Tugujatim.id – Beragam peristiwa maupun peringatan terjadi pada 9 Agustus. Seperti, serangan bom atom Nagasaki di Jepang, mundurnya Presiden AS Richard Nixon, peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional hingga peringatan Singapura merdeka dari Malaysia.
Peristiwa jatuhnya bom atom di Nagasaki pada Perang Dunia II menjadi salah satu sejarah kelam umat manusia. Total 2 kota di Jepang disapu oleh bom atom yakni Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945. Operasi tersebut setidaknya menelan 74.000 korban jiwa.
Baca Juga: 2 Dokter UB Jadi Relawan Medis di Gaza Palestina, Operasi Diiringi Dentuman Bom dan Ancaman Sniper
Dari laman The International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), tidak hanya korban jiwa tercatat dalam peristiwa tersebut. Namun, puluhan ribu warga Jepang juga menderita akibat radiasi nuklir.
Masih dengan tanggal yang sama, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 9 Agustus sebagai Hari Masyarakat Adat Internasional sejak 1994 silam. Adanya peringatan ini bertujuan untuk menghormati keragaman tradisi, budaya, serta hak-hak masyarakat adat di seluruh dunia, yang kerap kali terpinggirkan dalam pergaulan global.
Tema-tema berbeda setiap tahunnya menjadi isu dalam peringatan tersebut. Isu-isu yang sering disoroti meliputi hak atas tanah, hak atas pendidikan, hak mengelola lingkungan hidup, termasuk hak atas afiliasi politik bagi masyarakat adat.
Presiden Pertama Amerika Serikat Undur Diri
Selanjutnya, Singapura merdeka dari Malaysia pada 9 Agustus 1965 silam. Untuk memperingati peristiwa tersebut dikenal istilah National Day. Peristiwa merdekanya Singapura juga menjadi momen sejarah bagi negara kepulauan yang kini menjadi salah satu pusat ekonomi dunia.
Lalu, salah satu Presiden Amerika Serikat yakni Richard Nixon mundur dari jabatannya pada 9 Agustus 1974 lalu. Mundurnya Nixon ditengarai buah dari skandal Watergate yang menghebohkan publik Amerika Serikat.
Menariknya, Nixon adalah Presiden Amerika Serikat pertama dalam sejarah yang mengundurkan diri. Dia kemudian digantikan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat saat itu, Gerald Ford.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








