• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wujud Wibisono (pakai topi), relawan MPA asal Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodari, Kabupaten Pasuruan. Foto: dok warga

Wujud Wibisono (pakai topi), relawan MPA asal Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodari, Kabupaten Pasuruan. Foto: dok warga

Kisah Wujud Lestari, Relawan Kebakaran Gunung Arjuno yang Selamatkan Situs Kuno

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Setelah dua pekan lebih, kebakaran Gunung Arjuno telah sepenuhnya padam sejak Rabu (13/9/2023). Berdasarkan data terakhir, kebakaran Arjuno dan kawasan hutan dan lahan di Tahura R Soerjo ini sudah mencapai 4.796 hektare.

Padamnya kebakaran hutan di wilayah salah satu gunung tertinggi di Jawa ini tidak terlepas dari jasa para relawan. Salah satunya Wujud Lestari, anggota relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) asal Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Wujud berjibaku memadamkan api di wilayah Kecamatan Purwodadi selama sepekan lebih. Dengan hanya berbekal cangkul, arit, dan kayu, dia dan ratusan relawan lain tak gentar melawan api. Bahkan dia dan rekannya pernah berhadapan dengan api setinggi hampir 20 meter. “Itu kalau saya bilang babonnya api (induknya api), besar sekali, sampai padang jinglang (terang benderang) padahal jam dua malam,” ujarnya.

WhatsApp Image 2023 09 17 at 23.56.11
Relawan saat memadamkan api di kawasan Gunung Arjuno yang terbakar. Foto: dok warga

Menurut Wujud, kobaran api setinggi itu tidak bisa dia lawan langsung. Dia dan para relawan lain harus mundur sekitar 5 kilometer lebih jauhnya lalu membuat sekat bakar. Mereka memotongi semak belukar dan kayu-kayu ranting hingga habis, lalu mencangkul tanah untuk membuat parit. “Kalau kita lawan langsung ya resikonya nyawa kita, mau tidak mau ya dihalau pakai sekat bakar,” jelasnya.

Selain demi menyelamatkan lahan pertanian warga, para relawan juga menghalau kebakaran agar tidak merusak komplek situs purbakala di jalur pendakian Arjuno via Purwosari. Situs-situs kuno ini berada di ketinggian 2.425 MDPL, tepatnya di Dusun Tambakwatu, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Di sana terdapat empat situs candi di antaranya Candi Sepilar, Candi Lesung, Candi Semar, dan Candi Makutoromo. Kemudian adapula situs berbentuk anak tangga dengan 21 arca Dwarapala di sampingnya, Goa Oentobogo, hingga Sendang Kunti.

WhatsApp Image 2023 09 17 at 23.58.41
Relawan saat memadamkan api di kawasan Gunung Arjuno yang terbakar. Foto: dok warga

Wujud menyebut ketika api sudah terlihat dari jarak 10 kilometer, warga sudah sibuk membuat sekat api.
Tidak kurang dari 120 orang warga dan relawan bahu membahu membuat sekat api selama hampir sepekan. “Sejak awal kita naik, terus diwanti-wanti bagaimana situs itu aman. Sekatnya kita buat mengitari situs dengan jaraknya radius 5 kilometer,” jelasnya.

Banyak hal yang dikorbankan para relawan pemadam kebakaran Arjuno. Mulai dari resiko kesehatan seperti luka bakar ataupun gangguan pernafasan akibat asap api. Juga resiko hilangnya nyawa hingga meninggalkan keluarga di tengah kebakaran besar. “Saya cintanya Gunung Arjuno ini seperti cinta ke istri. Sejak awal saya bilang ke istri kalau saya pergi, tidak tau bisa kembali atau tidak,” ucapnya.

Tidak cukup di situ, para relawan juga mau tak mau bisa tidur di mana saja karena kelelahan. Mereka terpaksa beralaskan tanah dan beratapkan langit. “Tidurnya kita pilih spot aman dari api. Meskipun begitu, ndilalah (ternyata) para relawan ini dibuat seperti ngantuknya gantian, kalau ada yang tidur lainnya gantian berdiri,” imbuhnya.

WhatsApp Image 2023 09 17 at 23.51.42
Relawan saat memadamkan api di kawasan Gunung Arjuno yang terbakar. Foto: dok warga

Di sisi lain, pria yang juga petani ini mengambil hikmah dari adanya kebakaran Arjuno. Dia merasa bahwa kebakaran tahun ini telah memantik rasa kesatuan dalam wujud empati yang sama dari Indonesia. 500 relawan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia berbondong-bondong mendaftar.

“Ada dari Jogja, dari Bandung, (dari) Jawa Timur. Paling jauh itu dari Medan, Sumatra. Tahun ini kerasa banget bhinneka tunggal ika-nya,” jelasnya.

Wujud juga punya pengalaman tragis yang tak kan ia lupakan terkait perjumpaannya dengan satwa hingga pemburu liar di Arjuno.

Bapak dua anak ini pernah menemukan indukan celeng atau babi hutan yang lemas. Hewan itu hendak melahirkan namun terjebak di tengah kepungan api kebakaran Arjuno. Karena tak mungkin dievakuasi, dia dan rekannya terpaksa menyembelih celeng tersebut. “Saya terpaksa potong kepala celeng yang sedang mengandung. Saya nggak mau hewan itu kesakitan terkena api Arjuno,” ucapnya.

Adapun perjumpaannya dengan para pemburu liar ini sudah berulangkali terjadi. Dia menyebut bahwa masih banyak pemburu liar yang memburu burung-burung liar nan eksotik.

Para pemburu liar ini pernah terpergok warga, nyaris babak belur dipukuli, bahkan sepeda motornya dibuang ke jurang. “Itu kejadiannya tahun 2020 lalu. Warga sini pasti tolak keras para pemburu liar. Kita berharap Tahura bisa menambah petugas polhut juga ada regulasi atau aturan yang jelas soal perburuan,” pungkasnya.

Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Pasuruanberita Pasuruan hari iniPasuruanrelawan kebakaranwujud wibisono
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Meski Tak Punya Pengurus, Cabor Anggar Kabupaten Malang Raih Juara Umum Porprov VIII Jatim 2023

Meski Tak Punya Pengurus, Cabor Anggar Kabupaten Malang Raih Juara Umum Porprov VIII Jatim 2023

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID