• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
anak-anak membawa sampah. Menengok Gubuk Baca Lereng Busu: Kala Sekolah Cukup Dibayar dengan Sampah

Anak-anak membawa sampah untuk dibawa ke Gubuk Baca Lereng Busu, Malang. (Foto: BEN)

Menengok Gubuk Baca Lereng Busu: Kala Sekolah Cukup Dibayar dengan Sampah

Dari Sampah Untuk Masa Depan

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Featured, News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

“Rendahnya tingkat pendidikan anak-anak di sekitar sini menjadikan alasan kami mendirikan gubuk baca,” ucap Wahyu Widodo mengawali cerita bagaimana dia mendirikan tempat belajar Gubuk Baca Lereng Busu.

Gubuk baca yang didirikannya ini berada di Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Di sini, puluhan anak-anak dari tingkat PAUD hingga SMA belajar di rumah warga yang dijadikan ruangan kelas.

You might also like

UM dan BRIN.

UM dan BRIN Perpanjang Kerja sama, Perkuat Ekosistem Riset dan Pengembangan Talenta Peneliti

04/07/2026 9:02 PM
Kecelakaan di Surabaya.

417 Kendaraan Barang Bukti Kecelakaan di Surabaya Bisa Diambil Gratis, Ini Syaratnya

04/07/2026 8:36 PM

Baca Juga: Hindari Melakukan 7 Hal ini di Rutinitas Pagi

“Awalnya pada tahun 2016, tempatnya kecil sudah tidak muat, akhirnya kita membuat seperti gubuk ini di samping rumah,” tambahnya.

Selain belajar mengajar mengenai materi sekolah pada umumnya, di tempat itu juga diajarkan berbagai keterampilan kerajinan tangan, kesenian lokal Malang.

Suasana di Gubuk Baca Lereng Busu
Suasana di Gubuk Baca Lereng Busu. (Foto: BEN)

Adanya tempat belajar ini bertujuan sebagai pendorong anak-anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Lulusan perguruan tinggi di kampung saya ini masih belum banyak, dapat dihitung jari,” Kata Kusnadi yang juga sebagai pendiri Gubuk Baca Lereng Busu.

Dia juga menambahkan, sebagian anak-anak di sini tidak melanjutkan pendidikan bukan karena kekurangan ekonomi, melainkan jumlah hewan ternak mereka banyak akhirnya dari pada sekolah lebih baik mengurus hewan ternak.

Baca Juga: 12 Aplikasi untuk Membuat Hidup Lebih Terorganisir

Sampah di Gubuk Baca Lereng Busu juga Dijadikan Karya Seni

Kerajinan dari sampah
Seorang anak memamerkan kerajinan tangan yang berasal dari sampah. (Foto: BEN)

Selain itu, ada sesuatu yang menarik dalam sistem pembelajaran yang dilakukan di tempat ini. Yakni siswa yang belajar cukup membayar dengan sampah.

“Hampir setiap hari mereka membawa sampah ke sini, untuk diolah menjadi kerajinan tangan,” kata Kusnadi yang akrab dipanggil Abid ini.

Hasil kerajinan ini dijual, untuk membantu membiayai operasional gubuk baca. beberapa kerajinan dari hasil daur ulang sampah ini ada tempat bolpoin, vas bunga, asbak dan lainnya. Mereka menjualnya mulai harga 15 ribu hingga 75 ribu.

Baca Juga: Hari Ayah Nasional: Ragam Cerita Peringatan Hari Ayah di Dunia

“Ini juga sebagai usaha kami mengurangi sampah, karena banyak orang yang masih membuang sampah rumah tangga di sungai”Tambahnya.

Dari hasil usaha mereka, ada beberapa anak didik yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Mereka berharap ini sebagai jalan agar daerah tinggal mereka lebih maju. (ben/gg)

Tags: gubuk bacaKabupaten MalangMalangpendidikansampahsekolah
Redaksi

Redaksi

Related Stories

UM dan BRIN.

UM dan BRIN Perpanjang Kerja sama, Perkuat Ekosistem Riset dan Pengembangan Talenta Peneliti

by Dwi Linda
04/07/2026 9:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kuliah umum bertajuk...

Kecelakaan di Surabaya.

417 Kendaraan Barang Bukti Kecelakaan di Surabaya Bisa Diambil Gratis, Ini Syaratnya

by Dwi Linda
04/07/2026 8:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya menggelar bazar pengembalian 417 kendaraan jadi barang bukti (BB) kecelakaan lalu...

KDKMP di Blitar.

Gaji Perdana Karyawan KDKMP di Blitar Mulai Cair, Manajemen Janji Bayar Kekurangan 14 Juli

by Dwi Linda
04/07/2026 6:44 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Kesimpangan informasi mengenai pemenuhan gaji pekerja di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kota Blitar akhirnya menemui...

BKD Jatim.

BKD Jatim Ungkap Pinjol dan Judol Jadi Ancaman bagi ASN, Bisa Berujung Perceraian

by Dwi Linda
04/07/2026 6:19 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur mewaspadai persoalan ekonomi yang dialami aparatur sipil negara (ASN), termasuk akibat...

Next Post
kesukesasan seseorang. Orang Kaya Punya Kesempatan Lebih Sukses? Yuk Kita Tinjau Privilege dan Kerja Keras

Orang Kaya Punya Kesempatan Lebih Sukses? Apa Benar?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID