MOJOKERTO, Tugujatim.id – Dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di salah satu lembaga pendidikan di Mojokerto. Dari informasi yang dihimpun, lebih kurang 30 pelajar menderita keluhan bermacam-macam diduga keracunan MBG, mulai mual, muntah, pusing, hingga diare sejak Jumat (09/01/2026).
Dari keluhan diduga keracunan MBG yang timbul tersebut, satu per satu pelajar ini dilarikan menuju fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Gondang untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara, kedatangan pelajar tersebut ke fasilitas kesehatan ini hampir bersamaan, yakni dalam kurun waktu pukul 09.30-10.00 WIB.
Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Kota Mojokerto: Ironi Kesejahteraan Guru di Tengah Program MBG
Keterangan dari pihak puskesmas membenarkan adanya peristiwa ini. Sementara, keterangan dari Kepala Puskesmas Gondang Rohmatun Naja menyebutkan bahwa tenaga medis kini masih fokus menangani keluhan dari pasien yang sedang membutuhkan penanganan medis.
“Dugaan karena keracunan, mulai masuk pasien itu pukul 09.30-10.00,” urainya, Sabtu (10/01/2026).
Korban Keracunan Alami Gejala Bermacam-macam
Masih kata Naja, keluhan pelajar yang datang ke puskesmas bermacam-macam, seperti diare, muntah, hingga pusing. Sementara, pelajar tersebut datang dari wilayah Kutorejo sembari didampingi oleh pengajar dari salah satu yayasan lembaga pendidikan di Mojokerto.
“Kami fokus dulu untuk menangani kondisi pasien agar stabil. Gejala muntah, lalu sebagian diare serta pusing,” tandasnya.
Kini, pihak puskesmas masih mendata terkait dari mana asal pelajar, termasuk jenjang pendidikan pelajar yang diduga menderita keracunan ini.
“Apakah SD atau SMP, masih kami identifikasi. Kami sampaikan nanti data lengkapnya bila proses identifikasi sudah selesai,” terang Naja.
Baca Juga: Polres Tuban Terus Dalami Kasus Keracunan Siswa di SMKN Palang
Sementara itu, setelah mendapatkan perawatan medis secara intensif, kondisi pelajar perlahan menunjukkan tren positif. Frekuensi diare maupun muntah yang dikeluhkan mulai menurun.
“Setelah mendapat penanganan (medis) tren pasien memang positif. Tapi tetap kami pantau secara ketat,” kata Naja.
Keluhan ini dituturkan oleh salah satu pelajar, sebut saja AD yang berusia 17 tahun. Dia mengeluh mual, pusing hingga muntah pada Jumat malam (09/01/2026).
“Malam itu, Jumat (09/01/2026) kerasa mual, muntah, pusing, perut tidak enak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








