• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Rumah Honai salah satu rumah dengan gaya arsitektur budaya lokal Papua. (Foto: Pesona Indonesia via Indonesia.go.id)

Rumah Honai salah satu rumah dengan gaya arsitektur budaya lokal Papua. (Foto: Pesona Indonesia via Indonesia.go.id)

Lebih Dekat dengan Ragam Warisan Budaya Papua

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Sastra & Budaya, Pendidikan, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Keragaman budaya, keindahan alam, dan pesona wisata seolah sudah menjadi identitas yang melekat dengan Papua. Keunikan budaya mereka adalah bagian dari keberagaman yang menghiasi bangsa Indonesia. Ada banyak budaya dan hasil karya seni yang bisa dinikmati dari daerah asli Burung Cenderawasih ini. Simak ulasan berikut untuk mengenal lebih dekat keberagaman budaya di Papua:

Rumah Honai

Rumah Honai menjadi salah satu arsitektur lokal yang masih bertahan hingga saat ini. Rumah yang memiliki bentuk seperti jamur ini umumnya ditemukan di daerah lembah dan pegunungan di tengah pulau Papua terutama di ketinggian 1.600 – 1.700 meter di atas permukaan air laut. Suku Dani di lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya adalah kelompok yang dikenal masih banyak menggunakan rumah adat Honai.

You might also like

Tempat jogging Surabaya

12 Tempat Jogging Surabaya Favorit Warga dengan Udara Sejuk

21/07/2026 2:39 PM
Wisata Jombang

12 Tempat Wisata Jombang yang Cocok untuk Liburan Murah

21/07/2026 11:00 AM

Baca Juga: Gawat, Kontaminasi Mikroplastik Sungai Brantas Sudah Terjadi Sejak dari Malang

Menariknya meskipun terlihat kecil, rumah Honai terdiri dari dua lantai dengan fungsi yang berbeda. Lantai pertama diperuntukkan untuk tempat beristirahat dan tidur sedangkan lantai dua adalah tempat untuk bersantai, makan, dan aktivitas keluarga lainnya. Rumah Honai juga memiliki galian tanah di bagian tengah lantai yang berfungsi sebagai tungku untuk penerangan dan bara api untuk menghangatkan tubuh.

Ukiran Suku Asmat

Suku Asmat di Papua dikenal suka membuat ukiran-ukiran dari kayu. Seni ini bahkan sudah diwariskan sejak tahun 1700-an lalu. Bukan hanya sekedar mengukir kayu, mereka juga melakukan hal ini sebagai bagian dari upacara keagamaan.

Ide yang diperoleh untuk mengukir kayu diperoleh dari hasil dialog dengan arwah nenek moyang. Oleh karena itu, selain bisa menjadi media untuk mengekspresikan budaya, ukiran kayu ini juga menjadi media penghormatan kepada roh para leluhur. Seni ukir yang dihasilkan biasanya dalam bentuk orang, binatang, perahu, pohon, dan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Gerry Yo, Desainer Masker Glamor Asal Malang yang Mendunia

Tidak hanya dikenal unik oleh wisatawan lokal, ukiran suku Asmat juga memiliki daya tarik bagi dunia internasional. Ukiran artefak Suku Asmat ini sudah dapat ditemui di Museum Art of New York.

Fuu dan Tifa

Fuu merupakan alat musik adat yang kerap digunakan sebagai musik pengiring tari-tarian khas Papua khususnya masyarakat Suku Asmat, Kabupaten Merauke. Selain itu, masyarakat juga menggunakan alat musik ini untuk memanggil para warga dengan cara meniupnya.

Berbeda dari Fuu, alat musik Tifa adalah alat musik pukul yang terbuat dari kayu berbentuk tabung. Tifa juga digunakan saat upacara-upacara besar dan peringatan tertentu. Secara umum, Tifa merupakan alat musik khas Indonesia Timur sehingga keberadaannya juga bisa dijumpai di Maluku. Namun Tifa dari kedua daerah ini memiliki bentuk yang berbeda.

Baca Juga: Wiji Thukul, Mengenang Sastrawan dan Aktivis yang Hilang pada Masa Orde Baru

Kain Timor

Hasil karya Papua yang satu ini pertama kali muncul di Kota Sorong, Papua Barat, yaitu pada suku Maybrat yang merupakan salah satu penduduk asli wilayah kepala burung Papua. Kain Timor merupakan kain adat Papua dan digunakan sebagai mas kawin bagi masyarakat Maybrat.

Motif yang ada pada Kain Timor merupakan manifestasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar. Pewarna yang digunakan juga berasal dari bahan alami seperti akar pohon Ka’bo untuk warna merah, daun Ru Dao untuk warna nila dan daun Mengkude untuk warna kuning. (Andita Eka W)

 

Referensi: indonesia.go.id & indonesiakaya.com

Tags: BudayaPapua
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Tempat jogging Surabaya

12 Tempat Jogging Surabaya Favorit Warga dengan Udara Sejuk

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 2:39 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Mencari tempat jogging Surabaya yang nyaman dengan udara sejuk kini bisa kamu dapatkan dengan mudah. Yuk simak!...

Wisata Jombang

12 Tempat Wisata Jombang yang Cocok untuk Liburan Murah

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:00 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Kabupaten Jombang tidak hanya dikenal sebagai Kota Santri, tetapi juga memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk...

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Jatim Park Group.

Liburan Lebih Hemat! Promo Spesial Tiket Online Jatim Park Group Berlaku hingga 26 Juli 2026

by Dwi Linda
21/07/2026 2:37 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Jatim Park Group kembali menghadirkan promo spesial bagi wisatawan melalui program "Gratis Masuknya, Liburan Hemat" yang berlaku...

Next Post
Pengumuman batas waktu penukaran uang kuno dari Bank Indonesia. (Foto: Twitter Bank Indonesia)

Ingat! Besok Batas Akhir Penukaran Uang 6 Pecahan Rupiah yang Tak Laku

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID