TUBAN, Tugujatim.id – Hati Purwanto, ayah dari korban pembunuhan wanita di tengah sawah Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, begitu hancur. Lelaki paro baya itu tidak pernah menyangka, pria yang semula dianggap akan menjadi calon menantunya, justru dia menjadi pelaku pembunuhan wanita di tengah sawah yang tidak lain adalah anak semata wayangnya.
Puji Rahayu, 22, putri tunggal yang selama ini menjadi harapan keluarga, meregang nyawa di tangan kekasihnya sendiri, Sulthon Farid. Dia ditemukan tidak bernyawa di tengah sawah dengan kondisi mengenaskan.
Baca Juga: Detik-Detik Kisah Tragis, 38 Reka Adegan Pembunuhan Sadis Wanita di Tengah Sawah Tuban
Rekonstruksi 38 adegan pembunuhan yang digelar polisi pada Kamis sore (10/07/2025), menjadi bukti betapa keji akhir perjalanan cinta mereka.
Pada Jumat malam (20/06/2025) sebelum kejadian, Purwanto mengaku, kalau pelaku akan berencana membawa keluarga besarnya datang ke rumahnya. Tujuannya, melamar Puji secara resmi. Tapi rencana yang penuh harapan itu berubah menjadi duka mendalam.
“Enggak nyangka, Mas. Saya kira dia niat baik, malah ternyata, anak saya dibunuh,” ujar Purwanto lirih, saat ditemui usai mengikuti rekonstruksi di Mapolres Tuban.
Yang membuat hatinya kian perih, pelaku pembunuhan wanita di tengah sawah ini sempat datang ke rumah korban dan berpura-pura tidak tahu. Bahkan di hadapan keluarga, dia berusaha bersandiwara seolah-olah ikut mencari Puji.
Pelaku juga sempat mencoba menghubungi korban. Padahal, ponsel korban telah dibawa kabur oleh pelaku setelah menghabisi nyawanya.
“Bayangin aja, Mas. Dia datang ke rumah kami, tanya-tanya, seolah-olah nggak tahu. Padahal dia pelakunya. Itu yang bikin saya geregetan,” tuturnya.
Keluarga Korban Minta Hukuman Seberat-beratnya
Purwanto tidak bisa menutupi amarah dan kecewanya saat melihat langsung wajah pelaku saat rekonstruksi. Di saat seluruh keluarga masih berduka, Farid harus berhadapan dengan hukum atas perbuatannya.
“Anak saya nggak akan bisa balik lagi. Kalau saya boleh berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa seumur hidup atau hukuman mati sekalian,” tegas Purwanto, penuh emosi.
Kini, keluarga hanya bisa menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan berharap keadilan ditegakkan seadil-adilnya.
Diberitakan sebelumnya, penemuan jenazah di tengah sawah Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, ternyata korban pembunuhan. Korban diketahui sebagai PR, 22, warga Desa Tingkis yang menghilang sejak tiga hari lalu.
Jasad PR ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kepala terendam lumpur pada Senin siang (23/06/2025). Tidak butuh waktu lama, korban berhasil diidentifikasi sekaligus menangkap pelaku pembunuhan wanita di tengah sawah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








