• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi pemanasan global yang terjadi akibat polusi pembakaran minyak bumi.

Ilustrasi pemanasan global yang terjadi akibat polusi pembakaran minyak bumi. (Foto: Unplash)

Peka dan Responsif terhadap Pemanasan Global

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nana Mardiana*
Tugujatim.id – Kita harus peka dan rensponsif terhadap pemanasan global yang kian mengancam kehidupan kita sendiri. Pemanasan global (global warming) bukan masalah yang dapat dapat dianggap remeh. Banyak dampak negatif yang terjadi pada bidang kehidupan manusia. Misalnya, kerusakan terumbu karang, kebaran hutan, dan lain-lain.

Para peneliti menjelaskan pemanasan global adalah suatu kondisi di mana terjadi peningkatan suhu rata-rata di atmosfer bumi. Pemanasan global dapat disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, industri, dan deforestasi hutan dalam skala besar. Aktivitas tersebut menjadi pemicu emisi karbon dan akhirnya bermuara pada efek rumah kaca.

You might also like

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

20/07/2026 4:35 PM
Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

14/07/2026 2:15 PM

Secara proses, pemanasan global dapat terjadi saat energi matahari yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh permukaan bumi dan awan. Namun, energi yang dipantulkan terhalang emisi karbon seperti CO2 dan gas lain. Akibatnya, suhu bumi meningkat karena adanya panas yang terjebak di atmosfer.

Dilansir dari dunia.tempo.co.id, pada November 2021 Indonesia menempati peringkat ke-8 sebagai negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Kontribusi emisi karbon yang diberikan sebanyak 0,5 miliar metrik ton. Nah, prestasi bertajuk ironi ini tentu perlu kita soroti bersama bukan?

Jadi jelas kenaikan suhu udara di Indonesia saat ini sebagai dampak pemanasan global. Jika belakangan ini kita merasa kepanasan atau gerah dan berpikir terjadi kenaikan suhu udara yang tidak biasa maka berarti kita meski peka dengan dampak negatif pemanasan global. Namun, peka saja tidak cukup. Perlu adanya sikap responsif terhadap dampak permasalahan tersebut.

Pada 31 Oktober-12 November 2021 digelar KTT PBB (konferensi tingkat tinggi perserikatan bangsa-bangsa) terkait perubahan iklim yang mempertemukan para pemimpin dunia di Glasgow, Skotlandia.

Konferensi tersebut juga biasa dikenal dengan sebutan COP26. Hal ini menjadi momen emas bagi Indonesia untuk bersikap responsif terhadap permasalahan pemanasan global. Jadi, sudah siapkah Anda menjadi peka dan responsif terhadap pemanasan global?

*Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Jember sekaligus member Garuda Literasi

Tags: Efek Rumah Kacaglobal warmingpemanasan global
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

by Dwi Linda
20/07/2026 4:35 PM
0

Oleh: Narudin Pituin Tugujatim.id - Saya menguji dan meneliti buku berjudul 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026) melalui...

Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 2:15 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, semakin dekat. Momentum krusial ini...

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

by Mochamad Abdurrochim
05/07/2026 10:21 AM
0

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wakil Sekretaris PCNU kota Malang Ada satu kalimat yang sejak lama...

Next Post
Pelaku perampokan. (Foto: Polres Pasuruan/Tugu Jatim)

Hajar Aswat, Pelaku Perampokan Uang Rp 33 Juta dan Lecehkan Anak Pemilik Rumah di Pasuruan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID