Fenomena Impostor Syndrome: Si Perfeksionis - Tugujatim.id

Fenomena Impostor Syndrome: Si Perfeksionis

  • Bagikan
Ilustrasi Fenomena Impostor Syndrome: Si Perfeksionis. (Foto: cnet.com)
Ilustrasi Fenomena Impostor Syndrome: Si Perfeksionis. (Foto: cnet.com)

Tugujatim.id – Apakah kamu pernah merasa menjadi orang yang tidak dianggap oleh orang di sekitarmu? Merasa yang tertinggal dan memang tidak pantas untuk mendapatkan kebaikan apapun? Jika iya maka kamu sedang mengalami fenomena yang dinamakan impostor syndrome.

Eits, ini bukan sejenis impostor di permainan yang ramai dibicarakan semenjak masa WFH ini lho ya. Impostor syndrome pertama kali ditemukan pada tahun 1978 oleh psikolog Pauline Rose Clance and Suzanne Imes. Lantas apa sebenarnya impostor syndrome, apa pengaruh dan bagaimana mengatasinya? Simak dulu ulasan berikut.

Apa itu impostor syndrome?

Apa sih sebenarnya impostor syndrome ini? (Foto: waveapps.com)
Apa sih sebenarnya impostor syndrome ini? (Foto: waveapps.com)

Baca Juga: Mau Belanja Aman di Online Shop? Tips-tips Ini Wajib Anda Ketahui!

Impostor syndrome adalah suara-suara di dalam kepalamu yang terus mengatakan bahwa kamu tidak pantas berada di suatu posisi atau mendapatkan sesuatu. Suara yang akan mengarah pada keraguan pada kemampuanmu sendiri.

Hal buruk dari fenomena ini adalah kamu tidak bisa mengenali dan mengakui potensi dan kemampuan dalam dirimu. Asumsi ini yang membuatmu merasa berbeda dari yang lain ketika pada faktanya semua asumsi ini hanya ada di kepalamu saja. Kamu mulai merasa bahwa kamu tidak kompeten dalam hal yang kamu lakukan.

Orang dengan impostor syndrome akan merasa bahwa pencapaian yang ia peroleh hanyalah sebuah kebetulan atau keberuntungan saja bukan dari usaha dan kemampuannya. Oleh karena itu, meskipun pada nyatanya mereka berhasil mencapai hal baik, semua itu masih akan terasa tidak pantas untuk diterimanya.

Siapa saja yang mengalami?

Diperkirakan sebanyak 70% orang akan mengalami impostor syndrome selama hidup mereka. Berdasarkan sejumlah penelitian di International Journal of Behavioral Science, fenomena impostor syndrome bisa saja dialami oleh siapapun, laki-laki, perempuan, pelajar, aktor, CEO, dan lainnya.

Baca Juga: Tips dan Cara Efektif Membangun Komunikasi dengan Anak Sejak Usia Dini

Valerie Young, seorang ahli fenomena impostor syndrome menjelaskan bahwa ada beberapa kategori orang yang lebih mudah merasakan fenomena ini, yaitu:

  • Perfeksionis selalu menetapkan standar tinggi untuk diri mereka. Bahkan meskipun mereka mencapai targetnya sampai 90%, mereka masih merasa hal ini adalah sebuah kegagalan. Kegagalan sekecil apapun akan membuat mereka mempertanyakan kemampuannya.
  • Para ahli selalu merasa bahwa mereka harus tahu setiap detail apapun sebelum memulai mengerjakan sesuatu. Mereka juga merasa bahwa dirinya harus menguasai setiap kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan project itu.
  • Pemain solo cenderung melakukan apapun sendiri dan merasa bahwa mereka harus mencapainya hanya dengan kemampuannya. Meminta bantuan kepada orang lain akan terasa seperti ketidakmampuannya untuk mencapai tujuannya.
  • Supermen atau superwomen adalah mereka yang merasa harus berkerja keras untuk membuktikan eksitensi dan kemampuannya di semua bidang. Mereka akan merasa stress jika gagal mencapainya.

Apa saja tanda munculnya impostor syndrome?

Ada beberapa hal yang bisa membantumu apakah kamu mengalami impostor syndrome meskipun secara umum gejala yang dialami setiap orang bisa berbeda:

  • Apakah kamu seorang perfeksionis?
  • Apakah kamu selalu berusaha mengerjakan lebih daripada orang lain?
  • Apakah kamu cenderung tidak mengakui pencapaianmu sendiri?
  • Apakah kamu takut gagal?
  • Apakah kamu sering menyanggah pujian orang lain atas capaianmu?

Jika kamu mengalami satu atau beberapa hal dari daftar diatas maka besar kemungkinan kamu sedang dilanda impostor syndrome. Namun tidak perlu khawatir karena impostor syndrome bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Bagaimana cara mengatasi impostor syndrome?

kartun perempuan di depan cermin
Lalu, bagaimana cara mengatasinya? (Foto: via atlassian.com)

Baca Juga: Agar Hari Lebih Berwarna, Anda Bisa Melakukan Tips-Tips Ini di Pagi Hari

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi impostor syndrome

  • Jadilah pribadi yang percaya diri

Setiap orang pasti memiliki keunikannya masing-masing. Percayalah bahwa jika kamu melakukan sesuatu dengan bersungguh-sungguh maka hasil yang baik juga akan mengikuti. Seperti kata bijak bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

  • Hargai dan akui kemampuanmu

Kamu pantas dan kamu layak. Jika seseorang bisa melihat kemampuanmu mengapa kamu tidak bisa mengenali potensimu sendiri? Daripada sibuk mempertanyakan kemampuanmu lebih baik fokus untuk meningkatkan kompetensi diri.

  • Jauhi sikap perfeksionis

Tidak ada hal yang sempurna dan kegagalan pasti ada untuk mengajarkan sesuatu. Menjadi seorang perfeksionis hanya akan menghambat kinerjamu.

  • Pisahkan perasaan dan fakta

Cobalah untuk berpikir lebih tenang ketika suara-suara negatif muncul. Bisa jadi apa yang kamu lihat hanya ada di perasaanmu saja.

  • Kenali impostor syndrome

Saat kamu tahu kapan dan seperti apa rasanya ketika impostor syndrome menyerang kamu bisa menghadapi hal ini lebih baik. Bahkan kamu bisa menepis dan memantapkan hati bahwa hal ini hanyalah impostor syndrome. (Andita Eka W/gg)

 

Referensi: atlassian.com, waveapps.com, dan time.com

  • Bagikan