• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pelecehan Seksual pada Anak.

Mahasiswa UM Kirana Audinda Yuannisa saat beri penyuluhan pendidikan seksual usia dini pada siswa SDN 1 Kedungrejo, Kabupaten Malang. (Foto: dok. FPsi UM)

Ingin Cegah Pelecehan Seksual pada Anak, Mahasiswa Psikologi UM Ajarkan Siswa SD Kenali Bagian Tubuh

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Tingginya kasus pelecehan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia, membuat pendidikan seksual menjadi penting untuk diajarkan sedini mungkin. Hal inilah yang melatarbelakangi Kirana Audinda Yuannisa, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan penyuluhan pendidikan seksual anak usia dini di SDN 1 Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan pada Sabtu (14/10/2023) dan diikuti 22 siswa kelas 1. Para siswa diajak belajar bagian tubuh yang harus dilindungi agar tidak disentuh oleh sembarang orang dan perilaku yang harus dilakukan ketika mengalami perilaku kekerasan seksual.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Kirana menyebutkan jika pendidikan seksual dapat diberikan melalui beberapa metode dari berbagai tempat, baik dari rumah, sekolah, lembaga non pendidikan, dan lain sebagainya.

“Pendidikan seksual merupakan salah satu pendidikan yang harus diajarkan kepada anak-anak dengan tujuan agar mereka memiliki pengetahuan dini terkait organ tubuh serta nilai moral yang berkaitan dengan masalah seksualitas,” jelasnya.

Sebelum penyuluhan soal edukasi pelecehan seksual pada anak, Kirana telah melakukan survei terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan kepala sekolah serta guru SDN Kedungrejo 1. Setelah itu, dia mempersiapkan berbagai keperluan untuk mendukung berlangsungnya penyuluhan.

“Kegiatan penyuluhan diawali dengan pengisian kertas dengan simbol yang telah disediakan untuk mengukur seberapa jauh siswa mengetahui bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain,” imbuhnya.

Para siswa pun diberi wawasan perilaku yang harus dilakukan ketika mengalami pelecehan seksual. Materi pun dikemas semenarik mungkin. Siswa diajak terlibat aktif sehingga materi berjalan dua arah. Mereka juga diajak untuk bernyanyi bersama dengan lagu “Sentuhan boleh, sentuhan tidak boleh,” karya Sri Seskya Situmorang.

Selanjutnya, para siswa pun diminta untuk mengisi kembali lembar kerja dengan menempel simbol untuk mengetahui seberapa jauh mereka menangkap penyampaian materi. Kegiatan ditutup dengan pembagian reward berupa makanan ringan sebagai ucapan terima kasih kepada siswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kirana menjelaskan jika pendidikan seksual kurang ditekankan oleh orang tua karena kesibukan masing-masing. Di samping itu, pemberian informasi terkait pendidikan seksual kurang dianggap penting dan cenderung tabu apabila disampaikan kepada anak-anak.

Penyuluhan Pelecehan Seksual pada Anak.
Siswa kelas 1 SDN 1 Kedungrejo mengisi lembar kerja usai mendapat materi pengenalan bagian tubuh yang harus dilindungi. (Foto: dok. FPsi UM)

Padahal, pengetahuan anak-anak terkait dengan seksualitas sangat menentukan bagaimana mereka dapat menjaga diri dan menghindari perilaku seksualitas yang tidak sesuai secara moral.

Merujuk data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tercatat jumlah kasus kekerasan seksual di Indonesia mencapai 8.254 kasus dengan 1.419 kasus kekerasan seksual yang dialami oleh anak berusia 6-12 tahun.

Sementara itu, jumlah kasus kekerasan seksual di Jawa Timur tercatat 308 kasus dengan 169 korban merupakan anak-anak. Kasus pelecehan seksual pada anak tersebut terjadi di berbagai lokasi seperti rumah, sekolah, tempat umum, dan lain sebagainya.

Mahasiswa Psikologi UM ini pun bersyukur proses pengabdian masyarakat telah berjalan sesuai dengan rencana meski hasilnya belum dapat diterapkan secara langsung. Tapi, pelaksanaan kegiatan ini tentu diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk peduli akan organ tubuh mereka dan mengetahui seberapa jauh orang lain dapat berperilaku kepada mereka.

“Harapannya, kegiatan berikutnya dapat mengangkat tema-tema yang lebih beragam dengan jumlah pertemuan yang lebih banyak. Hal tersebut bertujuan untuk terus menanamkan pengetahuan anak-anak terkait pendidikan seksual sehingga pelecehan seksual pada anak di Indonesia, khususnya Kabupaten Malang dapat dihindari,” tutur Kirana.

Writer: Imam A. Hanifah

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Artikel psikologiBerita Fakultas Psikologi UMBerita Kabupaten Malang hari iniCegah pelecehan seksual anakDepartemen Psikologi UMFakultas Psikologi Kampus UMFakultas Psikologi UMfakultas psikologi universitas negeri malangKabupaten Malang hari iniSDN 1 Kedungrejo Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

DPRD Surabaya.

Predikat Kota Layak Anak Tercoreng, DPRD Surabaya Desak Penutupan Spa Terlibat TPPO

by Dwi Linda
02/06/2026 7:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya bereaksi keras terhadap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan...

Pegadaian Surabaya.

Rencanakan Keuangan Keluarga, Pegadaian Surabaya Edukasi 100 Anggota Muslimat NU Tuban lewat Investasi Emas

by Dwi Linda
02/06/2026 3:41 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Komitmen tinggi PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya terus diperkuat dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui...

Next Post
Timnas Indonesia U-17.

Jelang Laga Perdana, Waketum PSSI Girang Timnas Indonesia U-17 Makin Progres

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID