Foto: Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Malang Ricuh, Gedung Dewan Dirusak

  • Bagikan
unjuk rasa omnibus law UU cipta kerja di Malang berakhir ricuh. kaleidoskop 2020, kilas balik peristiwa
Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Malang berakhir ricuh. (Foto: BEN)

Malang – Aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan gedung DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang berujung ricuh, Kamis (8/10/2020). Ribuan massa memaksa masuk dengan menerobos pagar kawat atau barikade yang terpasang sepanjang Gedung DPRD hingga kantor Balaikota Malang. Bahkan titik api juga bermunculan.

Aksi lempar batu dan petasan pun tak terhindarkan. Bahkan Sebagian dari mereka juga merusak barang dan fasilitas disekitar lokasi. Terlihat area pintu utama Gedung DPRD rusak dan porak poranda.

Demonstran di depan gedung DPRD Kota Malang yang siap menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Demonstran unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang yang siap menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto: BEN)

Baca Juga: WHO: 10 Persen Penduduk Dunia Telah Terinfeksi Virus Corona

Bahkan kepolisian yang berjaga pun turut kewalahan. Kepolisian berusaha meredam dengan menyemprotkan water canon dan gas air mata.

Diketahui, aksi unjuk rasa tersebut diikui oleh ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa hingga buruh se-Malang Raya yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan.

Berdasarkan pantauan tugumalang.id, partner Tugu Jatim, para demonstran ini nampak membawa bendera, spanduk hingga berbagai tulisan yang menyatakan aksi penolakan.

Salah satu perwakilan mahasiswa dalam demonstrasi tersebut melakukan orasi dengan pengeras suara, menyampaikan “Tolak Omnibus Law sampai cabut, sepakat! Hidup mahasiswa, hidup rakyat miskin,” serunya.

Aparat kepolisian terlihat berjajar untuk mengamankan demonstrasi di Kota Malang
Aparat kepolisian terlihat berjajar untuk mengamankan demonstrasi di Kota Malang. (Foto: BEN)

Baca Juga: 14 Juta Ton Sampah Plastik Mengendap di Dasar Lautan, Studi Membuktikan

Sementara beberapa polisi dengan alat pelindung lengkap turut membalas seruan “Jangan anarki, ini kalian yang nemulai, bukan kami,” teriak salah seorang polisi ditengah kekacauan. (fen/ben/gg)

Para demonstran di depan Balai Kota Malang dan DPRD Kota Malang.
Para demonstran unjuk rasa di depan Balai Kota Malang dan DPRD Kota Malang menunjukkan tulisan ‘Mosi Tidak Percaya’. (Foto: BEN)
Demonstran tolak UU Cipta Kerja
Demonstran tolak UU Cipta Kerja. (Foto: BEN)
Para polisi berjajar membentuk barikade. (Foto: BEN)
Para polisi berjajar membentuk barikade. (Foto: BEN)
Petasan di tengah demonstran
Petasan di tengah demonstran mulai mengepul. (Foto: BEN)
unjuk rasa omnibus law UU cipta kerja di Malang berakhir ricuh
Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Malang berakhir ricuh. (Foto: BEN)
Anggota polisi terluka saat mengamankan demo
Anggota polisi sedang mengobati lukanya akibat mengamankan demo. (Foto: BEN)
DPRD Jancok
Tulisan di depan gedung DPRD Kota Malang menjadi korban vandalisme para pengunjuk rasa. (Foto: BEN)
  • Bagikan