MOJOKERTO, Tugujatim.id – Korban terdampak dugaan keracunan MBG di Kabupaten Mojokerto, Jatim, meluas. Bahkan, informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa pelajar di Mojokerto masih keluar-masuk ke fasilitas kesehatan setempat. Data yang diterima hingga Senin (12/01/2026), jumlah korban terdampak tembus hingga 349 orang.
Dari total korban tersebut, sejumlah 159 orang masih menjalani perawatan medis di puskesmas maupun rumah sakit yang tersebar di wilayah Mojokerto.
Baca Juga: Pelajar di Mojokerto Dilarikan ke Puskesmas Diduga Keracunan MBG
Peristiwa dugaan keracunan MBG ini membuat pemerintah Provinsi Jawa Timur turun tangan. Seperti dikatakan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melalui keterangan yang diterima.
“Ada yang hanya makan potongan ayam, terdampak. Ada yang hanya mencicipi telur, juga terdampak,” katanya.
Wakil Gubernur Emil menambahkan, pihak dari dinas kesehatan menjadi ujung tombak dari proses investigasi kasus ini. Karena itu, dia berharap nantinya hasil penelusuran tidak hanya berbuah apa penyebab kejadian, namun juga menjadi fondasi perbaikan dari sistem MBG selanjutnya.
“Kami yakin dinkes setempat mampu menjawab akar masalah ini, sekaligus menjadi pintu masuk untuk menyempurnakan program ini ke depannya,” ujarnya.
Sebelumnya, dugaan keracunan MBG dilaporkan terjadi di salah satu lembaga pendidikan di Mojokerto. Dari informasi yang dihimpun, lebih kurang ratusan pelajar menderita keluhan bermacam-macam, mulai mual, muntah, pusing, hingga diare sejak Jumat (09/01/2026).
Dari keluhan yang timbul tersebut, satu per satu pelajar ini dilarikan menuju fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Gondang untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara, kedatangan pelajar tersebut ke fasilitas kesehatan ini hampir bersamaan, yakni dalam kurun waktu pukul 09.30-10.00 WIB.
Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Kota Mojokerto: Ironi Kesejahteraan Guru di Tengah Program MBG
Keterangan dari pihak puskesmas membenarkan adanya peristiwa ini. Sementara, keterangan dari Kepala Puskesmas Gondang Rohmatun Naja menyebutkan bahwa tenaga medis kini masih fokus menangani keluhan dari pasien yang sedang membutuhkan penanganan medis.
“Dugaan karena keracunan, mulai masuk pasien itu pukul 09.30 sampai 10.00,” urainya, Sabtu (10/01/2026).
Akibat insiden ini, dapur SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang menyuplai MBG untuk beberapa sekolah harus ditutup sementara. Dari keterangan yang dihimpun, SPPG ini melayani 20 sekolah dengan total 2.679 porsi setiap harinya. Sementara, insiden dugaan keracunan akibat salah satu menu MBG disinyalir membuat 7 sekolah terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








