PKL di Baureno Bojonegoro Tetap Buka Meski PPKM Darurat, Warung Kopi Tutup Lebih Awal

  • Bagikan
Suasana malam di Jalan Baureno-Bojonegoro, tepatnya di depan Pasar Baureno Bojonegoro, Kamis (09/07/2021). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Suasana malam di Jalan Baureno-Bojonegoro, tepatnya di depan Pasar Baureno Bojonegoro, Kamis (09/07/2021). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali resmi diberlakukan sejak Sabtu (03/07/2021) hingga 20 Juli 2021 mendatang. Penetapan kebijakan guna memutus rantai penyebaran Covid-19 itu sudah memberikan dampak di sejumlah daerah, tak terkecuali di Bojonegoro.

Sejumlah lokasi seperti rumah makan, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pabrik, hingga perkantoran telah mengalami perubahan jam operasional, bahkan mengharuskan sekolah untuk melakukan pembelajaran secara daring.

Hal tersebut menjadi sebuah dilema bagi masyarakat, seperti yang dirasakan pedagang kaki lima (PKL). Di satu sisi mereka tak ingin wabah semakin leluasa, namun di lain sisi mereka harus mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

Tetap Buka Tak Masalah, Asak Tak Layani Makan di Tempat

Faisal, salah satu pedagang kaki lima yang berada di Jalan Baureno-Bojonegoro mengaku tetap membuka warung pecel lele miliknya di tengah PPKM Darurat.

“Saya tetap buka dari pukul 16.00 WIB sampai biasanya jam 21.00 WIB,” ujarnya, Kamis (08/07/2021) malam.

Ia mengatakan sempat mendapat sosialisai dari petugas TNI dan Polri mengenai tata tertib yang harus ditaati saat PPKM Darurat berlangsung.

“Kemarin sempat ada petugas yang datang, tapi mereka hanya memperingatkan kalau engga boleh makan di tempat, mereka juga memperingatkan baik-baik,” sambung warga asal Kepohbaru itu.

Menurutnya, yang menjadi sasaran penertiban adalah warung kopi, karena warung kopi dianggap menjadi salah satu pengundang kerumunan masyarakat.

“Kalau di sini (wilayan Baureno) yang disuruh tutup itu warung kopi, karena warung kopi kan selalu ramai. Apalagi kalau malam minggu pasti rame banget itu warung di sebelah. Kalau sekarang bahkan warungnya ditutup,” jelasnya.

“Kemarin ada juga yang di Kepohbaru, itu jam 9 warung kopi sudah tutup, saya tanya kenapa tutup, bilangnya takut kalau ada razia,” celetuk Faisal.

Seperti pantauan Tugu Jatim lokasi Jalan Baureno-Bojonegoro yang menjadi pusat pedagang kaki lima tersebut tampak sepi dari pembeli, bahkan terlihat beberapa pemilik lapak yang hanya memainkan ponselnya atau sekedar bincang dengan rekan kerjanya. Begitupun dengan jalanan tepat di depan Pasar Baureno terpantau lancar, dan jauh dari kemacetan.

  • Bagikan