• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi perawat. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi perawat. (Foto: Pixabay)

RSSA Malang Terapkan Standar Terapi Plasma Konvalesen Bagi Pasien COVID-19

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malang – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dalam waktu dekat akan segera menerapkan terapi plasma konvalesen bagi pasien terpapar corona virus desease (COVID-19). Terapi ini dari hasil penelitian sejak April 2020 lalu, mendapati tingkat kesembuhannya mencapai 90 persen.

Ketua Tim Peneliti Terapi Plasma Konvalesen dr Putu Moda Arsana, SpPD, K-EMD, FINASIM mengungkapkan, dari 48 pasien yang diterapkan terapi inu, 90 persen berhasil sembuh. Bahkan, untuk pasien yang sudah kritis, tingkat keberhasilan capai 50 persen.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Baca Juga: Revisi Peraturan Wamil, Kini Artis K-Pop Bisa Tunda Keberangkatan

“Penelitian telah rampung dan hasilnya bagus, maka terapi plasma konvalesen ini akan dijadikan sebagai standar pelayanan,” ujarnya kepada awak media.

Sayangnya hingga kini, pihaknya terkendala dengan minimnya pendonor plasma. Syarat pendonor plasma sendiri memang khusus bagi pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh dan negatif. Selain itu, golongan darah cocok dengan penerima donor, serta memiliki antibodi yang tinggi.

“Permintaannya sekarang mulai meningkat, kami bahkan tidak bisa memenuhi permintaan,” kata dia.

Ia menjelaskan, antibodi yang tinggi ini bisa didapat dari pasien terkonfirmasi positif dengan gejala sedang hingga berat. Hingga saat ini, kebanyakan pendonor plasma konvalesen darang dari tenaga kesehatan.

Sebab itu, dia berharap masyarakat khususnya yang pernah terpapar virus corona dan sembuh bisa mengajukan diri sebagai pendonor plasma konvalesen.

Sementara data dari PMI Kota Malang, dari 58 orang calon pendonor, hanya ada 3 orang yang lolos tes. ”Sementara, stoknya (plasma konvalesen) saat ini tidak ada,” ungkap Kasi Pengelolaan Donor Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang, Agus Tri Prasetyo belum lama ini.

Baca Juga: Wisata Negeri Atas Air, Rumah Minimalis yang Instagramable di Bojonegoro

PMI hingga saat ini juga terus berupaya mencari pendonor plasma konvalesen ini juga demi upaya penanganan pasien corona bisa maksimal, khususnya mencegah kematian.

“Kami ingin membantu dan mengetuk masyarakat. Sebab, masih ada beberapa tempat di Jawa Timur, utamanya di Kota Malang masih merasa kesulitan,” harapnya.

”Terkadang, kami terpaksa harus sampai mengambil di Jakarta, jika stok di Kota Malang dan Jawa Timur kosong,” imbuhnya.

Lebih jauh, terkait syarat khusus pendonor plasma konvalesen ini yakni diperuntukkan bagi pasien yang pernah terpapar virus asal Wuhan, China ini. ”Setelah sembuh, dia harus tes swab lagi dan dinyatakan negatif,” katanya.

Selain itu, calon pendonir juga diutamakan laki-laki dengan rentang usia 18 hingga 60 tahun dan tentunya bersedia dilakukan pemeriksaan antibodi di laboratorium.

Baca Juga: Label Syariah Dijadikan Modus Developer Nakal Tipu Konsumen

Agus menambahkan ternyata bahwa tidak semua rumah sakit dan PMI bisa menerima donor plasma konvalesen. Hanya beberepa rumah sakit saja yang masuk dalam program Dikti, yang diizinkan.

“Sementara, PMI yang diizinkan yang sudah memiliki sertifikat dari BPOM. Untuk wilayah Jawa Timur, hanya Kota Malang, Surabaya, Sidoarjo dan Lumajang,” pungkasnya. (azm/gg)

Tags: corona viruscovid-19Kota MalangMalangRSSARSSA Malangvirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: nu.or.id)

Mengenang Sosok Gus Dur: Pluralisme dan Cerita Tentang Papua

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID