• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
warga Kota Blitar.

Angka kemiskinan warga Kota Blitar pada 2025 tercatat sebesar 6,60 persen atau setara dengan 9.690 jiwa. (Foto: Moch. Luki Azhari/ Tugu Jatim)

Angka Menurun, 9.690 Warga Kota Blitar Masih Kategori Miskin

Dwi Linda by Dwi Linda
3 weeks ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BLITAR, Tugujatim.id – Sebanyak 9.690 warga Kota Blitar masih berada di garis kemiskinan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka kemiskinan berada pada level 6,6 persen.

Kendati secara statistik angka ini berada di bawah rata-rata Jawa Timur sebesar 9,5 persen dan nasional sebesar 8,47 persen, persoalan kualitas SDM masih menjadi persoalan serius.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Potensi Zakat ASN, Minta Penyaluran Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

Secara makro, pertumbuhan ekonomi warga Kota Blitar tahun 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,31 persen. Capaian ini menunjukkan tren kestabilan, meski mengalami sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berada di angka 5,33 persen.

Skema Penanganan Kemiskinan dan Alokasi Anggaran 2026

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Blitar Widodo Saptono Johannes memaparkan, jumlah penduduk miskin di Bumi Bung Karno sebenarnya mengalami tren penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tercatat pada 2021, persentase penduduk miskin yakni 7,89 persen, kemudian setahun berikutnya turun menjadi 7,37 persen. Selanjutnya pada 2023 dan 2024 masing-masing tercatat 7,30 persen dan 6,75 persen.

“Angka tersebut menunjukkan kemiskinan berkurang. Kalau trennya dari 2021 itu sebanyak 11.300-an jiwa, sekarang sudah melandai. Pada 2024 itu 9,86 ribu dan di 2025 sekitar 9.690 jiwa,” ujar Widodo beberapa waktu lalu.

Untuk menekan angka warga Kota Blitar miskin tersebut, pemkot menerapkan strategi berupa pengurangan beban pengeluaran sekaligus peningkatan pendapatan, serta penurunan kantong-kantong kemiskinan. Dukungan anggaran pun diproyeksikan melonjak tajam pada 2026 ini, mencapai Rp210 miliar. Alokasi anggaran naik signifikan dari 2025 yang sebesar Rp117 miliar.

Widodo menyebut, penambahan anggaran ini difokuskan untuk memperkuat jaring pengaman sosial melalui berbagai program intervensi mulai dari Rastrada, sekolah gratis, hingga pelatihan usaha.

“Tentunya langkah ini diambil untuk memperkuat jaring pengaman sosial agar dampak intervensi pemerintah lebih terasa bagi masyarakat rentan, membantu meringankan beban hidup agar bisa lebih berdaya,” ungkapnya.

Kendala Validasi Data dan Tantangan SDM

Namun, di balik upaya tersebut, tantangan sosiologis berupa ketergantungan sebagian masyarakat terhadap bantuan sosial serta kesenjangan kualitas SDM masih menjadi fokus perbaikan. Secara teknis, pemkot masih harus berjibaku melengkapi profil data kemiskinan lapangan yang mendetail sebagai bahan penyusunan kebijakan yang sesuai dengan karakteristik warga.

Baca Juga: Gus Ipul Kunjungan ke Tuban: Sosialisasi Datasen Kunci Bansos, Sekolah Rakyat Lawan Kemiskinan

Kendalanya, hingga saat ini Kota Blitar belum mendapatkan hak akses terhadap Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Padahal, data tersebut krusial untuk sinkronisasi kebijakan sebagaimana amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.

Akurasi data dan kemandirian masyarakat menjadi kunci agar angka kemiskinan tidak sekadar melandai secara statistik, namun juga secara kualitas hidup di tengah dinamika ekonomi daerah.

“Targetnya, kami berupaya terus kurangi dengan strategi pengurangan beban pengeluaran dan peningkatan pendapatan masyarakat,” pungkas Widodo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : Moch. Luki Azhari

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Angka kemiskinan di Kota BlitarBerita Kota Blitar hari iniBlitarKota Blitar hari iniWarga miskin di Kota Blitar
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Karnaval SCTV.

Karnaval SCTV Gratis di Jember Digelar 2 Hari, Ini Imbauan Pemkab untuk Warga

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID