Banjir Lahan Dingin Gunung Semeru, 1 Truk Penambang Pasir Terseret Arus

  • Bagikan
Banjir lahar dingin Gunung Semeru, satu truk penambang pasir terseret lahar. (Foto: tangkapan layar)
Banjir lahar dingin Gunung Semeru, satu truk penambang pasir terseret lahar. (Foto: tangkapan layar)

LUMAJANG, Tugujatim.id – Intensitas curah hujan tinggi menyebabkan banjir lahar dingin di sekitar lereng Gunung Semeru. Akibatnya, satu dump truck milik salah seorang penambang pasir menjadi korban dan terseret hingga 50 meter lebih.

Beruntung, sang sopir truk berhasil menyelamatkan diri dari lahar dingin yang membawa material vulkanik dan bebatuan. Peristiwa tersebut terjadi di Curah Kobokan, Desa Supiturang, via Gladak Perak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Kabid Penanggulangan Bencana Dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sebelum kejadian selama masa tanggap darurat ini berlangsung, sejumlah titik sudah diberi papan peringatan dan rambu. Khususnya, bantaran aliran-aliran sungai yang teraliri oleh lahar dingin.

Baca Juga: 12 Aplikasi untuk Membuat Hidup Lebih Terorganisir

Papan peringatan tersebut berisi larangan untuk sementara waktu penambang pasir tidak boleh menambang karena berbahaya. Mengingat, banyaknya sisa material dari guguran awan panas yang masih ada di sekitar Curah Kobokan setiap hari. Ditambah, daerah Pronojiwo Candipuro seringkali turun hujan dengan intensitas sangat tinggi.

“Mungkin truk itu tidak membaca rambu-rambu atau bagaimana sehingga menambang ambil pasir, kemudian bersamaan dengan di atas hujan. Otomatis alirannya kesitu turun ke Gondeli tempat truk hanyut itu. Ya sudah, dia (sopir) terlambat meminggirkan truknya. Akhirnya truk tak bisa diselamatkan. Tapi alhamdulillah nihil korban, sopirnya selamat,” ujarnya, pada Minggu (13/12/2020).

Kemudian, lanjut dia, truk baru bisa dievakuasi menggunakan alat berat setelah hujan reda dan kondisi memungkinkan. Proses evakuasi tersebut menggunakan alat berat yang ada di pinggir sungai.

Baca Juga: 5 Skill Penting untuk Sambut Tahun 2021

Lebih jauh, belajar dari kejadian tersebut, Wawan mengimbau agar warga tetap waspada dan berhati-hati. Termasuk untuk tidak melakukan aktivitas penambangan pasir demi keselamatan bersama. Utamanya, sampai tanggap darurat berakhir pada Senin besok (14/12/2020).

“BPBD mengimbau pada masyarakat khususnya pada penambang pasir agar tetap waspada dan hati-hati karena posisi status Gunung Semeru masih fluktuatif. Kadang landai kadang meningkat tetap waspada terutama di aliran sungai. Tepatnya di bantaran sungai Bedali, Kobokan, dan Besuk Sat,” imbaunya. (fen/zya/gg)

  • Bagikan