• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
LPG melon.

Kondisi antrean panjang warga kembali terjadi di sejumlah pangkalan gas LPG melon di Kabupaten Tuban, Selasa (07/04/2026). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Kelangkaan “Clear” Kata Menteri Bahlil, Warga Tuban Nyatanya Masih Berburu LPG Melon

Dwi Linda by Dwi Linda
2 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Klaim pemerintah pusat bahwa persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram atau LPG melon di Kabupaten Tuban, Jatim, telah teratasi. Hal ini berbanding terbalik dengan realitas di lapangan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut kondisi sudah “clear” usai operasi pasar, warga justru masih berjibaku dalam antrean panjang demi mendapatkan LPG melon.

You might also like

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

04/06/2026 12:03 PM
Pameran Seni Surabaya.

Catat Tanggalnya! Ini Deretan Pameran Seni Surabaya yang Digelar Sepanjang Juni 2026

04/06/2026 11:07 AM

“Emang saya cek di Kabupaten Tuban, tapi itu sudah clear, kami lakukan operasi pasar,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Selasa (07/04/2026).

Baca Juga: Tak Kebagian LPG Melon, Warga Tuban Dekat Pangkalan Berjam-jam Antre Pulang Tangan Kosong

Berdasarkan pantauan Tugujatim.id di tiga pangkalan berbeda di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban, memperlihatkan pemandangan antrean mengular sejak pukul 10.00. Dua pangkalan berada di Jalan Brawijaya, sementara yang lainnya di Jalan Basuki Rahmat.

Ratusan warga berdiri berdesakan, sebagian membawa tabung LPG melon kosong, sebagian lagi hanya berharap masih kebagian. Situasi ini bukan terjadi sesaat.

Warga mengaku sudah berhari-hari mengalami kesulitan serupa. Bahkan, waktu tunggu untuk mendapatkan satu tabung LPG bisa mencapai lebih dari dua jam—itu pun belum tentu berhasil.

Warga Kerap Pulang dengan Tangan Kosong

Lastri, warga Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, menjadi salah satu potret nyata krisis ini. Dia mengaku telah berkeliling ke berbagai pangkalan dan pengecer selama lima hari terakhir, namun selalu pulang dengan tangan kosong.

“Sudah lima hari cari ke mana-mana tidak dapat. Ini antre dari pagi, semoga saja kebagian,” ujarnya dengan nada lelah.

Kelangkaan ini berdampak langsung pada dapur rumah tangga. Aktivitas memasak terganggu, bahkan sebagian warga mulai beralih ke bahan bakar alternatif seperti kayu bakar atau membeli makanan jadi, yang tentu menambah beban pengeluaran.

Hal senada disampaikan Nur Hayati, warga Desa Gedongombo. Dia menyebut kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelumnya, ketika LPG masih mudah didapat dengan harga sesuai HET.

“Biasanya beli Rp18 ribu di pangkalan. Tapi sekarang susah sekali, makanya ikut antre di sini,” katanya.

LPG melon di Tuban.
Warga berburu di sejumlah pangkalan gas LPG melon di Kabupaten Tuban, Selasa (07/04/2026). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Di tengah kondisi tersebut, klaim “aman dan terkendali” juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menegaskan bahwa distribusi LPG 3 kilogram di wilayahnya akan terus dijaga stabil.

“Insyaa Allah kami dalam distribusi, khususnya LPG 3 kg ini akan berkomitmen semuanya clear, aman, terkendali,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait.

Pemerintah Kabupaten Tuban menyebut telah ada tambahan distribusi sekitar 102 ribu tabung dari Pertamina untuk memenuhi lonjakan kebutuhan, khususnya pasca Ramadhan dan Idulfitri. Selain itu, sistem distribusi juga diklaim dibuat lebih fleksibel agar dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Namun, fakta antrean panjang menunjukkan adanya persoalan yang lebih kompleks dari sekadar pasokan. Distribusi yang tidak merata, potensi penumpukan di titik tertentu, hingga perilaku panic buying masyarakat menjadi faktor yang saling berkaitan.

Di sisi lain, struktur distribusi LPG di Tuban sebenarnya tergolong lengkap. Tercatat, ada 32 agen dengan sekitar 1.386 pangkalan yang tersebar di berbagai wilayah. Secara teori, jumlah tersebut seharusnya mampu menjangkau kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah pun menekankan pentingnya pembelian melalui pangkalan resmi untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi. Transparansi juga didorong dengan kewajiban pencantuman harga eceran tertinggi (HET) di setiap pangkalan.

Namun, di tengah keterbatasan stok, warga kerap tidak memiliki banyak pilihan. Ketika pangkalan kosong, mereka terpaksa mencari ke pengecer meski harga lebih mahal—bahkan bisa melampaui dua kali lipat dari HET.

Baca Juga: Antrean Mengular sejak Pagi, Warga Tuban “Berebut” LPG 3 Kg di Pangkalan

Fenomena ini memperlihatkan adanya celah antara kebijakan di tingkat atas dengan implementasi di lapangan. Operasi pasar dan tambahan distribusi belum sepenuhnya menjawab persoalan akses dan pemerataan.

Pengawasan berbasis sistem pelaporan real time yang digadang-gadang pemerintah juga perlu diuji efektivitasnya. Sebab, selama antrean masih terjadi dan warga masih kesulitan mendapatkan LPG, maka klaim “clear” masih menyisakan tanda tanya besar.

Di tengah kondisi ini, masyarakat hanya berharap satu hal sederhana, yakni gas tersedia saat dibutuhkan, tanpa harus mengantre berjam-jam atau pulang dengan tangan kosong.

Sebab bagi mereka, LPG 3 kilogram bukan sekadar komoditas energi, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan hidup sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Tuban hari iniDistribusi LPG 3 kgKabupaten Tuban hari iniKelangkaan LPG 3 kgLPG melon di TubanTuban
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

by Dwi Linda
04/06/2026 12:03 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro merosot dalam beberapa hari terakhir. Kondisi harga...

Pameran Seni Surabaya.

Catat Tanggalnya! Ini Deretan Pameran Seni Surabaya yang Digelar Sepanjang Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 11:07 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Memasuki bulan Juni 2026, acara-acara yang diselenggarakan di Surabaya banyak macamnya, salah satunya pameran seni. Mau tahu...

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Next Post
Rumah rusak di Poncokusumo.

20 Rumah Rusak di Poncokusumo Malang, 12 Pohon Ikut Tumbang Diterjang Angin Kencang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID