• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
erupsi gunung semeru

Gunung Semeru yang masih memuntahkan lava pijar hingga Selasa (1/12/2020) petang. (Foto: BEN/Tugu Jatim)

Gunung Semeru Meletus saat Hujan Lebat, Warga Pikir Hanya Banjir Biasa

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Lumajang – Gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru, Jawa Timur meletus dan memuntahkan guguran awan panas dan lava pijar. Diketahui, aktivitas vulkanik tak biasa ini terjadi pada Selasa (1/12) dini hari.

Pantauan reporter di lokasi, ada satu dari dua desa menjadi wilayah terdampak aliran lava tepatnya di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Satunya, Desa Oro-Oro ombo di lokasi yang sama juga ikut terdampak.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Baca Juga: Ruang Isolasi COVID-19 di Sejumlah Rumah Sakit Surabaya Mulai Penuh

Total ada sekitar 600 warga di desa dari 4 dusun ini diungsikan di Balai Desa Supit Urang yang terletak di zona aman, dini hari tadi. Mereka terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah dan harta benda demi keselamatan jiwa masing-masing.

Ketua RT 12, Dusun Sumbersari, Zaenal Abidin, bahwa dirinya sudah mulai melihat tanda tak biasa dari Gunung Meru ini. Sejak Jumat (27/11), dirinya sudah melihat ada lava pijar di puncak dan bahkan juga di lereng gunung.

Hingga kemudian pada Selasa (1/12), terdengar suara letusan dan gemuruh sungai serupa banjir besar. “Awalnya kami kira banjir biasa, kan hujan lebat. Tapi kok hujan abu, gelap banget. Akhirnya diputuskan untuk mengungsi daripada ada apa-apa,” terangnya.

Saat mengungsi, lanjut Zaenal, warga juga kesulitan karena kondisi hujan air disertai debu cukup pekat dan getaran gempa kecil stabil hingga pukul 03.00 WIB. Beruntung, semua warga berhasil dikondisikan untuk mengungsi.

”Tak lama, kami pantai, sungai di sisi barat dusun sudah dialiri lahar panas. Bahkan, sampai pagi jam 08.00 WIB itu masih gelap. Matahari cuman keliatan kecil,” katanya.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Kini Status Level II Waspada

Penuturan senada dikatakan warga, Mistar (40), bahkan dirinya sudah mulai curiga ada aktivitas vulkanik yang tak biasa. Sekitar pukul 03.00 WIB, dia mendapati hujan abu dan melihat kilat petir di puncak Mahameru. Kontan, dia pun membangunkan warga sekitar.

”Lalu, dengar letusan kayak petir. Akhirnya semua warga dibangunkan, kumpul di Masjid Dusun dan siap mengungsi. Karena gak biasa. Waktu itu juga hujan deras banget, campur debu (abu),” kisahnya di posko pengungsian, Selasa (1/12).

Dia menuturkan, saat itu terjadi kepanikan karena memang tak biasa. Apalagi, gunung meletus ini terakhir terjadi pada 1994 silam. “Getaran lindu (gempa) kemarin agak keras dan dekat juga. Apalagi yang ibu-ibu dan anak-anak ini panik, nangis teriak semua,” tuturnya.

Demi keselamatan keluarga, Mistar mau mengungsi dan meninggalkan rumah dan hewan ternaknya. Beruntung, tidak terjadi kejadian tak diinginkan. “Alhamdulilah tadi pagi saya cek rumah gak papa, hewan saya juga sehat. Tapi sekeluarga tetap jaga di pos pengungsian daripada terjadi apa-apa,” ujarnya pasrah.

Baca Juga: Tanggul Proyek Jembatan Kedungkandang di Malang Ambrol, Padahal Baru Selesai Dibangun

Hingga berita ini ditulis, warga Desa Supiturang masih direkomendasikan untuk berjaga di posko pengungsian. Meski begitu, sejumlah warga mash kembali ke rumah untuk memantau rumah dan harta bendanya.

”Sebenarnya sudah boleh pulang, buat jaga-jaga saja. Buat ibu-ibu dan anak-anak terutama yang lansia kami tinggal di posko pengungsian. Jaga-jaga jika ada letusan susulan. Semoga saja tidak terjadi,” ungkap M Eko Santoso, Koordinator Tagana Lumajang di Balai Desa Supit Urang. (azm/ben/gg)

Tags: erupsierupsi gunung berapiGunung SemeruGunung Semeru meletusLumajangMalangsemeru
Redaksi

Redaksi

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Kondisi pengungsian akibat erupsi Gunung Semeru. (Foto: BEN/Tugu Jatim)

Dua Desa di Lumajang Bertahan di Pengungsian Pasca-Erupsi Gunung Semeru

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID