• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gerobak Cinta.

Komisi B DPRD Jember melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait anggaran program Mlijo Cinta bersama dinas koperasi dan usaha mikro (diskopum). (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Dinilai Janggal, Komisi B DPRD Jember Soroti Anggaran Rp12,6 Miliar Gerobak Cinta Terancam Silpa

Dwi Linda by Dwi Linda
7 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Komisi B DPRD Kabupaten Jember mengungkapkan adanya sejumlah kejanggalan dalam program bantuan untuk UMKM bernama Gerobak Cinta yang dikelola dinas koperasi dengan anggaran mencapai Rp12,5 miliar.

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menyatakan, program yang seharusnya memberi manfaat bagi pelaku usaha mikro justru terancam tidak terserap optimal akibat perencanaan yang tidak matang.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Baca Juga: Terjerat Korupsi Sosperda, DPRD Jember Desak Nasdem Segera Usul Pengganti Pimpinan yang Ditahan

Candra menjelaskan, program Gerobak Cinta yang awalnya direncanakan dengan anggaran Rp161 juta pada 2025 tiba-tiba membengkak menjadi Rp12,6 miliar dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Jumlah calon penerima yang semula mencapai sekitar 2.800 UMKM pun menyusut drastis menjadi hanya sekitar 1.282 penerima setelah proses verifikasi berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Impres Nomor 4 Tahun 2025 yang terbit pada Februari mengharuskan penerima bantuan memiliki persyaratan berdasar DTSEN. Namun penganggaran dan proses verifikasinya tidak dilakukan sesuai dengan Inpres tersebut,” ungkap Candra pada Rabu (05/11/2025).

Penyusutan jumlah penerima hingga 60 persen ini diperkirakan akan menyebabkan anggaran sebesar Rp12,6 miliar tidak terserap penuh dan berpotensi menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa).

Kejanggalan lain yang disorot adalah rendahnya tingkat serapan anggaran Dinas Koperasi Jember yang baru mencapai 23 persen. Menurut Candra, hal ini menunjukkan pemerintah daerah kurang optimal dalam merencanakan dan memverifikasi program-program prioritas di setiap OPD.

“Ini salah satu penyakit bahwa kami melakukan kegiatan, mempunyai program, namun tidak disertai dengan perencanaan yang matang. Program hanya berdasarkan inisiatif pribadi, tidak direncanakan, tidak ada datanya,” tegasnya.

DPRD Awasi Tempat Workshop Pemenang Tender

Candra juga mengungkapkan, meskipun pemenang lelang sudah ditentukan, kontrak belum bisa ditandatangani karena ketidakpastian jumlah penerima final. Dinas koperasi telah berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk meminta nasihat terkait proses pengerjaan dan administrasi.

Rekomendasi LKPP menyebutkan bahwa dalam perjanjian kontrak harus ada adendum yang menyebutkan jumlah pekerjaan yang boleh dikerjakan dan dibayarkan sesuai dengan jumlah penerima terverifikasi, yakni 1.282 UMKM.

Sebagai bentuk pengawasan, Komisi B meminta sejumlah dokumen kepada dinas koperasi, di antaranya data by name by address penerima, hasil rekomendasi LKPP, perjanjian kontrak beserta adendumnya, serta pendampingan terhadap pelaksanaan pekerjaan.

“Kami akan melakukan controlling pengawasan dengan mendatangi, melakukan inspeksi mendadak, kunjungan tinjauan lapangan ke workshop-workshop yang dimiliki pemenang tender,” ujar Candra.

Dia menegaskan, kasus ini akan menjadi bahan evaluasi dalam pembahasan APBD 2026. Komisi B akan lebih mencermati dan mendalami program-program yang diusulkan agar tidak ada lagi program yang tidak bisa dilaksanakan atau sulit dilakukan.

“Program-program yang sekiranya tidak bisa dilaksanakan lebih baik digeser untuk program yang lebih membawa kemanfaatan kepada masyarakat, tidak hanya program populis namun tidak terserap dengan baik,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniJemberKabupaten Jember hari iniKomisi B DPRD JemberProgram Gerobak Cinta
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Kemendikdasmen.

75.000 Layar Interaktif Didistribusikan, Kemendikdasmen Hadirkan Pembelajaran Modern di Kelas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID