Pemkot Malang Minta Anggaran Rp 128 M ke Provinsi Atasi Banjir

  • Bagikan
Wali Kota Malang Sutiaji saat berdialog dengan Konsultan Manajemen Konstruksi, PT Widya Satria, Alif Riwidya, usai proyek Kayutangan Heritage tergenang banjir, Sabtu (26/12/2020). Foto : Azmy Pemkot Malang
Wali Kota Malang Sutiaji saat berdialog dengan Konsultan Manajemen Konstruksi, PT Widya Satria, Alif Riwidya, usai proyek Kayutangan Heritage tergenang banjir, Sabtu (26/12/2020). (Foto: AZM/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.d – Terjadinya banjir di banyak titik di Kota Malang membuat Pemkot Malang bergerak cepat. Saat ini, Pemkot Malang mengajukan anggaran sebesar Rp 128 Miliar kepada Pemprov Jawa Timur untuk mengtasi permasalahan banjir yang ada di Kota Malang.

Terakhir, dalam sehari ada 12 titik genangan banjir terjadi. Paling parah terjadi di Jalan Letjend Sutoyo. Banjirnya setingggi pinggang orang dewasa. Begitu juga kawasan Soekarno Hatta-Sudimoro, jadi langganan banjir.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Herry Rasio, Master Aquascape Kelas Dunia Asal Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji mengklaim, penyebab banjir di Kota Malang lebih karena adanya saluran drainase yang tersumbat sampah. Pasca banjir kemarin, dirinya juga langsung turun lokasi dan menemui banyak sampah di saluran drainase.

“Kalau kasusnya ini kami sudah punya DED-nya (Detail Enginerin Design) untuk crossing. Sudah kami mintakan ke provinsi, karena ini jalan provinsi. Anggarannya cukup besar kurang lebih sampai Rp 128 Miliar,” kata dia.

Namun, anggaran sebesar itu hanya terbatas untuk mengatasi banjir di kawasan Soekarno Hatta saja, dari patung pesawat ke jembatan. Diklaim, jika di lokasi itu teratasi, maka akan merembet selesai di area Borobudur hingga Kedawung.

Baca Juga: Wiji Thukul, Mengenang Sastrawan dan Aktivis yang Hilang pada Masa Orde Baru

“Belum sampai menjangkau wilayah lainnya. Seperti di kawasan Bareng misalnya itu kan juga langganan banjir. Nanti akan ada simulasi, Insya Allah akan kita ketahui penyebab banjirnya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menggencarkan kembali program Gerakan Ambil Sampah dan Sedimen (GASS). Dengan harapan titik-titik banjir semakin hari akan semakij berkurang. (azm/gg)

  • Bagikan