• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Nakes Jember.

1.200 nakes Jember kumpul di GOR PKPSO yang diterjunkan di Program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak untuk menekan stunting AKI dan AKB, Senin (26/01/2026). (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Gus Fawait Terjunkan 1.200 Nakes Jember hingga Aparat Tangani Stunting AKI dan AKB

Dwi Linda by Dwi Linda
4 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait mendeklarasikan upaya penanganan darurat stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang dalam 10 tahun terakhir menempatkan Jember sebagai daerah dengan angka tertinggi di Jawa Timur. Karena itu, Gus Fawait, sapaan akrabnya, menerjunkan nakes Jember dan aparat untuk menanganinya.

Gus Fawait menyebut kondisi stunting, AKI, dan AKB di Jember sebagai krisis yang mengancam generasi penerus bangsa.

You might also like

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

04/06/2026 8:23 AM
BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM

“Dari tahun ke tahun angka stunting tidak pernah bergerak, kalau tidak nomor satu ya nomor dua. Saya anggap ini semacam bencana,” tegas Fawait usai launching Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan dalam rangka Program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak di Gor PKPSO Kaliwates, Senin (26/01/2026).

Baca Juga: Nakes RSUD dr Koesma Tuban Dimutasi ke Puskesmas, Dinkes Tuban:  Layanan Tetap Optimal

Untuk kali pertama dalam sejarah Kabupaten Jember, penanganan stunting akan dilakukan secara terintegrasi di bawah satu komando satgas. Gus Fawait mengkritik pola penanganan selama ini yang berjalan sendiri-sendiri antara puskesmas, camat, rumah sakit, dan dinas kesehatan.

“Hari ini kita jadikan satu. Para nakes, penyuluh KB, kepala puskesmas, camat, bahkan pengawas sekolah dan kepala sekolah akan terlibat bahu-membahu dalam satgas pencegahan stunting, AKI, dan AKB ini,” ujarnya.

Satgas ini nantinya juga akan melibatkan TNI dan Polri untuk memastikan gerakan berjalan efektif di seluruh elemen masyarakat.

Dengan penanganan terintegrasi, anggaran utuh, dan pelibatan semua pihak, Gus Fawait menargetkan penurunan drastis angka stunting, AKI, dan AKB pada 2026. Target jangka panjang yang lebih ambisius ditetapkan pada 2029-2030, di mana Jember harus menjadi salah satu kabupaten dengan angka stunting terendah di Jawa Timur.

Nakes di Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait melibatkan 1.200 nakes hingga aparat dalam satgas terpadu penanganan AKI dan AKB. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

“Saya yakin kalau dikerjakan bersama-sama, target kami stunting, AKI, AKB harus turun drastis di tahun 2026,” kata Gus Fawait penuh optimisme.

Kinerja satgas akan dievaluasi setiap tiga bulan. Penurunan angka stunting, AKI, dan AKB bahkan akan menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja nakes Jember, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan kepala puskesmas.

Evaluasi akan mengukur apakah kebijakan yang ditetapkan di level kabupaten sudah dijalankan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

“Nanti kita akan lihat kriteria-kriteria atau kebijakan yang sudah ditetapkan, apakah sudah dikerjakan di level kecamatan sampai ke desa,” jelasnya.

Integrasi dengan Program Home Care

Gus Fawait juga mengisyaratkan bahwa program penanganan stunting ini akan terintegrasi dengan layanan home care yang akan segera diluncurkan. Meski enggan memberikan detail lebih lanjut, dia menjanjikan akan ada kejutan dalam program pelayanan home care tersebut.

Berbeda dengan kabupaten lain yang mengurangi tambahan penghasilan pegawai (TPP), Jember mempertahankan TPP penuh. Bupati berharap hal ini akan mendorong pelaporan publik yang lebih baik, termasuk transparansi pengelolaan anggaran pencegahan stunting yang selama ini terpecah-pecah di berbagai instansi.

Baca Juga: Dari Rumah ke Rumah, Nakes Jember Dampingi Ibu Hamil Tekan AKI dan AKB

“Tidak boleh lagi terpecah-pecah seperti tahun-tahun dahulu. Akibatnya apa? Tidak bisa menurunkan stunting, seminar terus, pelatihan terus,” tandasnya.

Dengan strategi baru ini, Kabupaten Jember berharap dapat keluar dari stigma daerah dengan angka stunting tertinggi di Jawa Timur dan memberikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi penerusnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Angka Stunting di JemberBerita Kabupaten Jember hari iniBupati Jember Muhammad FawaitJemberKabupaten Jember hari iniNakes di JemberPenanganan kasus stunting di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Next Post
PPPK paruh waktu.

Pemkab Tuban Tegaskan Gaji PPPK Paruh Waktu Dibayar Februari, Ini Penjelasannya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID