COVID-19 di Inggris Melonjak Tajam, Ilmuwan Tuntut Lockdown Penuh

  • Bagikan
Gedung Parlemen Inggris. Ilustrasi Inggris ditekan ilmuwan untuk memberlakukan lockdown penuh. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Inggris ditekan ilmuwan untuk memberlakukan lockdown penuh. (Foto: Pixabay)

INGGRIS, Tugujatim.id – Badan kesehatan dan ilmuwan Inggris menegaskan harus ada upaya untuk mengurangi laju kasus COVID-19 di negaranya. Bukan tanpa alasan, sebab, virus corona terus mengalami lonjakan dan peningkatan tajam. Bahkan, rumah sakit kewalahan akan dampat tersebut.

Kelompok ilmuwan Sage Independen di Inggris mengatakan akan ada kemungkinan puluhan ribu kematian yang dapat dihindari jika seluruh negara diisolasi dengan segera.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Sebagai informasi, varian baru dari virus Covid-19 muncul di Inggris yang tingkat penularannya 56 % lebih mudah dari varian sebelumnya. Hal ini membuat situasi semakin buruk. Seruan pembatasan tingkat 4 di seluruh negeri juga dikatakan oleh penyedia NHS yang merupakan perwakilan anggota dalam rumah sakit NHS, layanan kesehatan mental, komunitas dan ambulans di Inggris.

Baca Juga: Wiji Thukul, Mengenang Sastrawan dan Aktivis yang Hilang pada Masa Orde Baru

Tujuan dari dilakukannya seruan ini agar diperluas lebih jauh agar COVID-19 dapat dikendalikan. COVID-19 di Inggris telah mencapai puncaknya tanggal 28 Desember pada gelombang pertama dengan jumlah 20.426 orang di rumah sakit Inggris. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kasus terbaru.

Tidak hanya itu, kasus COVID-19 di Inggris telah mencapai rekor tertinggi yaitu 53.135 kasus yang dilaporkan Selasa kemarin. Secara keseluruhan, rata-rata kasus di London adalah 807,6 per 100.000 penduduk. Angka ini naik dua kali lipat daripada di Inggris. Sementara itu di Thurrock, Essex memiliki lebih dari 1.300 kasus per 100.000 penduduk.

Dilansir dari The Guardian, seorang profesor riset operasional di University College London sekaligus anggota Sage Independen, Christina Pagel mengatakan, “Hal yang menakutkan adalah bahwa mereka akan terus menjadi lebih buruk. Tindakan yang diperlukan sekarang untuk menghindari runtuhnya NHS dalam beberapa minggu. Seserius itu.”

Kelompok Sage Independen menjelaskan, “Meningkatnya kasus yang sangat cepat di London, tenggara dan timur Inggris di bawah batasan yang sebelumnya membuat pertumbuhan jauh lebih lambat, menyoroti perlunya pemikiran ulang yang radikal tentang bagaimana kita menangani Covid-19 ke depan.”

Saffron Cordery, Wakil Kepala Eksekutif Penyedia NHS mengatakan tekanan pada NHS meningkat pada tingkat yang tidak berkelanjutan di beberapa bagian negara.

Baca Juga: Minthil, Sepeda Motor Unik Berbentuk Keong Karya Mekanik asal Malang

“Syukurlah. Kepercayaan di daerah lain telah membantu. Tetapi dengan virus yang menyebar dengan cepat bersamaan dengan meningkatnya tekanan musim dingin, pilihannya semakin menyempit.”

Salah satu langkah yang dilakukan oleh para menteri adalah memindahkan beberapa lokasi di daerah Midlands dan ke arah utara ke tingkat 4 untuk mengurangi peningkatan kasus virus COVID-19 di Inggris. Meskipun begitu, Cordery menambahkan bahwa aturan tersebut akan berdampak pada mata pencaharian, kesejahteraan, dan ekonomi masyarakat serta biaya yang membengkak.

Kelompok Sage Independen telah menegaskan untuk melakukan lockdown nasional dan penutupan sekolah setidaknya selama sebulan. Hal ini bersamaan dengan rencana yang lain yaitu meningkatkan program vaksinasi dan peringatan yang lebih keras bagi mereka yang ingin bepergian ke dan dari Inggris.

Sejak awal Desember, kasus Covid-19 di Inggris terus mengalami perkembangan yang pesat di daerah di bawah pembatasan tingkat 2 dan 3. Untuk pembatasan tingkat 4 diberlakukan peraturan yang lebih ketat. Kelompok Sage Independen juga mengatakan kasus di area tingkat 4 ini telah mengalami peningkatan sebesar empat kali semenjak diberlakukan lockdown.

Baca Juga: Pemanasan Global Lebih Berbahaya daripada Virus Corona

Dampak dari area tingkat 4 masih belum terlihat seluruhnya dikarenakan masa inkubasi virus yang berlangsung selama 14 hari dan penundaan tes serta hasil selama Natal. Namun, kelompok itu dapat memastikan tanda-tanda tersebut sangat lebih mengkhawatirkan. Mereka juga memperingatkan jika kasus di area ini tidak segera diatasi maka mereka tidak akan bisa berharap tier 4 cukup untuk menurunkan angka positif di Inggris.

Prof Susan Michie seorang anggota tim ilmu perilaku Covid-19 pemerintah yang bergabung dengan Sage, serta kelompok ahli Independen Sage mengatakan “Saya tidak dapat melihat pilihan lain untuk mengendalikan virus. Saya juga belum mendengar bukti langsung bahwa pemerintah memiliki rencana lain.”

Jumlah kematian pada tahun 2020 dapat dicapai dalam enam bulan pertama di tahun 2021 jika pemberian vaksin yang substansial dan peraturan yang lebih ketat. Selama lockdown berlangsung, penutupan sekolah di musim semi juga akan sangat berpengaruh. Pembatasan lainnya juga dilaksanakan seperti hanya sekali sehari untuk melakukan olahraga, bepergian keluar rumah untuk keperluan penting saja, penutupan toko dan tempat ibadah yang tidak begitu penting jika masih dapat dilakukan di rumah. (Nurul K/gg)

 

Referensi: The Guardian

  • Bagikan