KOTA BATU, Tugujatim.id – Hunting Akbar Macro Nusantara 2025 (HAMN 2025) digelar di Coban Talun, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu, (14/12/2025). Tema tahun ini ‘Integrity’ yang berarti para pecinta fotografi tegak lurus bersama memajukan dunia fotografi macro Indonesia di kancah dunia Internasional.
Para peserta merupakan pecinta fotografi dari berbagai komunitas fotografi hingga masyarakat umum. Komunitas yang bergabung di anataranya Komunitas Batu Local Guide, Komunitas Malang Regency Local Guide, Komunitas Malang Female Motret, Komunitas Malang Photo Club, Komunitas Syukur Jepret, Komunitas Minifigure Malang, serta Komunitas Baca Kanjuruhan.
Acara ini diselenggarakan setiap Desember secara serentak di seluruh Indonesia dan tahun ini sudah penyelengaraan kali kedua belas. Sekitar 34 Kota berpartisipasi termasuk di antaranya Malang, Pasuruan, Mojokerto, Jember dan lain-lain.
BACA JUGA: Situs Balekambang Malang Diusulkan Warga Jadi Cagar Budaya
“Tahun ini sudah memasuki 12 kali dalam arti sudah 12 tahun ini dilaksanakan,” tegas Monica Anantyowati, Ketua Pelaksana HAMN 2025 Kota Malang, Minggu (14/12/2025).
Fotografi Macro Objek Serangga dan Human Interest dengan Objek Kearifan Lokal
Coban Talun dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena lokasinya memiliki banyak serangga dan bisa digunakan untuk konsep foto human interest. Serangga tersebut akan menetas atau bermetamorfosis saat musim hujan, karena alasan itu juga HAMN digelar di bulan Desember.
“Tetapi pada hunting kali ini kita juga ingin mengangkat budaya dengan menyajikan konsep foto budaya Reog dan Bujang Ganong sebagai warisan budaya Jawa Timur, serta ingin mengangkat potensi keindahan Coban Talun sebagai tempat pariwisata di Kota Batu,” jelas Monica.
BACA JUGA: Viral Cerita Rosita Istiawan Bangun Hutan Organik Megamendung di Tengah Krisis Ekologi
Sehingga HAMN 2025 memang mengangkat potensi dan kearifan budaya lokal dalam setiap produk fotografinya. Para fotografer juga masih diperkenankan membawa action figure ke lokasi untuk menjadi objek dan mendukung fotografi macro mereka.

Tetapi ditegaskan oleh Monica, bahwa tujuan kegiatan ini bukan hanya sekadar mendapatkan foto bagus, tetapi juga mempererat tali silaturahmi.
“Selain mendapat foto bagus untuk bisa diikutkan dalam Lomba Foto Nasional, juga sebagai ajang menjalin tali silahturami di antara semua komunitas di Jawa Timur, khususnya yang ada di Kota Malang,” kata Monica yang dikenal sebagai fotografer profesional ini.
BACA JUGA: Masjid Baitissalam di Probolinggo, Masjid yang Hadir dan Membela Masyarakat Tak Mampu
Monica yang dikenal sebagai fotografer profesional berharap kegiatan ini juga dapat menjadi fasilitas yang tepat untuk melestarikan alam. Sehingga semakin banyak lahir pecinta dunia serangga yang berdampak melestarikan alam sekitar.

Perkuat Sinergi Fotografi Macro, Kebudayaan Lokal dan Pelestarian Alam
Fotografi macro tidak hanya menjadi media visual, tetapi juga sarana mengenalkan kekayaan alam serta kearifan budaya lokal Jawa Timur kepada masyarakat umum. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran komunitas fotografi dalam menjaga harmoni antara kreativitas, budaya, dan lingkungan.
Dengan semangat integritas yang diusung, HAMN 2025 diharapkan terus berlanjut sebagai agenda tahunan yang inspiratif, memperluas jejaring komunitas, serta membawa fotografi makro Indonesia semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Nur Laila Khoriroh/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








