Bersiap Menikmati Gangguan Internet selama di Papua - Tugujatim.id

Bersiap Menikmati Gangguan Internet selama di Papua

  • Bagikan

Tugujatim.id – “Selama Bapak di Papua akan susah mendapatkan sinyal untuk internet. Kondisi itu sejak awal Mei 2021. Ada kabel bawah laut yang putus sehingga berpengaruh pada koneksi internet. Jadi, Bapak siap-siap saja kesulitan berkomunikasi lewat media sosial,” ujar si bungsu Savero “Ero” Karamiveta Dwipayana Sabtu tadi pagi (22/05/2021).

Saat menyampaikan pesan itu, Ero sedang di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Persiapan ke Yogyakarta untuk melaksanakan tugasnya sebagai Staf Bidang Komunikasi Sosial Politik dan Masyarakat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Ero beberapa hari di Kota Pelajar itu. Kemudian melanjutkan tugasnya di Bali hingga akhir pekan minggu depan.

Ero sengaja menyampaikan info tersebut karena mahasiswa semester VIII Jurusan dan Fakultas Ilmu Komunikasi Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, itu tahu persis bahwa selama ini saya di mana pun berada sangat tergantung pada koneksi internet. Itu salah satu upaya menjaga silaturahim dengan banyak teman saya di berbagai belahan dunia.

Sebelumnya kabar serupa telah saya terima dari beberapa teman. Bahkan, ada kawan dari Papua yang khusus telepon saya untuk menginfokan hal tersebut.

Rencananya, Minggu besok malam (23/05/2021) saya akan ke Jayapura, Papua. Agenda utamanya adalah Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan puluhan peserta Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemasyarakat Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Wilayah Papua. Kakanwilnya Anthonius Mathius Ayorbaba yang mengundang saya.

Acara tersebut rencana semula dilaksananakan awal Mei 2021. Namun, karena beberapa pertimbangan sehingga ditunda jadi Senin sampai Rabu (24-26/05/2021).

Saat dihubungi Theo, panggilan akrab Anthonius Mathius Ayorbaba, akhir April 2021 untuk menyampaikan undangan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kemenkum HAM Wilayah Papua, saya menyatakan siap. Saya menilai kegiatan itu sangat penting sehingga harus dihadiri.

Begitu mendapat kabar bahwa koneksi internet di Papua sedang ada gangguan, saya langsung siap mental. Berusaha menikmati kondisi tersebut dan menyesuaikannya.

Mencari Solusi

Hal serupa pernah saya alami pada 2013 lalu di Laos. Salah satu negara ASEAN yang masih menganut paham Komunis. Sehingga semuanya dikontrol pemerintah.

Saya dua kali ke sana atas undangan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Laos Kolonel Chb Sunoto (sekarang pangkatnya Brigjen-pen). Begitu dapat info tentang kondisi di Laos yang tidak ada jaringan internet, sebelum ke Laos saya sudah siap mental.

Alhamdulillah selama di sana baik-baik saja. Saya bisa menikmati kondisi yang ada dan berhasil menyesuaikan diri.

Begitu mengetahui kondisi internet di Papua sedang ada gangguan, saya berusaha mencari solusi terkait itu. Masalahnya pada Senin pagi (24/05/2021) mendatang dari Bandara Dortheys Hiyo Eluay Sentani, Kabupaten Jayapura, saya sudah ada acara.

Menjadi pembicara Goes To Campus “Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi” yang dilaksanakan Tugu Media Group dan Paragon Technology Innovation, perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia. Pesertanya ratusan mahasiswa dari empat perguruan tinggi besar di Surabaya, Jawa Timur.

Kepada panitia acara itu, CEO Tugu Media Group Irham Thoriq, saya sudah menyampaikan perkembangan terakhir di Papua tentang jaringan internetnya yang ada gangguan. Meski begitu saya berusaha untuk bisa tampil maksimal, termasuk mengatasi masalah komunikasi agar tidak mengecewakan semua pesertanya.

Seperti dikutip dari KOMPAS.com, pada awal Mei 2021 ini, kabel laut Telkom Jayapura putus di titik 360 kilometer. Hal ini membuat layanan internet milik Telkom di Jayapura dan sekitarnya mengalami gangguan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate mengatakan, pemulihan jaringan internet di Papua berlangsung secara bertahap.

Melalui keterangan resminya kepada KompasTekno, Senin (17/05/2021), Johnny mengatakan, perbaikan ini baru akan selesai dan pulih sepenuhnya pada Juni mendatang.

“Kami terus berusaha bersama operator seluler dan operator fiber optik bawah laut untuk memulihkan transmisi data dari kawasan barat ke kawasan timur dengan pemanfaatan microwave link, radio link, dan berbagai sarana yang lain,” tutur Johnny.

Adapun kabel serat optik yang putus tersebut berada di kedalaman sekitar 4.000- 4.050 meter di dasar laut. Kabel tersebut menghubungkan jaringan internet Indonesia bagian barat dan Indonesia Timur di bagian utara Kota Jayapura.

“Karena itu, tidak mengherankan saya apabila memang di Mimika terjadi kendala yang berkaitan dengan transmisi data,” lanjut Johnny.

Silaturahim ke Banyak Teman

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permady mengungkapkan penyebab putusnya kabel internet bawah laut tersebut.

Dia mengatakan, pergeseran lapisan bumi di dasar laut adalah pemicu putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) milik PT Telkom Indonesia ini.

“Hal ini mengakibatkan seluruh layanan Telkom Group mengalami gangguan dengan total trafik sebesar 135 Gbps,” kata Dedy.

Dia mengatakan bahwa Kementerian Kominfo juga tengah berkoordinasi dengan PT Telkom Indonesia terkait upaya pemulihan jaringan internet tersebut.

“Saat ini, Telkom sudah memulihkan layanan telepon dasar (voice dan SMS) yang difasilitasi Palapa Ring Timur satelit, dan microwave radio dengan total kapasitas 969 Mbps,” pungkas Dedy.

Selama di Papua, selain Sharing Komunikasi dan Motivasi di Rakernis Pemasyarakatan Kemenkum HAM Wilayah Papua, saya juga sudah ada agenda silaturahim ke banyak teman. Mereka sudah saya kontak dan menyatakan siap menerima saya.

Kunjungan ke Papua kali ini adalah yang pertama kali saya lakukan selama pandemi Covid-19. Sebelumnya saya sudah sering ke provinsi paling Timur itu. Telah keliling daerah tingkat II melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di jajaran TNI dan Polri.

Semoga perjalanan pertama yang saya lakukan setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah ini lancar, sukses, berkah, dan memberi manfaat optimal pada banyak orang. Aamiin ya robbal aalamiin…(*)

  • Bagikan