• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bunga Production.

Rochmah Bachrudin (baju pink), pengusaha batik Bunga Production Batik and Craft di Kota Malang sukses memberdayakan warga lokal. (Foto: dok pribadi)

Rochmah Bachrudin, Pengusaha Batik Unik di Malang Sukses Dirikan “Bunga Production” hingga Berdayakan Warga Lokal

Dwi Linda by Dwi Linda
2 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Tangan dingin Rochmah Bachrudin mampu membuka peluang usaha “Bunga Production Batik and Craft” yang sukses menghasilkan kain batik berkualitas di Kota Malang, Jawa Timur. Selain itu, pengusaha batik ini mampu memproduksi berbagai produk bernilai guna lainnya dari limbah kain perca batik maupun barang bekas. Bagaimana usahanya kini terus berkembang?

Usaha yang dirintis Rochmah Bachrudin, owner Bunga Production, memang terus berkembang. Bahkan, usahanya kini dikenal sebagai salah satu UMKM kreatif di Kota Malang.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Baca Juga: Satrya Paramanandana, Generasi Ke-3 Soendari Batik Malang Bawa Masterpiece Makin Go International Pameran di Filipina 2026

Lokasi Bunga Production berada di antara pemukiman warga, tepatnya JI Jombang III No 213, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Walaupun lokasinya yang terbilang cukup sempit di dalam gang, tapi hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya di tengah keterbatasan lokasi yang strategis.

Rochmah, sapaan akrabnya, mengatakan, usaha ini sudah dia mulai sejak 2019. Ibunya yang berasal dari Madura mengenalkan batik ke Rochmah hingga akhirnya dia mendapatkan ide untuk membuat usahanya sendiri di rumah.

“Kalau batik itu mulainya kebetulan kan ibu saya orang Madura nih. Jadi, ibu saya itu ngenalin soal batik,” katanya saat diwawancarai pada Rabu (22/04/2026).

Bunga Production Malang.
Rochmah Bachrudin, pengusaha batik Bunga Production Batik and Craft di Kota Malang memperlihatkan karyanya saat ditemui pada Rabu (22/04/2026). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, menghasilkan dua produk utama di Bunga Production, yaitu batik dan craft. Produk batik meliputi kain batik yang dia jual per 2 meter, rok, kemeja, outer, dan lain-lainnya. Sedangkan craft meliputi berbagai produk handmade yang terbuat dari bahan bekas, termasuk sisa kain batik dan sampah kering, meliputi gantungan kunci, scrunchie, dan sling bag.

“Produknya yang pertama yang pasti batik tulis ya, batik cap. Terus dari kainnya, kami juga produksi baju. Kalau produk turunannya, kalau habis dari baju, biasanya (kain) percanya saya bikin gantungan kunci, terus scrunchie, sama sling bag kayak gini,” ujarnya.

Proses Pembuatan Batik

Untuk membuat batik, istri dari Joko Santoso ini biasanya menggunakan kain berwarna putih. Kainnya pun harus yang berbahan katun dan tidak boleh ada campuran bahan lainnya, terutama plastik, karena akan memengaruhi proses selanjutnya.

“Kainnya harus kain dari katun atau kapas, tidak boleh ada campuran polyester atau bahan yang kayak plastik lainnya karena dia memengaruhi nanti ada proses selanjutnya yang nggak bisa masuk warna,” tegasnya.

Bunga Production di Malang.
Rochmah Bachrudin, pengusaha batik Bunga Production Batik and Craft di Kota Malang sukses memberdayakan warga lokal, saat ditemui pada Selasa (21/04/2026). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Setelah itu, kain akan digambar menggunakan pensil sesuai dengan motif yang diinginkan. Setelah kain digambar, pembatik akan mencanting dengan alat canting dan kompor yang sudah dilengkapi dengan malam.

Proses mencanting ini berfungsi sebagai penyintang agar warna yang satu tidak tercampur dengan warna lainnya. Baru setelah itu batik diwarnai menggunakan sistem colet, yaitu dengan menggunakan kuas.

Tahap selanjutnya, batik akan dikunci dengan cairan bening bernama water glass yang kemudian masuk ke proses terakhir, yaitu dilorot menggunakan air panas. Proses ini berfungsi untuk menghilangkan malam yang masih tersisa di kain batik.

“Jadi, kenapa batik itu mahal, ya prosesnya panjang. Setelah dilorot, warna yang habis dicanting tadi kan warnanya awalnya kuningan, hasilnya akan jadi putih, kembali ke warna dasar kain,” tambahnya.

Dalam menjalankan usaha produksi batik, Rochmah juga aktif melibatkan ibu-ibu di wilayahnya untuk terlibat dalam proses pembuatan batik. Dia biasanya akan memberikan pekerjaan kepada ibu-ibu di wilayah sekitarnya sesuai dengan skill yang mereka kuasai. Mulai dari menggambar, nyanting, mewarnai, hingga menjahit.

Batik Bunga Production.
Produk Bunga Production meliputi kain batik, sling bag, scrunchie, gantungan kunci. (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

“Misalnya dapat pesanan banyak, itu nggak dikerjain sendiri. Jadi, saya sistemnya pemberdayaan ibu-ibu sekitar. Jadi, ada yang pintar menggambar, ya mereka dapat kerjaan gambar. Yang pintar nyanting, ya dapat kerjaan nyanting. Yang rumahnya agak gede, terus dia bisa untuk mewarna, dapat kerjaan mewarna. Termasuk jahit, saya nggak jahit di luar. Saya jahitnya di masyarakat ibu-ibu sekitar,” terang perempuan kelahiran Pamekasan Madura, 27 Maret 1980 ini.

Menurut dia, Bunga Production memiliki keunikan yang membedakannya dengan usaha pembuatan batik lainnya. Salah satunya adalah proses pengerjaannya yang tanpa adanya matahari. Di beberapa usaha batik, proses penjemuran di bawah sinar matahari menjadi salah satu tahapan untuk mendapatkan kain batik yang berkualitas.

Namun di Bunga Production, karena tempatnya yang tidak cukup luas dan wilayahnya yang tidak mendukung, proses pembuatan batik di sini hanya dilakukan di malam hari.

“Lokasi proses pembuatannya mungkin kami berada di satu-satunya yang di dalam gang, yang orang mungkin nggak akan berpikir emang bisa gitu,” paparnya.

Selain itu, area produksi yang tidak cukup luas juga membuat Rochmah harus memanfaatkan gangnya dalam proses pembuatan batik, terutama saat mewarnai. Karena gang merupakan fasilitas warga. Untuk mengakalinya, Rochmah akhirnya hanya proses mewarnai sekitar setelah pukul 8 malam, setelah orang selesai salat dan gang mulai sepi.

“Kalau nyanting kan saya bisa di dalam rumah. Tapi, kalau mewarnai dia itu harus dibentangkan. Memberi warnanya itu dibentangin pakai kayu gede. Karena keterbatasan tempat, saya harus nunggu orang-orang nggak lewat,” ujarnya.

Selain proses pembuatannya yang terbilang cukup unik, Bunga Production yang memberdayakan masyarakat sekitar juga menambah keunikan dari UMKM ini.

Memang Rochmah, suami, dan anaknyalah yang paling banyak menggarap dalam pembuatan batik. Namun, Rochmah juga sering memberikan project ke ibu-ibu sekitar jika memang banyak order yang masuk untuk mencanting, menjiplak, hingga mewarnai.

Dengan berkolaborasi dengan masyarakat, pekerjaan yang awalnya penuh tantangan terasa lebih mudah untuk diselesaikan.

Batik Bunga Production Malang.
Rochmah mengajari anak-anak membatik. (Foto: dok pribadi Rochmah)

“Saya bukan punya banyak pegawai, tapi kami kolaborasi dengan masyarakat sekitar. Berarti itu tidak sesuatu yang sulit,” ucapnya.

Terlebih lagi, Rochmah yang sudah tersertifikasi pembatik tulis tingkat nasional juga aktif mengadakan workshop batik yang membuat UMKM Bunga Production ini makin spesial. Workshop batik yang dia adakan banyak mengundang kalangan muda dengan alasan sebagai generasi penerus yang bisa memelihara kebudayaan Indonesia ke depannya.

Ada beberapa jenis workshop batik yang dia lakukan, yaitu workshop rutin seperti yang dilakukan di Hotel Grand Mercure dan ada juga yang sesekali, seperti dalam pameran-pameran. Selain Bunga Production menghasilkan produk yang bernilai tinggi, dia juga aktif berkontribusi di masyarakat dari segi ekonomi maupun segi edukasi.

“Kalau di Madura, di Jawa Tengah, membatik itu sudah jadi pekerjaan harian. Tapi di Malang, itu relatif masih baru. Jadi, ya harus dikenalkan, dihidup-hidupkan,” katanya lebih lanjut.

Proses Pembuatan Craft

Bunga Production juga memiliki produk craft, yaitu produk handmade yang terbuat dari kain atau bahan daur ulang. Dalam pembuatan produk yang masuk dalam kategori craft, Rochmah biasanya menggunakan bahan-bahan sisa, seperti baju bekas dan kain sisa batik.

Nantinya, dia mengatakan, bahan-bahan ini akan dia olah menjadi produk yang bernilai.

“Dari baju second atau baju tidak terpakai. Kayak gini (menunjuk sling bag) kan dari jeans yang bekas, baju bekas,” sorotnya.

UMKM Bunga Production.
Rochmah Bachrudin menunjukkan kemahirannya membatik. (Foto: dok pribadi)

Selain bahan bekas, dia juga memanfaatkan sampah kering untuk diolah juga menjadi produk.

Salah satu contoh produk yang dia produksi dari sampah plastik adalah bantal. Untuk membuat sarung bantal, dia memanfaatkan kain perca, sedangkan untuk isian bantalnya didapat dari sampah plastik yang sebelumnya sudah diolah.

“Jadi, bantalnya sih dari kain perca, tapi dalamnya itu bukan busa atau kapas, tapi gutingan dari sachet. Sachetnya misalnya bungkusnya tisu atau bungkusnya kopi, kue. Itu digunting kecil-kecil,” tutur ibu empat anak dan satu cucu ini.

Jenis Batik dan Price List

Untuk produk batik, terdapat dua motif utama yang Bunga Production, yaitu Kelopo Gading dan Kelampok Abang. Kedua motif batik ini diambil karena masih sesuai dengan wilayah di mana batik ini diproduksi yaitu Klampok Kasri dan Gading Kasri.

Kelopo Gading adalah kelapa yang berwarna kuning dan pohonnya tidak terlalu tinggi. Sedangkan Kelampok Abang ini masih berkaitan dengan wilayah batik ini diproduksi yaitu, Kelampok Kasri.

“Sementara saya baru punya dua motif utama, yaitu Kelopo Gading sama Kelampok Abang. Karena di wilayah gading itu ada daerah yang namanya Kelampok Kasri,” ujarnya.

Bunga Production.
Bunga Production mengikuti pameran batik. (Foto: dok pribadi Rochmah)

Karena sistem order yang melalui WhatsApp dan mouth-to-mouth, kisaran produk yang bisa dia hasilkan dalam sebulan bisa sampai 10 kain batik. Jumlah ini bisa saja lebih maupun kurang apabila ada kegiatan tertentu yang harus dia datangi, seperti kegiatan workshop dan lain-lain.

“Kalau kurang lebih misalnya dalam sebulan kain gini (kain batik 2 meter) misalnya, saya kerjakan dengan tiga orang dalam sebulan bisa bikin sepuluh kurang lebih gitu rata-rata ya,” paparnya.

Range harga per kain juga tidak menentu karena setiap batik yang customer pesan memiliki kerumitannya masing-masing, sehingga harga ditentukan sesuai dengan tingkat kesulitan pengerjaannya.

Dia mengungkapkan kisaran harga terendah untuk harga 2 meter kain batik cap ada di harga Rp150.000 dan batik tulis di harga Rp275.000. Untuk harga pakaian yang sudah jadi juga akan berbeda lagi harganya karena harus memperhitungkan ongkos penjahit dan jasa tambahan lainnya.

Baca Juga: Intip Keunikan Museum Batik Ponorogo dan Keindahannya, Yuk Belajar Membatik!

Walaupun demikian, Bunga Production juga sangat terbuka untuk custom order. Dia akan menyesuaikan motif dan produk batiknya sesuai dengan permintaan dan budget dari customer.

“Karena saya cenderung ini custom. Untuk acara misalnya Ikatan Pemuda Muhammadiyah gitu ya, mereka akan kasih logonya Muhammadiyah. Terus biasanya saya juga ngikutin budget mereka, misalnya butuh suvenir tapi yang murah, budgetnya berapa nanti bisa diatur,” ungkapnya.

Karena itu, untuk memesan berbagai produk yang Bunga Production ini, konsumen bisa langsung ke Instagram Bunga Production di @bungaproduction_ atau bisa juga menghubungi nomor WhatsApp Rochmah langsung untuk berkonsultasi tentang produk yang diinginkan.

Sebagai penutup, dia juga menyampaikan harapannya agar ke depannya batik semakin dicintai oleh kalangan yang lebih luas. Selain itu, dia juga berharap usaha yang dibangun dapat berkembang menjadi lebih baik dan dapat mendirikan toko sendiri untuk mempermudah proses jual beli ke depannya.

“Harapannya batik semakin dikenal dan dicintai. Yang kedua, pasti itu tadi menambah nilai edukasi sama ekonomi, terutama untuk usaha ini adalah dia semakin baik, semakin berkembang ya,” harapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Azmi Azaria Fidaroini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniBunga Production Batik and CraftKota Malang hari iniMalangPengusaha batik di MalangPengusaha batik Rochmah BachrudinUMKM kreatif di Kota Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Kejari Tuban.

Dominasi Narkotika, Kejari Tuban Blender Ribuan Pil hingga Musnahkan Sabu dari Puluhan Perkara

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID