• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Yunita Nur Hasanah pemilik Griya Rajut Fizata di Puri Dander Asri Bojonegoro yang telah menggeluti hobi merajut sejak kecil hingga hasilkan produk yang bisa dipasarkan. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Yunita Nur Hasanah pemilik Griya Rajut Fizata di Puri Dander Asri Bojonegoro yang telah menggeluti hobi merajut sejak kecil hingga hasilkan produk yang bisa dipasarkan. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Berawal dari Hobi Merajut, Perempuan Asal Bojonegoro Kini Raup Untung Jutaan Rupiah

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Bisnis, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Merajut merupakan salah satu aktivitas yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian cukup tinggi. Namun tak salah apabila seseorang memilih hobi merajut untuk mengasah keterampilannya. Seperti yang dilakukan ibu rumah tangga asal Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Ia bernama Yunita Nur Hasanah, hobi merajut sudah ada para dirinya sejak kecil. Hobi tersebut diperoleh karena mengikuti jejak ibunya yang juga memiliki hobi merajut.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM

“Jadi dari dulu ibu suka merajut, saya selalu ikut dan belajar,” ujarnya.

Hal tersebut membuatnya berinisiatif mendirikan usaha rajut yang diberi nama Griya Rajut Fizata di Puri Dander Asri Blok C No. 3. Sejak menekuni usahanya dari 2005 silam, Yunita telah menjajal berbagai jenis rajutan mulai dari yang sederhana hingga dengan model yang cukup rumit.

Kini ia mampu menghasilkan rajutan dengan bentuk seperti tas, sepatu, baju, satu set sarung bantal, taplak meja, topi, bros, masker dan macam bentuk lainnya.

“Rajutan-rajutan ini saya jual mulai dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta,” katanya.

Untuk harga tersebut, ia menyesuaikan kerumitan hasil rajutan dan bahannya. Karena setiap rajutan menggunakan bahan-bahan yang berbeda pastinya juga memiliki tingkat kesulitan yang berbeda pula.

Punya 5 Karyawan

Perempuan 46 tahun itu menuturkan bahwa hasil usaha rajutan nya telah dikenali banyak masyarakat dari dalam maupun luar kota. Ia telah memperkerjakan 3 hingga 5 karyawan untuk membantunya menyelesaikan hasil rajutan dari pesanan para pelanggannya.

Sementara itu, penjualan terbanyak yang berhasil ia perjual belikan ialah tas rajut, selain itu banyak pula pemesan satu set sarung bantal dan taplak meja.

Untuk memadarkan produknya, Yunita menjualkannya melalui beberapa marketplace. Selain itu ia juga menjualkannya secara offline, yaitu toko yang berada di rumahnya.

Dengan modal awal Rp 100 ribu, ibu dua anak tersebut telah berhasil meraup hasil 3 sampai 5 juta rupiah per bulan. kini ia telah berhasil mengenalkan brand miliknya hingga luar kota bahkan luar Jawa.

Namun usahanya tak selalu mulus, kendala yang ia hadapi biasanya saat banyaknya pesanan yang menumpuk, namun tenaga kerja yang kurang memadai. Ditambah lagi merajut bukanlah hal yang mudah. Apabila ingin menuai hasil yang indah, pastinya merajut membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Paling lama saya merajut itu kurang lebih satu bulan, untuk menghasilkan 1 karpet. Kadang juga bisa lebih dari itu. Alhamdulillah pelanggan saya bisa mengerti, jadi mereka setia menunggu sampai pesanan mereka jadi,” pungkasnya.

Tags: BojonegorohobiKabupaten BojonegoroUMKM
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Next Post
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait (jas cokelat) usai memberikan pendampingan kepada para korban dugaan pelecehan seksual oleh founder SMA SPI di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jatim beberapa waktu lalu. (Foto: DP3AP2KB Kota Batu)

Besok, Komnas PA Kunjungi Kota Batu Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual di SMA SPI

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID