• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kekerasan seksual.

Chatarina Muliana Girsang, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, saat ditemui pada Rabu (09/08/2023). (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Kemendikbud Soroti Tugas Satgas PPKS untuk Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyoroti tugas Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di setiap kampus untuk bisa mewujudkan kampus bebas kekerasan seksual serta sebagai bentuk implementasi Permendikbud No 30 Tahun 2022.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud RI Chatarina Muliana Girsang mencatat, saat ini sebanyak 125 perguruan tinggi negeri (PTN) dan sekitar 50-an perguruan tinggi swasta (PTS) telah memiliki Satgas PPKS.

You might also like

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

“Kalau dari PTN semua sudah punya 125 dan PTS sekitar 50-an. Sehingga sekarang kami lagi mendorong PTS lainnya yang belum memiliki,” katanya saat ditemui Tugujatim.id di Surabaya, Rabu (09/08/2023).

Dalam kurun waktu enam bulan belakangan, Chatarina mencatat sebanyak 50-an kasus kekerasan seksual telah terlapor melalui Satgas PPKS se-Indonesia.

Meski jumlahnya di bawah angka 100, angka tersebut menjadi catatan penting. Sebab, dalam kasus permasalahan kekerasan seksual banyak para korban enggan untuk speak up. Sehingga tidak menutup kemungkinan jumlahnya lebih banyak.

Sehingga, tentu hal ini menjadi tantangan bagi Satgas PPKS di setiap kampus untuk bisa menarik korban keluar dari jurang ketakutan dan kecemasan. Selain itu, menurut Chatarina, tantangan Satgas PPKS lainnya adalah berhadapan dengan relasi kuasa dan kasus kekerasan.

“Satgas harus bisa meyakinkan korban untuk berani speak up. Kedua, tantangan dalam pengumpulan bukti. Karena kasus seperti ini buktinya minim karena itu akan terangkai dari cerita-cerita atau kronologi peristiwa itu sendiri. Dan juga ketika ada serangan balik dari pelaku, menghalangi proses penanganan,” ujar perempuan yang pernah menjabat sebagai kepala Biro Hukum KPK tersebut.

Kendati demikian, menurut dia, satgas juga harus memiliki tanggung jawab terhadap perasaan korban bila mengambil langkah yang kurang tepat. Sebab, bila kekerasan seksual tetap ditutupi maka konsekuensinya adalah munculnya lebih banyak korban.

“Dan juga tuduhan-tuduhan harus dibuktikan supaya tidak tersebar rumor-rumor. Dan ini membuat korban merasa tidak nyaman. Jadi konsekuensi-konsekuensi negatif dan tidak bermanfaat bagi kampus dan seluruh warga kampus nggak boleh didiamkan,” imbuh perempuan pertama yang menduduki kursi Irjen Kemendikbud tersebut.

Namun, Chatarina juga menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus bukan hanya menjadi tanggung jawab satgas, tapi seluruh instrumen terlibat mulai dari pemerintah, lembaga/instansi, juga masyarakat.

“Pencegahan ini jauh lebih penting untuk mencegah keberulangan. Dan dalam penanganan ini juga respons atas laporan yang dilakukan dan juga oleh keterlibatan seluruh civitas akademika untuk mengetahui dan tidak menutup-nutupi. Bahkan, harus membantu korban untuk berani speak up dan memberikan kekuatan,” ujarnya.

Writer: Izzatun Najibah

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Antikekerasan SeksualBerita Kota Surabaya hari iniCegah kekerasan seksual di kampusKasus kekerasan seksual di kampusKekerasan seksual di kampusKota Surabaya hari iniSatgas PPKSTugas Satgas PPKS
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

Next Post
FEB Unisma.

Peringatan Bulan Muharram, FEB Unisma Gelar Tasyakuran, Santunan, dan Pemberian Beasiswa

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID