Pemkot Malang Larang Pesta Kembang Api hingga Konvoi saat Tahun Baru

  • Bagikan
Wali Kota Malang Sutiaji melarang pesta tahun baru
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Fen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan sejumlah skema seiring dengan persebaran COVID-19 yang kembali melonjak. Di antaranya melarang tempat rekreasi atau hiburan untuk mengadakan pesta kembang api maupun kegiatan yang mengundang massa.

Hal tersebut seiring dengan terbitnya Surat Edaran nomor 32 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Ibadah dan Perayaan Natal Tahun 2020 Serta Tahun Baru 2021.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Menurut Wali Kota Malang Sutiaji, pelarangan tersebut diharapkan dapat mengantisipasi adanya kerumunan saat malam pergantian tahun. Sekaligus munculnya klaster-klaster baru COVID-19.

Baca Juga: Pencemaran Mikroplastik Sungai Brantas Tinggi, Didominasi Limbah Rumah Tangga

“Kami tidak memperbolehkan ada hiburan atau kegiatan malam. Supaya meniadakan kegiatan yang mengumpulkan massa, nanti hotel akan kami beri surat edaran, (berkaitan perayaan Tahun Baru),” katanya

Ya, dalam surat edaran tersebut di poin 2 Perayaan Tahun Baru, dikatakan bahwa pengelola tempat rekreasi/hiburan, hotel, restoran, cafe, pusat perbelanjaan/mal, Event Organizer dan pelaku usaha lainnya dilarang mengadakan kegiatan di dalam maupun di luar ruangan yang menimbulkan kerumunan, meliputi panggung hiburan, panggung/konser musik, gala dinner, dan kegiatan lain yang sejenis.

Bahkan organisasi kemasyarakatan, Komunitas, Rukun Tetangga/Rukun Warga, kelompok masyarakat/ perkumpulan masyarakat Kota Malang pada malam Tahun Baru 2021, dilarang mengadakan konvoi, membunyikan terompet atau petasan, pesta kembang api, dan/atau kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan, baik di tempat umum, rumah maupun di tempat-tempat lainnya.

Apabila ada yang melanggar, lanjut Sutiaji, pihaknya siap memberikan sanksi tegas. Baik pembubaran ataupun pencabutan izin.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama Saeguk, Drama Korea Berlatar Belakang Kerajaan

Di samping itu, Sutiaji turut meminta peran kampung tangguh yang sebelumnya sudah dibina untuk kembali di galakkan. Juga, pengawasan di tingkat RT/RW menjadi prioritas utama Pemkot dan Satgas Penanganan COVID-19. Hal ini guna mengantisipasi lonjakan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di libur panjang Natal dan Tahun Baru nanti.

“Mengingat kita sudah kembali zona merah. Maka kita kuatkan lagi di tingkat internal RT/RW. Nanti akan khusus kita formatkan, modelnya akan kita lihat,” tandasnya. (fen/gg)

  • Bagikan