• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pelaku pengeroyokan.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur saat memberikan keterangan pada media, Jumat (13/09/2024). (Foto: Aisyah Nawangsari Putri/Tugu Malang)

Kronologi Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Remaja Karangploso Malang, Terungkap Eksekusi di 2 Lokasi Berbeda

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Kriminal
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Polisi berhasil mengungkap kronologi pelaku pengeroyokan oknum pesilat terhadap korbannya berinisial ASA, 17, hingga mengakibatkan tewas pada Kamis (12/09/2024). Tidak hanya sekali, ternyata eksekusi terhadap korban dilakukan sebanyak dua kali di lokasi yang berbeda.

Remaja asal Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, tersebut dikeroyok secara sadis oleh anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sebanyak dua kali.

You might also like

Sardo Swalayan.

Gagal Curi Uang Rp48 Juta di Sardo Swalayan Malang, Wanita Jatuh ke Atap Rumah Warga

20/07/2026 8:29 PM
Warga Turen.

Dugaan demi Judi Slot, Warga Turen Malang Nekat Curi Emas Tetangganya

20/07/2026 2:40 PM

Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur mengatakan, pengeroyokan pertama terjadi di daerah Sumbernyolo, Desa Ngenep, Kecamatan Krangploso, Kabupaten Malang, Rabu malam (04/09/2024). Pengeroyokan kedua terjadi di Dusun Kedawung, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat malam (06/09/2024).

Sebelum penganiayaan terjadi, korban mengunggah status WhatsApp pada bulan Agustus 2024 yang menunjukkan dirinya mengenakan seragam perguruan silat PSHT. Salah satu tersangka yang juga teman korban, MAS, 17, menanyakan apa benar dia warga PSHT.

Baca Juga: Motif 10 Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Remaja di Karangploso, Miris 6 Orang Masih Anak-Anak

“Korban dan tersangka bertemu di salah satu rumah tersangka. Mereka menanyakan maksud korban mengunggah status WhatsApp karena korban itu bukan anggota perguruan silat,” terang Nur saat konferensi pers di Mapolres Malang, Jumat (13/09/2024).

Korban kemudian diminta membuat video klarifikasi soal unggahan tersebut. Meski korban telah membuat video klarifikasi, dia tetap dianiaya oleh para tersangka.

Pada Rabu (04/09/2024), tersangka MAS berkomunikasi dengan korban lewat WhatsApp. Dia merencanakan pertemuan pada pukul 19.00 di rumah MAS. Korban pun datang ke rumah MAS.

Saat bersamaan, tersangka VM, 16; dan RAF, 17, datang ke rumah MAS untuk mengambil seragam PSHT milik RAF yang tertinggal di sana. Tidak lama kemudian, dua tersangka lainnya datang ke rumah MAS, yakni Ahmad Erfendi alias Somad, 20; dan Achmat Ragil, 19. Sejumlah saksi pun ada di dalam rumah tersebut.

“Mereka membahas soal korban yang bukan merupakan warga PSHT. Semua yang hadir memutuskan agar korban membuat surat pernyataan klarifikasi,” kata Nur.

Korban menulis surat pernyataan yang didikte oleh tersangka Ragil. Dia kemudian membacakan surat tersebut dalam video yang diambil oleh seorang saksi dengan menggunakan handphone milik MAS.

Sekitar pukul 20.00, tersangka Ragil mengajak korban duel satu lawan satu di sebuah lapangan yang ada di Sumbernyolo atau TKP pertama. Ragil merupakan tersangka yang kali pertama melawan korban, dilanjutkan oleh VM, MAS, RAF, dan Somad.

“Kondisi korban saat itu masih biasa saja dan masih sempat berbincang-bincang. Mereka lalu pulang ke rumah masing-masing,” kata Nur.

Baca Juga: 11 Mobil Hangus Terdampak Kebakaran Pasar Comboran Malang, 2 Unit Berhasil Dievakuasi

Dua hari kemudian pada Jumat (06/09/2024), pukul 18.30, korban kembali datang ke rumah MAS dengan membawa sepeda motor. Di rumah MAS ternyata sudah ada beberapa tersangka dan saksi. Mereka bersama korban bersama-sama menuju tempat latihan PSHT di Petren Ngijo, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Di lokasi tersebut, ada 10 tersangka pelaku pengeroyokan yang kini telah ditahan polisi. Selain MAS, VM, RAF, Somad, dan Achmat, tersangka lainnya yang turut menganiaya korban adalah PIAH, 15; RH, 15; RFP, 17; Iman Cahyo Saputro, 25; dan Muhammad Andika Yudhistira, 19.

MAS di sana mengajar siswa PSHT dan korban pun mengikuti latihan tersebut di barisan paling belakang. Tiba-tiba, tersangka VM yang ada di lokasi menganiaya korban. Alih-alih melerai, tersangka lainnya ikut menganiaya korban hingga dia tidak sadarkan diri.

Korban kemudian dilarikan ke RS Prasetya Husada Karangploso dan dirujuk ke RS Tk II Soepraoen. Setelah dirawat selama enam hari, korban meninggal dunia pada Kamis (12/09/2024).

“Kami memperoleh hasil visum, yang menyebabkan korban meninggal dunia itu (pengeroyokan) di TKP kedua,” kata Nur.

Akibat aksi pelaku pengeroyokan hingga menewaskan seorang remaja, mereka dikenakan Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP. Mereka terancam pidana paling lama 15 tahun penjara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniKabupaten Malang hari iniPengeroyokan anggota perguruan silatPengeroyokan karangplosoperguruan silatPersaudaraan Setia Hati TeratePHST Karangploso
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Sardo Swalayan.

Gagal Curi Uang Rp48 Juta di Sardo Swalayan Malang, Wanita Jatuh ke Atap Rumah Warga

by Dwi Linda
20/07/2026 8:29 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Aksi pencurian di Sardo Swalayan, Kota Malang, berakhir apes. Seorang perempuan berinisial MYP, 27, diduga terjatuh dari...

Warga Turen.

Dugaan demi Judi Slot, Warga Turen Malang Nekat Curi Emas Tetangganya

by Dwi Linda
20/07/2026 2:40 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Seorang pria berinisial DCP, 40, warga Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, ditangkap jajaran Polres Malang setelah diduga mencuri...

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 12:04 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Satreskrim Polresta Tuban mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Seorang pria berinisial...

Gudang distributor makanan.

Terungkap! Warga Gresik Bobol Gudang Distributor Makanan di Kota Batu, Kirim Barang Curian lewat Ekspedisi

by Dwi Linda
18/07/2026 11:52 AM
0

BATU, Tugujatim.id – Satreskrim Polres Batu berhasil mengungkap kasus pembobolan gudang distributor makanan di Kota Batu, Jawa Timur. Seorang pria...

Next Post
Labuan Bajo.

Keindahan Labuan Bajo di NTT, Miniatur Surga Sajikan Destinasi Super Prioritas di Indonesia Timur Menyimpan Sejuta Kejutan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID