Jual BBM Bersubsidi ke Pabrik, Penjual Bensin Eceran di Batu Ditangkap Polisi

Pria asal Pujon, Malang ditangkap usai kedapatan menjual kembali BBM bersubsidi kepada pabrik besar pasca kenaikan harga dalam konferensi pers, Senin (5/9/2022).
Pria asal Pujon, Malang ditangkap usai kedapatan menjual kembali BBM bersubsidi kepada pabrik besar pasca kenaikan harga dalam konferensi pers, Senin (5/9/2022). (Foto: Azmy/Tugu Malang)

BATU, Tugujatim.id – Naiknya harga BBM dimanfaat oleh sejumlah oknum untuk berbuat nakal dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menjadi pemasok BBM bersubsidi ke pabrik. Atas perbuatan tersebut, polisi berhasil menciduk salah satu pelakunya. Dia adalah WD (60), warga Dusun Krajan, Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

WD diketahui membeli BBM bersusidi, tetapi bukannya untuk digunakan sendiri melainkan untuk dijual lagi saat harganya melambung tinggi. Dia tidak hanya menjual secara eceran di rumahnya, tetapi juga menjualnya ke sebuah pabrik besar.

Bagaimana modusnya? Untuk melancarkan akal bulusnya itu, WD membeli bensin jenis solar yang dimasukkan dalam tangki kecil di bawah truknya. Setelah itu, dari tangki truk itu dipindah ke jurigen berbagai macam ukuran untuk kemudian dijual kembali.

Namun, modus operandi yang disusun rapi itu akhirnya terbongkar pada Selasa, 30 Agustus 2022. Dia pun ditangkap polisi.

”Jadi, dia ini keliling cari bensin tadi ke SPBU di luar daerah, seperti di Kandangan. Itu dimasukkan ke tangki truk dan dijual kembali. Gak hanya jual di rumahnya, tapi pelaku juga menjualnya ke sebuah CV (pabrik besar),” ungkap Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin dalam konferensi persnya, Senin (5/9/2022).

Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin bersama pelaku menunjukkan tangki truk yang digunakan untuk menampung BBM untuk dijual kembali.
Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin bersama pelaku menunjukkan tangki truk yang digunakan untuk menampung BBM untuk dijual kembali. (Foto: Azmy/Tugu Malang)

Menurut polisi, pelaku mengaku membeli dengan harga sekitar Rp5 ribu dan kemudian dijual kembali dengan harga Rp8 ribu per liter. Saat itu, dia bisa membeli solar sebanyak 200 liter. Jika ditotal, dia mendapat laba hingga Rp 600 ribu.

”Soal pelaku yang juga kirim ke CV itu juga masih akan kita dalami lagi,” imbuhnya.

Daei pengakuannya, pelaku sudah menjalankan modus operandinya sejak 2 bulan yang lalu. Hingga kemudian di jelang kenaikan harga BBM pada awal September 2022, pelaku mencoba memanfaatkan kesempitan tersebut.

Dari penangkapan yang dilakukan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti mulai 1 unit truk dan BBM sebanyak sekitar 200 liter yang dibagi ke belasan jurigen berbagai ukuran.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 40 UU Nomor 11/2020 tentang penyalahgunaan minyak dan gas bumi dengan total ancaman pidana 6 tahun penjara.