News  

Pasang Payung Madinah, Warga Pasuruan Heboh Temukan Rel Kereta Api Kuno Diduga Peninggalan Belanda

Rel kereta api kuno. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Warga melihat penemuan rel kereta api diduga peninggalan zaman Belanda di depan Masjid Jami' Al-Anwar Kota Pasuruan, Minggu (14/08/2022). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, Tugujatim.id – Sejumlah jamaah Masjid Jami’ Al-Anwar Kota Pasuruan dihebohkan dengan penemuan rel kereta api kuno diduga bekas peninggalan Belanda. Bekas rel kereta trem tersebut ditemukan di tengah proses pembangunan proyek payung Madinah.

Besi rel kereta api kuno yang masih utuh tersebut terlihat ketika aspal di depan Masjid Jami’ Al-Anwar dikeruk dengan alat berat. Besi yang sudah ada sejak zaman Belanda itu memanjang dari arah utara ke selatan.

Yasin, 68, warga Kampung Kauman, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, mengatakan, rel kereta trem itu sudah ada semenjak dia masih kecil. Dia pun kembali teringat nostalgia suasana masa kecilnya yang kerap bermain di sekitar rel kereta api tersebut.

“Jadi kangen pas masih kecil, saya ingat betul kalau sering bermain di sini,” kata Yasin pada Minggu (14/08/2022).

Rel kereta api kuno. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Kondisi rel kereta api kuno yang diduga peninggalan zaman Belanda di depan Masjid Jami’ Al-Anwar Kota Pasuruan, Minggu (14/08/2022). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Dia menjelaskan, rel kereta api kuno tersebut dulunya dilewati kereta trem yang digunakan sebagai alat transportasi warga. Selain itu, rel itu juga pernah digunakan untuk kereta pengangkut tebu saat zaman Belanda.

“Relnya panjang mulai dari perempatan Bioskop Kumala sampai ke wilayah Pleret, Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kasi Sejarah dan Cagar Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Kurniawan mengungkapkan, pihaknya masih mempelajari lebih lanjut terkait penemuan rel kereta kuno tersebut.

“Kami pelajari dulu dari referensi-refrensi sejarah. Baru nanti kami konsultasikan ke Pemerintah Provinsi Jatim untuk ke depannya,” ujarnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim