Haul Virtual Gus Dur ke-11: Momen untuk Belajar Keanekaragaman Bangsa - Tugujatim.id

Haul Virtual Gus Dur ke-11: Momen untuk Belajar Keanekaragaman Bangsa

  • Bagikan
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si saat Haul Virtual Gus Dur ke-11. (Foto: Dokumen)
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si saat Haul Virtual Gus Dur ke-11. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – KH Abdurrachman Wahid adalah Presiden Republik Indonesia Ke-4, bapak bangsa yang berperan dalam membangun persatuan dalam kebhinnekaan, multikultural, keanekaragaman yang ada di Indonesia. Mengingat, negara ini memiliki berbagai macam suku, agama, ras dan antar golongan. Haul Virtual Gus Dur ke-11 yang digelar oleh FEB Unisma, IKA Unisma, dan Tugu Media Group inilah acara untuk meneladani itu semua.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih pada simpatisan Gus Dur yang hadir dalam Haul Virtual Ke-11. Bakri mengenang dan meneladani pola pikir, sikap, perilaku dari sosok panutan Gus Dur.

Baca Juga: Varian Baru Virus Corona, Indonesia Tutup Pintu untuk Semua WNA

“Mudah-mudahan beliau sekarang tersenyum. Bersama dengan para aulia, di tempatkan oleh Allah Swt di surga yang paling mulia. Mari kita doakan Gus Dur bersama-sama,” jelas Masykuri untuk mendoakan Gus Dur dalam sambutan Haul Virtual Ke-11 Gus Dur.

Gus Dur pernah menjabat sebagai Dewan Kurator Unisma. Memberi wawasan persoalan demokrasi dan multikulturalisme, hingga saat ini Unisma masih konsisten menjalani berbagai teladan dari Gus Dur.

“Gus Dur tidak mudah melakukan kolusi dan nepotisme. Gus Dur adalah bapak bangsa dan mukltikultural. Beliau selalu mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM),” imbuh Maskuri dalam sambutan dalam Haul Virtual Ke-11 Gus Dur.

Masykuri mengatakan, dalam Haul Virtual Ke-11 Gus Dur ini akan dibahas semua teladan Gus Dur mengenai multikulturan, multietnis, multisuku dan demokratis. Serta harapannya, FEB Unisma, IKA Unisma dan Tugu Media Group dapat membuat masyarakat meneladani Gus Dur. Dalam sambutan tersebut, Bakri sekaligus membuka Haul Virtual Ke-11 Gus Dur dengan bacaan basmalah.

Baca Juga: Mengenang Sosok Gus Dur: Pluralisme dan Cerita Tentang Papua

Sementara itu, Ketupel dan GM Tugu Malang ID, Fajrus Shiddiq, mengucapkan terima kasih pada hadirin, peserta, narasumber, undangan, sponsor, panitia dan berbagai kalangan yang sudah berkontribusi dalam menjalankan acara Haul Virtual tersebut. Serta, bercerita perjalanan singkat Tugu Media Group (Tugu Malang ID dan Tugu Jatim ID).

“Kami ucapkan terima kasih pada semua yang berkontribusi dalam acara ini. Terutama pada para sponsor yang bergabung dengan kami. CEO Irham Thoriq baru saja membangun jaringan media, mulai dari Tugu Malang ID kini membuat media Tugu Jatim ID yang meluas ke tingkat Jawa Timur,” pungkas Fajrus dalam Sambutan Haul Virtual Ke-11 Gus Dur, Selasa (29/12/2020).

Selain itu, Dekan FEB Unisma, Nur Diana, SE, M.Si mengucapkan terima kasih pada seluruh narasumber, undangan, peserta, sponsor dan berbagai pihak yang mendukung kegiatan Haul Virtual Ke-11 Gus Dur sehingga berjalan dengan lancar.

“Kami mengapresiasi segala perjuangan Gus Dur. Beliau selalu konsisten pada persaudaraan antar etnis dan jembatan antara agama dan nasionalisme, di mana agama dan nasionalisme tidak bisa berjalan sendiri di Indonesia,” tutur Diana dalam Sambutan Haul Virtual Ke-11 Gus Dur, Selasa (29/12/2020).

Baca Juga: FEB Unisma dan Tugu Media Gelar Haul Virtual untuk Peringati Wafatnya Gus Dur

Diana menyampaikan bahwa sejarah Gus Dur dan Unisma memiliki torehan sejarah. Gus Dur menegakkan tonggak sejarah dalam demokrasi bagi kalangan akademisi dan mahasiswa di Unisma. Sering hadir dalam memberi materi soal demokrasi dan toleransi di Unisma.

“Ada sejarah menarik, benang merah antara FEB Unisma dan Gus Dur. Pada 1945, ada pasar modal yang belum diterima oleh masyarakat muslim, FEB sudah membuka pikiran dan mengundang Gus Dur dalam membahas fatwa halal investasi di pasar modal, isu pertama kali di Indonesia,” lanjut Diana pada hadirin.

Dari pembahasan itu, akhirnya kalangan muslim bisa menerima pasar modal. Sekarang sudah ada Galeri Investasi, yang merupakan cetusan dan dukungan oleh tokoh bangsa, yaitu Gus Dur. (Rangga Aji/gg)

  • Bagikan