Berkat Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, Pakar Komunikasi Dr Aqua Dapat Rezeki di TVRI NTB

Berkat Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, Pakar Komunikasi Dr Aqua Dapat Rezeki di TVRI NTB

  • Bagikan
Dr Aqua Dwipayana menjelang jadi narasumber di acara "Sudut Pandang" di TVRI NTB bersama pembawa acara Yusron Saudi.
Dr Aqua Dwipayana menjelang jadi narasumber di acara "Sudut Pandang" di TVRI NTB bersama pembawa acara Yusron Saudi. (Foto: Dokumen)

MATARAM, Tugujatim.id – Rajin silaturahim dengan ikhlas memberi banyak rezeki. Hal itu sesuai janji Tuhan kepada umatnya.

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana, telah sering sekali membuktikan hal tersebut. Salah satunya saat minggu lalu berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada Kamis pagi (6/1/2022) Dr Aqua berniat silaturahim dengan ikhlas ke Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Rico Rinaldy. Sekaligus ingin melihat kantor yang belum genap ditempati selama dua tahun.

Ternyata rezeki yang diperolehnya bertubi-tubi. Nilainya melebihi uang berapa pun juga. Tidak banyak orang yang mendapatkan hal serupa.

Selain akan diundang Rico untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi beberapa sesi di OJK NTB, juga hal serupa diperoleh Dr Aqua dari TVRI NTB.

Tidak tanggung-tanggung, Dr Aqua mendapat dua rezeki sekaligus dari Kepala TVRI NTB Sanny Damanik. Hal itu mendadak dan sama sekali tidak diduga-duga.

Kedua rezeki itu membuat Dr Aqua bersyukur dan sangat bahagia. Menurutnya hal itu tidak dapat digantikan oleh materi berapapun juga.

Saat melaksanakan kedua rezeki tersebut, Dr Aqua antusias sekali melaksanakannya. Itu sekaligus berbagi energi positif pada semua orang yang berada di sekitarnya.

Rezeki tersebut pertama adalah menjadi narasumber di acara “Sudut Pandang”. Kedua, memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan puluhan pegawai TVRI NTB.

“Makasih banyak Bu Sanny untuk semua amanah dan rezekinya. Akan saya optimalkan agar hasilnya maksimal,” ungkap Dr Aqua.

Mendadak Diundang

Pada Kamis siang (6/1/2022) Dr Aqua mendadak diundang ke kantor TVRI Nusa Tenggara Barat (NTB) Jalan Majapahit 15 Mataram. Undangan tersebut sama sekali tidak disangka-sangka.

“Selamat siang Pak Aqua. Izin saya Ibu Sany Damanik, Kepala TVRI NTB. Kapan Bapak balik ke Jakarta? Kalau bisa saya mau mengundang Pak Aqua ke studio kami untuk wawancara,” tulis Sanny lewat WhatsApp (WA).

Saat Sanny mengirimkan WA tersebut Dr Aqua sedang silaturahim ke Wakil Direktur Sumber Daya Manusia serta Pendidikan dan Latihan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB Suciati di kantornya. Mereka membicarakan rencana pemberian Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada sekitar 2.000 orang pegawainya yang sebagian besar tenaga kesehatan (nakes).

Sesaat setelah menerima pesan dari Sanny, Dr Aqua langsung telepon ke Sanny. Menanyakan detil tentang materi wawancara tersebut termasuk topik dan waktunya.

Dr Aqua Dwipayana saat diwawancarai di TVRI NTB. (Foto: Dokumen)

“Kami ada acara baru berupa podcast yang namanya “Sudut Pandang”. Disiarkan setiap hari Kamis pukul 16.00. Tayangan pertama hari ini dengan narasumber Sekretaris Daerah Provinsi NTB Bapak Lalu Gita Aryadi. Topiknya “Penyederhanaan Birokrasi, Kinerja Meningkat?” Durasinya sekitar satu jam,” jelas Sanny.

Ibu dua anak itu melanjutkan, wawancara dengan Dr Aqua direkam. Rencananya disiarkan pada Kamis sore mendatang (14/1/2022). Topiknya “Masyarakat Informasi yang Partisipatif”.

“Cuma mohon maaf Pak Aqua, kami tidak memberikan honor untuk wawancara tersebut. Kami tidak mempunyai anggaran buat narasumber yang diwawancarai di acara “Sudut Pandang” di TVRI NTB,” lanjut Sanny.

Dr Aqua agak kaget mendapat pernyataan dari Sanny tersebut. Meski sangat paham kondisi TVRI secara keseluruhan termasuk TVRI NTB. Spontan Dr Aqua menjawab:

“Saya tidak usah diberi honor. Bila perlu saya yang berbagi ke teman-teman di TVRI NTB. Alhamdulillah selama ini Tuhan telah memberi banyak rezeki kepada saya termasuk materi,” kata dia.

Doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu melanjutkan, sesama orang yang berasal dari Pematang Siantar, Sumatera Utara harus kompak. Tidak boleh ada hitung-hitungan. Apalagi sampai memberi honor.

Dr Aqua dan Sanny sama-sama pernah tinggal di Pematang Siantar. Meski usia mereka hampir sebaya namun sebelumnya tidak pernah ketemu.

Hikmahnya saat mereka komunikasi langsung nyambung dan akrab. Apalagi saat mereka cerita nostalgia tentang pengalaman selama tinggal di Pematang Siantar.

Dr Aqua lahir di Pematang Siantar tanggal 23 Januari 1970. Pada April 1988 Bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana meninggalkan kota yang penuh kenangan itu untuk melanjutkan kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Mengenalkan Dr Aqua

Rico yang berjasa mengenalkan Dr Aqua kepada Sanny. Pertemuan mereka terjadi pada Kamis pagi (6/1/2022) di kantor Rico Jalan Yos Sudarso nomor 4 Ampenan Kota Mataram.

Saat Dr Aqua sedang ngobrol santai sama Rico, Sanny dan timnya tiba. Mereka mau mengadakan liputan di kantor OJK termasuk mewawancarai Rico.

Kemudian Rico mengenalkan Dr Aqua kepada Sanny dan timnya.

“Ini kenalkan Bapak Dr Aqua Dwipayana. Beliau Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional. Sedang berada di NTB untuk silaturahim termasuk mendatangi saya,” kata dia.

Dr Aqua Dwipayana didampingi Sanny Damanik saat memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi. (Foto: Dokumen)

Setelah itu Rico mohon pamit. Bapak tiga putri itu menemani Dr Aqua melihat seluruh ruangan yang ada di kantor yang diresmikan pada Senin (9/11/2022) oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, dan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Selama meninjau kantor itu, Dr Aqua yang telah mendatangi kantor OJK di berbagai daerah baik yang masih menumpang di kantor Bank Indonesia (BI), sewa, maupun dibangun sendiri, menyampaikan kekagumannya.

Selesai keliling kantor OJK NTB, Dr Aqua pamit. Rico mengantarkannya hingga ke mobil. Setelah itu ke ruang rapat yang berada persis di sebelah ruangannya di lantai 3 untuk mengadakan pertemuan dengan Sanny dan tim.

Saat Rico tiba di ruang rapat itu, Sanny menanyakan keberadaan Dr Aqua. Mereka berencana mewawancarai motivator ulung itu terkait komunikasi.

“Pak Aqua sudah pamit. Beliau ada acara di tempat lain. Sekaligus melaksanakan silaturahim,” terang Rico.

Sanny mengatakan timnya akan mewawancarai Dr Aqua. Untuk itu dia minta nomor telepon pria yang hobi silaturahim itu kepada Rico.

Sambil memberikan nomor telepon Dr Aqua kepada Sanny, Rico mengatakan akan mengontak mantan wartawan di banyak media besar itu. Menginformasikan tentang Sanny dan rencana untuk mewawancarai Dr Aqua.

Saat Rico menelepon Dr Aqua, pria yang memiliki jejaring yang luas baik di dalam negeri maupun di mancanegara itu sedang rapat di RSUD Provinsi NTB. Sehingga tidak dapat menjawab telepon Rico.

Beberapa Kali Kontak

Sorenya, saat Dr Aqua sedang silaturahim ke Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti Mataram, NTB, Brigjen TNI Lalu Rudy Irham Srigede di kantornya, Sanny beberapa kali kontak lewat WA call. Karena sedang asyik ngobrol, Dr Aqua tidak meresponnya.

Kemudian Sanny kirim WA menanyakan posisi Dr Aqua saat itu. Sekaligus menginfokan bahwa sopir dari TVRI NTB yang bernama Diki sudah di lobi Hotel Santika Mataram untuk menjemput Dr Aqua. Kemudian diantarkan ke kantor TVRI NTB.

Seusai ketemu Lalu Rudy, Dr Aqua langsung telepon Sanny. Menginfokan posisinya dan mengatakan tidak perlu dijemput karena selama di NTB ada temannya yakni pengusaha sukses di provinsi itu, Rusydi Zakaria Thalib yang meminjamkan mobil dan sopir.

Poster acara Sharing Komunikasi Motivasi Dr Aqua Dwipayana bersama karyawan TVRI NTB. (Foto: Dokumen)

“Bu Sanny, saya baru selesai silaturahim ke Danrem 162/Wira Bhakti Mataram, NTB, Bapak Brigjen TNI Lalu Rudy Irham Srigede di kantornya. Selama di NTB saya ada mobil dan sopir, sehingga saya tidak perlu dijemput. Sekarang saya menuju kantor Ibu,” ujar Dr Aqua.

Sambil menuju kantor TVRI NTB, Dr Aqua singgah sebentar di Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram. Tujuannya menitipkan dua buku “super best seller” karyanya buat Dandim Letkol Arm Arif Rahman.

Kedua buku “super best seller” itu berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Tidak sampai setahun sebanyak 40 ribu eksemplar sudah terdistribusi. Saat ini sedang proses cetak ulang sebanyak 60 ribu eksemplar. Sebagian sudah ada pemesannya.

Karena Arif sedang silaturahim ke salah satu pondok pesantren sehingga kedua buku “super best seller” itu dititipkan di kantornya. Kemudian Dr Aqua telefon dia untuk menginformasikan hal tersebut.

“Mohon maaf Pak Aqua, saya sedang di luar. Silaturahim ke salah satu pondok pesantren. Terima kasih untuk buku-bukunya,” kata Arif.

Program Baru

Begitu tiba di kantor TVRI NTB, Sanny langsung menyambut Dr Aqua. Mereka ngobrol di ruang kerjanya. Sementara beberapa anggotanya menyiapkan acaranya.

“Acara “Sudut Pandang” ini adalah program baru yang merupakan kreasi TVRI NTB. Dimulai awal 2022 dan pelaksanaannya pada hari Kamis sore setiap minggu. Menampilkan tokoh-tokoh NTB dan nasional. Kegiatan ini banyak bersentuhan dengan netizen terutama yang berada di NTB,” terang Sanny.

Sambil ngobrol, mereka menonton acara Siaran Berita TVRI NTB. Gambar dan suaranya jelas sekali dan jernih.

Sanny menjelaskan mulai tanggal 17 Agustus 2021 sampai dengan 2 November 2022 mendatang siaran televisi di seluruh Indonesia secara bertahap akan bermigrasi dari analog ke digital.

Untuk Provinsi NTB ungkapnya, meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram dijadwalkan paling lambat tanggal 31 Maret 2022. Semua warga di seluruh daerah itu dapat melihat gambarnya yang terang dan jernih.

Dr Aqua Dwipayana (tengah) foto bersama kru TVRI NTB. (Foto: Dokumen)

“Setelah dilakukan migrasi, masyarakat yang tinggal di semua daerah itu dapat menikmati siaran televisi yang lebih bagus dan jernih. Dalam penyiaran televisi analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi sinyalnya tambah melemah. Penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang,” papar Sanny.
Kondisi itu bertolak belakang dengan  penyiaran televisi digital, yang terus menyampaikan gambar dan suara dengan jernih. Sampai pada titik di mana sinyal tidak dapat diterima lagi.

Menurut Sanny setelah tanggal yang ditetapkan pemerintah itu, masyarakat tidak bisa lagi menikmati siaran dengan TV Konvensional (analog). Siarannya hanya dapat dinikmati melalui televisi digital

Untuk bisa menikmati siaran televisi digital,  masyarakat tidak perlu mengganti Televisinya cukup menambahkan alat yang disebut Set Top Box (STB).” terangnya

Untuk diketahui televisi yang bisa menangkap siaran digital, terang Sanny, bukan televisi tabung. semua televisi tabung adalah televisi analog dan tak semua bentuk televisi layar datar seperti LCD/LED adalah televisi digital.

“Biasanya Televisi jenis ini sudah memiliki fitur pencarian siaran digital lewat fitur tuning yang menawarkan opsi mencari siaran televisi analog atau televisi digital. Masyarakat agar mengetahui hal ini dan segera menyiapkan perubahan ke digital,” pesan Sanny.

Setelah siap, Sanny mengajak Dr Aqua ke studio tempat wawancara. Sudah menunggu pembawa acaranya Yusron Saudi yang merupakan mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB.

Sebelum memulai wawancara acara “Sudut Pandang”, sambil menunggu pembacaan berita yang siaran langsung, Yusron menginfokan ke Dr Aqua susunan segmen satu hingga tiga.

“Pak Aqua, acara ini ada tiga bagian. Segmen pertama membaca komentar netizen terkait topik yang kita bahas. Saat ini ada empat orang yang mengirimkan pendapatnya. Segmen kedua dan ketiga adalah dialog,” ungkap Yusron.

Satu-persatu komentar dibacakan. Saat Yusron membacanya di layar, Dr Aqua menyimak. Penulis buku “super best seller” ini kemudian memberikan pendapatnya.

“Saya tidak sependapat dengan komentar salah seorang netizen yang mengatakan  aturan pemerintah tentang media sosial merugikan masyarakat. Justru harus diatur karena sebagian penduduk Indonesia belum dewasa dalam bermedia sosial. Akibatnya banyak pihak yang dirugikan termasuk pemerintah,” tegas Dr Aqua.

Penduduk Indonesia menurut penulis buku “super best seller” Trilogi The Power of Silaturahim ini justru harus berterima kasih kepada pemerintah yang membuat aturan bermedia sosial. Hal tersebut dapat mengeliminir masalah yang diperkirakan bakal muncul di tengah-tengah masyarakat.

“Sudah diatur saja melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 1 2008, masih banyak masalah yang timbul. Bagaimana jika tidak diatur oleh pemerintah? Bakal banyak lagi masalahnya,” tutur Dr Aqua.

Kemudian pria yang mendalami Ilmu Komunikasi secara komprehensif ini mengingatkan agar berhati-hati menggunakan media sosial. Sebaiknya saring sebelum membagikan informasi agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Banyak orang ujar Dr Aqua yang mengatakan agar membiasakan diri saring sebelum di-sharing. Itu peringatan kepada masyarakat agar lebih hati-hati menggunakan media sosial.

“Komunikasi itu kelihatannya sederhana. Apalagi semua orang setiap hari bisa dengan mudah berkomunikasi. Pada kenyataannya sangat vital. Jika tidak hati-hati melakukannya bisa fatal,” tegas Dr Aqua.

Semakin lama wawancara dengan Dr Aqua tambah asyik. Itu karena penulis buku “super best seller” berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” tersebut memiliki banyak pengetahuan, wawasan, ilmu, dan pengalaman di bidang komunikasi.

Wawancaranya mengalir sesuai alur yang ada. Yusron sebagai pembawa acara terus menggali banyak hal tentang komunikasi dari Dr Aqua. Tidak terasa waktunya hampir satu jam.

“Sangat asyik bicara sama Dr Aqua. Apalagi pengalamannya banyak sekali. Di samping itu selama puluhan tahun beliau mendalami komunikasi baik formal maupun informal,” kata Yusron.

Dua Alternatif

Seusai wawancara acara “Sudut Pandang” Dr Aqua tidak langsung meninggalkan kantor TVRI NTB. Sanny memintanya untuk dapat memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya.

Permintaan itu langsung dipenuhi Dr Aqua. Sebelumnya motivator ulung ini memberikan dua alternatif waktu kepada Sanny. Selesai wawancara atau Jumat pagi (7/1/2022) sebelum dirinya meninggalkan NTB menuju Surabaya.

Sanny langsung memutuskan pelaksanaan Sharing Komunikasi dan Motivasinya selesai wawancara. Pertimbangannya banyak pegawainya yang masih di kantor. Mereka bisa hadir untuk menyimak pemaparan Dr Aqua.

Saat tempat acaranya disiapkan di studio yang lain, Dr Aqua melanjutkan ngobrol sama Sanny di ruang kerjanya. Salah satu yang mereka bicarakan tentang aturan mengundang pembicara laris itu.

“Saat memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi, tolong Pak Aqua sampaikan kepada seluruh yang hadir tentang persyaratan mengundang Bapak. Sehingga mereka tahu dan merasa terhormat dengan kehadiran Pak Aqua di sini,” pesan Sanny.

Mengawali Sharing Komunikasi dan Motivasinya, Dr Aqua lebih dulu memperkenalkan dirinya. Kemudian mengucapkan terima kasih kepada Sanny.

“Sore hingga malam ini saya mendapatkan dua rezeki dari Bu Sanny. Semua itu tidak dapat digantikan dengan uang berapa pun juga. Rezeki pertama, diundang untuk wawancara acara “Sudut Pandang”. Sedangkan rezeki kedua, saat ini. Mendapat kesempatan untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi,” ungkap Dr Aqua.

Pria yang hobi membaca ini melanjutkan, tidak banyak orang yang seberuntung dirinya. Mendapat dua rezeki sekaligus. Mendadak lagi.

Begitu mendapat rezeki dari Sanny, katanya, berusaha melaksanakannya secara optimal agar pengundang tidak kecewa. Juga supaya hasilnya maksimal.

“Kalau Bu Sanny puas dengan semua yang saya sampaikan, beliau insya Allah akan mengundang saya lagi. Selain itu mempromosikan saya ke teman-teman beliau,” tutur Dr Aqua sambil melihat Sanny.

Memenuhi permintaan Sanny, Dr Aqua menyampaikan persyaratan jika mengundang dirinya untuk menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Sehingga seluruh yang hadir mengetahuinya.

“Sebagai pembicara profesional, ada beberapa persyaratan untuk mengundang saya memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Meski bisa memenuhinya namun banyak juga yang saya tolak secara halus karena hati saya tidak nyaman saat berkomunikasi dengan pihak pengundang,” ungkap Pembina Asosiasi Pengusaha Oleh-Oleh Jawa Tengah ini.

Persyaratan pertama, lanjut pria yang sudah memotivasi ratusan ribu orang ini, minimal bicaranya dua jam termasuk tanya-jawab. Jika kurang dari itu bakal ditolak karena dinilai tidak efektif dan kurang optimal.

Persyaratan kedua, honornya per jam Rp 30 juta nett. Sehingga untuk dua jam Rp 60 juta nett.

“Jadi nanti tinggal dihitung berapa jam saya menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di sini. Setelah itu masing-masing di akhir bulan gajinya dipotong,” ujar Dr Aqua yang disambut tepuk tangan meriah seluruh yang hadir.

Kemudian Dr Aqua buru-buru meluruskan bahwa yang disampaikannya barusan adalah bercanda. Khawatir ada yang menganggapnya serius sehingga buru-buru meninggalkan tempat acara karena gajinya tidak mau dipotong.

Persyaratan ketiga, pembayarannya H-2. Jadi sebelum acara dimulai, honornya sudah ditransfer ke rekening Dr Aqua. Jika persyaratan itu tidak dipenuhi maka acaranya dianggap batal.

Persyaratan keempat, jika acara Sharing Komunikasi dan Motivasinya di luar kota sehingga ke kota tempat acara butuh pakai pesawat, maka maskapai yang digunakan Garuda Indonesia baik pergi maupun pulangnya.

Persyaratan kelima, menginap di hotel bintang lima. Jika harus menginap maka kamarnya di hotel bintang lima.

“Syaratnya hanya itu. Silakan kalau ada yang mau mengundang saya sebagai narasumber. Awal tahun 2022 ini hingga beberapa bulan ke depan jadwal saya lumayan padat. Baik untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi maupun silaturahim,” terang pria yang rendah hati ini.

Dr Aqua mengajak semua yang hadir untuk makin meningkatkan rasa syukur karena selama pandemi Covid-19 dua tahun terakhir banyak mendapat rezeki dari Tuhan. Wujudnya beragam dan semuanya bermanfaat.

Sebagai implementasi dari rasa syukur itu, tambah mantan Humas di Semen Cibinong ini adalah meningkatkan kinerjanya. Selalu melakukan yang terbaik untuk TVRI NTB.

“Targetnya di antara semua televisi yang beroperasi di NTB, TVRI NTB dari semua aspek termasuk program dan penampilannya yang terbaik. Sehingga banyak yang masyarakat yang secara rutin menonton siarannya,” lanjut Dr Aqua.

Secara signifikan jika penontonnya banyak maka insya Allah iklan yang masuk meningkat. Para pemasang iklan pasti mempercayakan promosi produk-produknya pada televisi yang ditonton banyak orang.

Menurut pengamatan Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik itu potensi iklan di NTB buat TVRI NTB sangat besar. Dibutuhkan kepiawaian dalam berkomunikasi untuk dapat menarik simpati para pemasang iklan.

Selain itu untuk meraih iklan tidak harus diperoleh secara langsung dengan pihak yang diajak kerja sama. Namun mendapatkan dari mitranya.

Salah satu contohnya, papar Dr Aqua adalah kerja sama dengan Polda NTB untuk menyiarkan berbagai program institusi tersebut. Sebagai lembaga pemerintah, Polda NTB tidak punya anggaran buat membayar iklan.

Meski begitu, kerja sama tersebut bisa mendapatkan iklan. Caranya dengan menawarkan pemasangan iklan di TVRI NTB pada mitra-mitra Polda NTB yang antara lain dealer motor dan mobil.

“Kerja sama serupa bisa dilakukan pada berbagai instansi lainnya termasuk OJK NTB. Jadi prospek untuk mendapatkan iklan di provinsi ini besar sekali,” tegas Dr Aqua.

Untuk realisasinya tergantung pada keseriusan, ketekunan, dan kesungguhan seluruh pegawai TVRI NTB. Terutama yang bertugas di bagian Pemasaran.

Seusai menyampaikan materinya, kepada seluruh yang hadir, Dr Aqua mempersilakan untuk bertanya. Mereka dengan antusias menyampaikan berbagai pertanyaan.

Kepada penanya, sebagai apresiasi, Dr Aqua memberikan uang merah senilai seratus ribu rupiah. Pemberian itu membuat penerimanya kaget. Sedangkan yang lain bertepuk tangan.

Pemberian uang itu membuat seorang penanya lebih dulu mengklarifikasi sebelum mengajukan pertanyaan. “Saya bertanya bukan karena mau mendapatkan uang dari Pak Aqua.”

Spontan Dr Aqua merespon, “Tapi kalau saya beri uang tidak menolak kan. Jangan pernah menolak rezeki.”

Dr Aqua tidak hanya berbagi uang, tapi ada juga yang mendapatkan hadiah lain berupa bulan madu ke Yogyakarta. Pegawai yang beruntung adalah staf bagian Program, Raras Dian Pitaloka. Dia yang merias wajah Dr Aqua menjelang wawancara untuk program “Sudut Pandang”.

“Terima kasih banyak Pak Aqua atas hadiah bulan madunya. Jika mau menikah saya kabari ke Bapak,” ujar Raras yang berasal dari Purworejo, Jawa Tengah.

Di awal acara dalam sambutannya Sanny mengatakan para pegawai TVRI NTB sangat bersyukur dan beruntung sekali atas kehadiran Dr Aqua untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Untuk itu agar semua yang hadir menyimak seluruh paparannya

“Sebagai Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, jadwal Pak Aqua padat sekali. Tidak mudah mendatangkan beliau ke sini. Saat saya undang beliau mau datang. Jadi rezeki kita,” ujar Sanny.

Kepada Dr Aqua, Sanny menyampaikan terima kasih atas keikhlasannya berbagi ilmu, wawasan, pengetahuan, dan pengalaman di TVRI NTB. Banyak manfaat buat seluruh yang hadir terutama untuk meningkatkan kinerja mereka. (*)

  • Bagikan