Meski Suspect Corona, Warga di Malang Tetap Gunakan Hak Pilih - Tugujatim.id

Meski Suspect Corona, Warga di Malang Tetap Gunakan Hak Pilih

  • Bagikan
Petugas KPPS keliling mengantarkan surat suara di rumah pasien isolasi mandiri di Kabupaten Malang, Rabu (9/12). (Foto: Azm/Tugu Jatim)
Petugas KPPS keliling mengantarkan surat suara di rumah pasien isolasi mandiri di Kabupaten Malang, Rabu (9/12). (Foto: Azm/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Partisipasi warga dalam ajang Pilkada Kabupaten Malang 2020 tak mengenal kondisi kesehatannya. Seperti terjadi di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini. Total sebanyak 9 pasien suspect COVID-19 tetap menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Bupati Malang, Rabu (9/12).

Namun, mereka tak melakukan pencoblosan di TPS. Melainkan, petugas KPPS setempat yang jemput bola mengantarkan surat suara ke rumah pasien masing-masing. Dari 9 pasien suspect ini, tiga diantaranya dinyatakan positif sementara karena ada riwayat kontak erat sebelumnya. Akhirnya, mereka direkomendasikan untuk isolasi mandiri.

Baca Juga: Pemanasan Global Lebih Berbahaya daripada Virus Corona

Ketua PPS Muhammad Fairuz, inisiatif ini dilakukan mengingat kesempatan dan hak politik yang sama dengan pemilih lain (non-pasien). Hingga kemudian, dari data yang diterima melalui KPU Kecamatan, diketahui ada pasien suspect yang sedang jalani isolasi mandiri.

“9 orang ini terdiri dari 2 orang pasien isolasi di TPS 4. Lalu, di TPS 7 ada 4 orang yang punya hak suara 2 orang masih anak-anak dan 1 meninggal dunia,” papar dia.

Ia mengisahkan, sebelum menuju rumah mereka, total ada 3 petugas KPPS terlebih dulu menjalani sterilisasi dan dibekali Alat Pelindung Diri (baju hazmat), masker, face shield hingga sepatu boots.

Untuk teknisnya, pencoblosan dilakukan di rumah masing-masing. Kotak suara bersegel ini khusus dan terpisah dengan kotak suara umumnya. Nanti, akan diproses sterilisasi, termasuk, petugas KPPS.

Baca Juga: Kala Burung Kakaktua Jambul Kuning Hanya Tersisa 25 Ekor di Habitat Asli Mereka

“Semua menggunakan standar protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Satu petugas, satu hazmat, di satu rumah,” terangnya.

Sementara itu, Tinton Alfi, salah satu petugas KPPS yang terjun langsung ke rumah pasien mengaku berani karena mereka, meski dalam kondisi suspect COVID-19 tetap memiliki hak pilih yang sama dengan warga lainnya.

Lagipula, standar protokol hingga kelengkapan APD dirinya saat bertugas juga sudah mumpuni. “Sudah jadi kewajiban kita melayani aspirasi masyarakat. Biar begitu, saya tetap waspada dengan menjaga kondisi tubuh dan kebersihan,” akunya. (azm/gg)

  • Bagikan