• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Warga Desa Tulungrejo, Kota Batu tengah mengaduk adonan jenang bersama untuk memohon keselamatan terhindar dari penyakit, Rabu (11/8/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim) ngudek jenang

Warga Desa Tulungrejo, Kota Batu tengah mengaduk adonan jenang bersama untuk memohon keselamatan terhindar dari penyakit, Rabu (11/8/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Melihat Tradisi ‘Ngudek Jenang’ untuk Tolak Bala di Desa Tulungrejo Kota Batu

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Featured, Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Tradisi ‘ngudek jenang‘ atau mengaduk bubur jenang kembali dilakukan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (11/8/2021). Tradisi ini dilakukan dalam rangka selamatan desa dan juga memohon keselamatan kepada Sang Pencipta agar terhindar dari penyakit.

Selain itu, tradisi ngudek jenang ini juga sudah dilakukan tiap tahunnya. Baik di acara pernikahan maupun hari raya. Tampak mereka berkumpul dan bersama-sama mengaduk adonan jenang di wajan besar.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Total ada 5 wajan besar berukuran sekira 1,3 meter yang ditempatka di 2 titik di Kantor Desa dan Wisata Kebon Desa. Mereka membuat 100 kilogram adonan jenang. Saking banyaknya, adonan ini harus terus diaduk. Sebab itu, pengaduk adonan ini harus dilakukan bergantian.

Menurut Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, ini adalah bentuk warga desa nguri-uri budaya. Selain keselamatan, juga untuk menjaga kerukunan warga desa.

”Dan yang paling penting itu sekarang sebagai rasa syukur kepada Pencipta dan memohon selamat agar dijauhkan dari penyakit,” terannya pada awak media.

Angkat Unsur Guyub dan Kerukunan Antarwarga

Warga Desa Tulungrejo, Kota Batu tengah mengaduk adonan jenang bersama untuk memohon keselamatan terhindar dari penyakit, Rabu (11/8/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Warga Desa Tulungrejo, Kota Batu tengah mengaduk adonan jenang bersama untuk memohon keselamatan terhindar dari penyakit, Rabu (11/8/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dijelaskan Suliono, dari tradisi ngudek jenang ini punya filosofi kerukunan. Di mana seberat-beratnya adukan jenang, pasti akan menjadi ringan jika dilakukan bersama-sama.

“Ada filosofi dari ngudek jenang ini. Yakni seberat-berat mengaduk jenang itu, akan menjadi ringan, karena jenang itu harus dimatangkan dengan sekuat tenaga kita secara bersama. Dari situlah terciptanya guyub dan rukun,” tambahnya.

Adonan ini dibuat dari campuran tepung beras, tepung ketan, gula jawa, kelapa hingga jahe. Adonan ini ditempatkan di atas kompor atau pawon yang terbuat dari tanah liat.

“Nanti kalau jenang sudah matang, nanti dibungkus menggunakan daun pisang dan lalu akan dibagikan kepada semua warga untuk disantap bersama,” pungkas dia.

Tags: Batuberita batuberita Batu hari iniberita malangberita Malang hari iniKota BatuMalangtradisi
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Next Post
Kati Pohler saat bersama kedua orangtua kandungnya, Fenxiang dan Lida. (Foto: BBC)

20 Tahun Berpisah, Anak yang 'Dibuang' Akhirnya Bertemu Orang Tuanya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID