JEMBER, Tugujatim.id – Putri Maulidhiya, Kepala Dapur SPPG di Jember, tepatnya di Jalan Sriwijaya Sumbersari, mengakui adanya miskomunikasi internal yang menyebabkan distribusi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sesuai standar.
Pengakuan ini menyusul viralnya keluhan penerima MBG di media sosial dan menuai inspeksi mendadak (sidak) oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember di bawah komando Bupati Muhammad Fawait.
“Intinya ada miskomunikasi antara pihak internal dapur. Jadi yang didistribusikan itu tidak tepat jumlahnya,” ujar Putri saat dikonfirmasi Tugujatim.id, Jumat (30/01/2026).
Baca Juga: Porsi MBG Jember Tak Sesuai, Pemkab Sidak Dapur SPPG di Jalan Sriwijaya Sumbersari
Putri menjelaskan, permasalahan terjadi pada koordinasi internal dapur sehingga jumlah makanan yang didistribusikan tidak sesuai rencana. Namun, dia menegaskan, kelebihan bahan makanan tetap tersimpan di dapur dan tidak hilang.
“Untuk kelebihan bahan ada. Kalau mau dilihat ada, bahan yang lebih itu ada. Tidak ke mana-mana bahan tersebut. Memang dari rencana kami dari awal mau diserahkan di hari setelahnya, tapi sudah keduluan kejadian ini,” jelasnya.
Terkait menu yang tidak sesuai, Putri menjelaskan, untuk hari tersebut memang tidak ada menu buah karena diganti dengan susu segar. Namun, sekolah yang memviralkan keluhan sejak awal tidak menerima susu dan selalu mengembalikannya ke dapur.
Mengenai anggaran, Putri menegaskan bahwa alokasi untuk menu kecil sebesar Rp8.000 dan menu besar Rp10.000, sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis). Dia membantah angka Rp15.000 yang beredar di masyarakat.
“Kalau anggaran yang menu kecil itu Rp8.000, kalau yang menu besarnya ada Rp10.000. Yang beredar Rp15.000 itu masih belum sesuai karena di juknis, tetap Rp8.000 sama Rp10.000,” jelasnya.
Evaluasi Satgas MBG Kabupaten Jember
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman mengungkapkan, pihaknya telah mengevaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang menuai sorotan publik tersebut. Dia mengatakan, evaluasi dilakukan menyusul viralnya keluhan di media sosial terkait menu MBG yang tidak sesuai standar.
“Ada beberapa hal yang memang kurangnya koordinasi antara kepala dapur, kemudian ke ahli gizi, serta relawan sehingga terjadi miss. Yang harusnya satunya tiga, ternyata satu,” ungkap Helmi.
Dia menambahkan, keluhan viral tersebut berasal dari beberapa sekolah TK di Jember. Atas kejadian ini, pihaknya meminta maaf dan memberikan pembinaan kepada pihak SPPG agar ke depannya dapat beroperasi sesuai standard operating procedure (SOP).
“Kandungan kalori, kandungan serat, kandungan nutrisi harus diperhatikan. Ini bukan menjustifikasi, tapi kami memperbaiki ke depannya layanan SPPG menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.
Baca Juga: Menu MBG di Jember Viral, Warganet Pertanyakan Kelayakan dan Anggaran Rp15 Ribu Per Porsi
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Helmi menyatakan pengawasan akan dilakukan secara berkala oleh Satgas Kabupaten dan Satgas Kecamatan. Satgas Kecamatan terdiri dari muspika, camat, danramil, kapolsek, dan kepala puskesmas.
“Pengawasan akan dilakukan secara berkala di semua SPPG di Kabupaten Jember. Nantinya akan diwajibkan mem-posting makanan yang akan dibagikan setiap hari,” ujarnya.
Putri menambahkan, pihak dapur akan memperketat kontrol internal dengan melakukan cross check ulang terhadap perintah dan hasil kerja relawan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Helmi juga menegaskan, peran satgas hanya fokus pada quality control atau kontrol kualitas makanan, bukan mengawasi keluar masuknya anggaran SPPG.
“Yang kita adalah kualitas kontrol saja, bukan anggarannya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








