• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sampah organik.

Avinda Mutiara Ramadhani, mahasiswa Fakultas Psikologi UM berikan materi pengolahan sampah organik pada siswa SDN 7 Sumberagung Banyuwangi. (Foto: dok. FPsi UM)

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Psikologi UM Ajak Siswa SD di Banyuwangi Pilah dan Olah Sampah Organik sejak Dini

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Ketiadaan pengolahan sampah organik di SDN 7 Sumberagung, Banyuwangi, membuat mahasiswa Fakultas Psikologi UM tergerak untuk menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Sabtu (30/9/2023).

Adalah Avinda Mutiara Ramadhani, mahasiswa semester 7 yang berinisiatif untuk mengajak siswa SD untuk mengolah sampah menjadi pupuk kompos sejak dini.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Inisiatif Avinda bermula dari kondisi sampah yang ada di SDN 7 Sumberagung memang dijadikan satu. Antara sampah organik dan non organik. Hal ini pun menimbulkan bau tidak sedap dan menumpuk berhari-hari.

“Melihat kondisi tersebut, saya memiliki motivasi untuk menyediakan 2 tempat sampah organik dan anorganik untuk mempermudah anak-anak membuang sesuai jenisnya. Kemudian setelah itu, sampah yang dipisahkan dapat diolah dengan mudah menjadi pupuk kompos yang lebih bermanfaat,” katanya.

Diikuti oleh 45 siswa dari kelas 4, 5, dan 6, kegiatan dibuka dengan pembukaan oleh kepala SDN 7 Sumberagung. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi cara mengolah sampah menjadi pupuk kompos.

Dalam materinya, mahasiswa semester 7 ini menjelaskan bagaimana cara mengimplementasikan pemilahan sampah dan cara mengolahnya menjadi kompos. Tidak cukup sampai di situ, usai jeda, siswa diajak untuk mempraktikkan langsung cara memilah dan mengolah sampah.

“Jadi setelah anak-anak diberikan materi tentang pentingnya memilah sampah, mereka disuruh mempraktikkan dengan mengambil sampah yang ada di aula kemudian disuruh membuang sesuai dengan jenisnya,” jelas Avinda.

Dia kemudian mengajak anak-anak tersebut untuk mengolah sampah organik yang sudah dipisahkan menjadi pupuk kompos yang dicampur dengan pupuk kandang.

Psikologi UM olah sampah organik.
Para siswa diajak praktik langsung bagaimana mengolah sampah organik menjadi kompos. (Foto: Dok. FPsi. UM)

Dengan arahan dari dosen pembimbingnya Faliha Muthmainah SPsi SPdI MSi, Avinda mengaku bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang juga jadi bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini sengaja menyasar anak usia sekolah dasar demi memberi edukasi lingkungan sejak dini.

“Materi ini sebenarnya yang sangat ringan, tapi sering diabaikan oleh anak-anak. Selain pemaparan materi, anak-anak juga diajarkan untuk praktik langsung,” sebutnya.

Menurut Avinda, para siswa SDN 7 Sumberagung itu tampak sangat bersemangat saat diajak untuk memilah dan mengolah sampah.

“Tidak hanya penyampaian materi, tapi juga praktik langsung. Ketika praktik membuat pupuk kompos, mereka sangat bersemangat karena merupakan pengalaman pertama mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos,” imbuhnya.

Dengan terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini, Avinda berharap anak-anak sebagai generasi penerus bisa menyadari pentingnya menjaga lingkungan sedari usai dini.

“Meski simpel tapi kebiasaan kecil tersebut harus dibentuk untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, anak-anak juga lebih memahami bahwa setelah dipilah akan lebih memudahkan dalam proses pengolahan sampah organik,” ujarnya.

Writer: Imam A. Hanifah

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Banyuwangi hari iniBerita Banyuwangi hari iniBerita Fakultas Psikologi UMFakultas Psikologi UMMahasiswa Psikologi UMOlah sampah organikPengolahan sampah organikPsikologi UMSDN 7 Sumberagung Banyuwangi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Petani tomat.

Berkah Musim Kemarau, Petani Tomat di Tuban Raup Untung Besar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID