Intensitas Hujan Tinggi, Ratusan Hektare Sawah di Tuban Terendam Banjir

  • Bagikan
Ratusan hektare sawah di Tuban terendam banjir. (Foto: Dokumen/Camat Plumpang)
Ratusan hektare sawah di Tuban terendam banjir. (Foto: Dokumen/Kecamatan Plumpang)

TUBAN, Tugujatim.id – Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Plumpang, Tuban terendam banjir, Jumat (8/1/2021). Banjir yang merendam areal persawahan tersebut disebabkan oleh meluapnya Sungai Avour Kuwu pada Kamis (7/1/2021) kemarin.

Sungai tersebut meluap lantaran tingginya intensitas curah hujan yang tinggi di daerah hulu, tepatnya di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Untuk diketahui, luapan yang terjadi sejak Selasa (05/01/2021) ini mengakibatkan terendamnya ratusan hektare sawah di wilayah Plumpang bagian selatan. Di antaranya Desa Sembungrejo seluas 60 Ha, Desa Kedungrejo seluas 40 Ha, Desa Plandirejo seluas 20 Ha, Desa Bandungrejo seluas 40 Ha, Desa Cangkring seluas 90 Ha dan Desa Plumpang seluas10 Ha.

Baca Juga: 1.270 Anak di Kota Surabaya Terpapar Virus Corona

Camat Plumpang Saefiyudin, saat meninjau langsung lokasi menyampaikan kondisi Kali Avour setiap tahun selalu mengalami penurunan daya tampung debit air, sehingga tidak sedikit yang kritis bahkan sampai jebol.

Melihat kondisi tersebut, Camat Plumpang akan segera melakukan penanganan prioritas.

“Segera kita akan mengadakan pemetaan, tanggul mana saja yang butuh penanganan dan besok bersama teman-teman Relawan lingkungan kita laksanakan pemetaaan supaya bisa segera tertangani”, ujar Saefiyudin sesuai keterangan tertulis yang diterima Tugu Jatim, Kamis (07/01/2021).

Salah satu warga Desa Bandungrejo, Sutino (65) mengatakan bahwa banjir kali ini memang yang terbesar bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sutino juga menambahkan jika banjir tidak surut dalam 5 – 7 hari mendatang, maka akan mengakibatkan tanaman padi membusuk, dan megakibatkan gagal panen. Padahal menurut Sutino biaya yang dikeluarkan cukup banyak.

Baca Juga: Menengok Proyek Angelina Jolie Sebagai Sutradara Film ‘Unreasonable Behaviour’

“Padahal biaya yang kami keluarkan sudah banyak sekali untuk modal bercocok tanam ini, karena saat ini untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sangat sulit sehingga kami para petani terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Selain menggenangi area persawahan luapan air ini juga menggenangi Jalan raya Rengel – Widang sepanjang 200 meter dengan Kedalaman 10 – 20 cm tepatnya di Desa Plandirejo. (Mila Arinda/gg)

  • Bagikan