Apresiasi kepada Pangkoarmada III Laksda TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han)

  • Bagikan
Ventje Suardana (kanan) bersama teman akrabnya Dr Aqua Dwipayana. (Foto: Dokumen)
Ventje Suardana (kanan) bersama teman akrabnya Dr Aqua Dwipayana. (Foto: Dokumen)

Oleh Ventje Suardana

Tugujatim.id – Membaca tulisan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Bapak Laksamana Muda (Laksda) TNI Dadi Hartanto M.Tr. (Han) yang berjudul  “Menitikkan Air Mata Baca Buku “Humanisme Silaturahim Menembus Batas” yang dimuat di tugumalang.id pada Jumat malam (28/5/2021) saya sangat tertegun. Apalagi penulisnya bukan orang sembarangan. Beliau adalah tokoh militer yang memiliki jabatan strategis di TNI Angkatan Laut.

Pada Jumat malam tersebut saya ingin spontan mengontak Pak Aqua. Menyampaikan apresiasi kepada Bapak Dadi atas tulisan itu. Namun rencana tersebut saya batalkan karena sudah larut malam. Khawatir mengganggu Pak Aqua yang sedang istirahat.

Saya tertarik membaca tulisan itu dan mengapresiasinya, karena beberapa hal. Pertama, penulisnya seorang perwira tinggi TNI. Di tengah jadwalnya yang sangat padat terutama mengurusi wilayah Papua, Pak Dadi masih menyempatkan untuk menulis.

Ini adalah hal yang luar biasa. Apalagi menulisnya saat di pesawat dan ketika transit sebentar di Bandara Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan.

Kalau beliau mau selama sekitar hampir tiga jam di pesawat dalam penerbangan dari Jayapura ke Makassar dan transit sebentar, bisa dipakai buat istirahat. Namun ternyata Pak Dadi memanfaatkan waktunya dengan membaca buku dan menulis. Sungguh keteladanan yang luar biasa dari seorang Laksamana yang selama ini jadi panutan banyak orang.

Kedua, tulisan panjangnya menyentuh sekali. Pak Dadi membuat tulisan panjang yang sangat menyentuh. Saya yakin banyak orang memiliki perasaan yang sama dengan saya ketika membaca tulisan itu.

Jika tidak ada kemauan untuk menulis dan mengalokasikan waktu khusus buat kegiatan itu, tentulah tulisan Pak Dadi yang sangat menyentuh para pembaca termasuk saya, tidak akan terwujud. Dari isinya terasa sekali beliau sangat niat menulisnya dan menggunakan hati. Itu dapat dilihat dari pilihan-pilihan kata-kata dan kalimatnya.

Ketiga, isi tulisan mencerminkan isi hati penulisnya. Dari tulisan yang dituliskan Pak Dadi, menunjukkan isi hati beliau. Meski sekarang menyandang pangkat bintang dua di TNI AL, namun Pak Dadi menunjukkan sosok seorang Laksamana yang sangat rendah hati. Selalu mengedepankan nuraninya.

Juga itu terlihat dari wajah Pak Dadi yang “sejuk”. Senyumnya membuat siapapun yang berkomunikasi dengan beliau merasa senang dan nyaman. Saya yakin Pak Aqua yang baru kenal Pak Dadi merasakan semua itu.

Saya menebak seperti itu saat melihat foto Pak Dadi di tugumalang.id. Juga dari membaca tulisan Pak Aqua dan menyimak cerita pertemuannya pertama kali dengan Pak Dadi di Papua, saat kami komunikasi lewat telepon pada Sabtu pagi (29/5/2021).

Mengalir Seperti Air

Ventje Suardana saat merayakan ulang tahun dengan sang cucu. (Foto: Dokumen)
Ventje Suardana saat merayakan ulang tahun dengan sang cucu. (Foto: Dokumen)

Saat Pak Dadi di pesawat dalam penerbangan dari Jayapura ke Makassar untuk kemudian melanjutkan ke Surabaya, beliau membaca salah satu buku super best seller karya Pak Aqua yang berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan). Buku itu bercerita tentang persaudaraan saya dengan Pak Aqua.

Ketika membaca buku itu, bapak tiga anak, dua putri dan satu putra tersebut, sempat menitikkan air mata. Itu menunjukkan bahwa beliau menghayati sekali isi buku tersebut hingga membawa perasaannya dan merasakan langsung pada dirinya. Kutipan tulisan Pak Dadi mengenai itu ada di bawah ini.

“…Selama perjalanan Jayapura-Makassar, di pesawat saya membaca buku pemberian Pak Aqua yang berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” yang merupakan karya bapak.”

“Saat membaca buku tersebut saya sempat menitikkan air mata. Teringat kepada kedua orangtua saya yang sudah meninggal. Beliau adalah almarhum Bapak Iskandar dan almarhumah Ibu Siti Muljati.”

“Air mata saya keluar saat membaca bagian tulisan yang menceritakan Pak Rudy Suardana, Bapaknya Pak Ventje yang sangat berbahagia saat dikunjungi Pak Aqua di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura. Demikian juga Pak Ventje yang juga terkejut dengan kejutan dari Pak Aqua yang datang membesuk Pak Rudy tanpa lebih dulu memberitahukan ke beliau…”

Begitu pekanya perasaan Pak Dadi. Ketika membaca hal di atas tentang kejutan dari Pak Aqua kepada saya dan Papi saya, Bapak Rudy Suardana yang sudah lebih dari 1,5 tahun terbaring sakit di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura, beliau bisa membayangkan suasana kami yang waktu itu sangat bahagia karena tiba-tiba saja di depan pintu kamar sudah ada Pak Aqua. Beliau datang tanpa memberitahu lebih dulu.

Selama sekitar lima tahun bersaudara dengan Pak Aqua, beliau sering sekali membuat kejutan-kejutan yang menyenangkan dan mengesankan. Idenya untuk melakukan itu tidak pernah habis. Selalu ada saja dan terus mengalir seperti air. Jadi sesuai dengan namanya.

Terakhir pada bulan Ramadhan lalu. Tepatnya Senin pagi (10/5/2021). Saat saya sedang santai di rumah di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tiba-tiba Pak Aqua telepon. Menginfokan bahwa beliau sudah di depan rumah saya.

Mendengar itu tentu saja saya kaget dan nyaris tidak percaya. Apalagi sebelumnya Pak Aqua tidak pernah ke rumah dan saya belum pernah memberikan alamat rumah ke beliau.

Begitu pintu depan saya buka, saya melihat Pak Aqua sudah di pintu gerbang dengan senyum khasnya. Membawa sekardus oleh-oleh bolu talas Bogor, seperti kebiasaan yang sering dilakukannya saat silaturahim.

Langsung Akrab

Suatu kehormatan buat saya didatangi Pak Aqua. Apalagi jadwal beliau keliling Indonesia lumayan padat. Namun waktu itu saya tidak bisa menyajikan apa-apa karena Pak Aqua sedang puasa.

Keempat, pertama kali ketemu langsung akrab. Di tulisan Pak Aqua sebelumnya yang berjudul “Bersyukur Selamat Tiba di Bogor, Terakhir Ketemu Banyak Pejabat Militer di Papua”, saya membaca bahwa Pak Aqua baru pertama kali ketemu Pak Dadi di Sentani Jayapura pada Kamis pagi (27/5/2021). Dalam pertemuan singkat yang “kebetulan” itu, komunikasinya langsung akrab. Kutipan tulisan mengenai hal tersebut di bawah ini.

“…Tadi pagi saat sarapan di Hotel & Resort Suni Garden Lake Sentani, saya banyak ketemu pejabat militer. Mereka mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Hadi dan Sigit melakukan kunjungan kerja di Papua selama dua hari, Rabu-Kamis (26-27/5/2021) ini.”

“Para pejabat militer yang ketemu saya di antaranya adalah Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Agus Rohman, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Laksda TNI Dadi Hartanto, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) X Jayapura hari Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, dan Komandan Lanud (Danlanud) Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi.”

“Sedangkan sama Dadi yang rendah hati, saya baru pertama kali ketemu. Kepada laki-laki kelahiran Jember, Jawa Timur itu saya berikan buku trilogi The Power of Silaturahim. Dadi senang sekali menerima semua buku itu.”

“”Pas banget ini Pak Aqua. Saya baru berencana minggu depan mau beli beberapa buku. Eh, sekarang dapat banyak buku dari Pak Aqua. Insya ALLAH semua bukunya saya baca. Terima kasih atas buku-bukunya,” ujar Dadi yang mengatakan sudah lama mendengar nama saya. Namun ketemunya baru hari ini.”

“Kemudian Yeheskiel mengatakan kepada Dadi, “Pak Aqua ini dulu dosen saya di Sesko TNI. Kemarin pagi (Rabu-pen) beliau ke rumah saya. Tapi kami tidak ketemu. Lewat ajudan, Pak Aqua menitipkan banyak buku ke saya…”

Sehari kemudian, tidak sampai 24 jam, tepatnya Jumat sore (28/5/2021) saat transit sebentar di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Papua, dalam perjalanan dari Jayapura menuju Surabaya, Pak Dadi membuat tulisan panjang yang sangat menyentuh. Kemudian mengirimkannya ke Pak Aqua. Terus tulisan itu dimuat di tugumalang.id.

Bukan Makelar

Semua yang ditulis Pak Dadi tentang Pak Aqua tepat sekali dan sangat benar. Bapak dari Alira Vania Putra Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana itu sering membantu siapapun termasuk yang belum dikenalnya tanpa pamrih. Saya sudah sering merasakan itu. Sejak pertama kali  ketemu di Hotel Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport pada Rabu malam (20/2016) lalu pukul 22.00 WITA hingga sekarang ini. Komandan Pangkalan TNI AU Ngurah Rai, Kolonel Pnb Danet Hardiyanto yang mengenalkan kami. Sekarang Pak Danet jadi Danlanut Hasanuddin Makassar dengan pangkat bintang satu.

Ketika pertama kali ketemu Pak Aqua, saya sempat kaget dengan pernyataannya yang siap membantu saya. Namun beliau tidak mau diberi apa-apa. Waktu itu Pak Aqua menegaskan, “Saya bukan makelar, sehingga kalau membantu Pak Ventje, jangan diberi apa-apa.”

Sampai sekarang Pak Aqua konsisten dengan ucapannya itu. Setahu saya sikapnya tersebut bukan hanya kepada saya, tetapi juga ke semua orang yang dibantunya.

Jiwa sosial Pak Aqua memang dahsyat sekali. Itu seperti yang ditulis Pak Dadi. Pak Aqua sudah tidak memikirkan dirinya dan kepentingan pribadinya. Beliau sejak lama konsisten membantu sesama tanpa pamrih termasuk memberikan bantuan kepada orang yang tidak dikenalnya.

Beliau yakin dengan membantu sebanyak-banyaknya orang tanpa pamrih, sama dengan menolong dirinya dan keluarganya. Selain itu tidak membuat Pak Aqua jadi miskin. Bahkan makin kaya terutama hatinya.

Saya sangat mendukung penuh kebiasaan Pak Aqua membantu sesama termasuk membiayai umrah ratusan orang. Sebagai wujud nyata bantuan itu adalah semua permohonan Pak Aqua buat kegiatan sosial saya penuhi tanpa melihat nominalnya. Juga saya selalu berpartisipasi setiap tahun buat kegiatan umrahnya.

Saya berkomitmen untuk terus membantu berbaga aktivitas sosial Pak Aqua. Saya yakin semuanya sangat bermanfaat untuk banyak orang terutama buat yang dibantu.

Semoga Pak Dadi sekeluarga selalu sehat dan bahagia serta sukses melaksanakan semua tugas mulia dari bangsa dan negara. Juga agar suatu saat saya bisa silaturahim kepada Pak Dadi dan banyak belajar pada beliau. Aamiin…

Terima kasih kepada Pak Aqua yang telah “mengenalkan” saya kepada Bapak Laksda TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han) lewat tulisan di Komunikasi Komunitas Jari Tangan dan tugumalang.id. Semoga persahabatan Pak Aqua dan Pak Dadi selalu terjalin dengan akrab dan meningkat menjadi persaudara seperti hubungan saya dan Pak Aqua. Aamiin…

 

Ventje Suardana. (Foto: Dokumen)
Ventje Suardana. (Foto: Dokumen)

Penulis merupakan Direktur Utama PT Duta Anggada Realty Jakarta

  • Bagikan