pelajar terbiasa menerapkan kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam hal sederhana seperti ujian, mereka akan memiliki kesiapan mental menghadapi tantangan kompleks di kemudian hari,” tutup Mariman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








