Sejarah Nama Gajah Bolong di Bojonegoro Makin Dicari, Cucu Pemilik Rumah Angkat Bicara

  • Bagikan
Patung Gajah Bolong di Desa Mongkrong, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro (Foto : Mila Arinda/Tugu Jatim)
Patung Gajah Bolong di Desa Mongkrong, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro (Foto : Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Sejak diresmikannya Taman Gajah Bolong yang berada di Desa Mongkrong, Kecamatan Baureno, Kabupeten Bojonegoro ini, sejarah Gajah Bolong banyak dipertanyakan, sehingga cucu dari pemilik rumah yang halaman depannya terdapat patung gajah tersebut angkat bicara.

Ifeny Sandra Yunanis yang merupakan cucu dari H.M. Soedjono ini mengatakan bahwa asal usul nama Gajah Bolong berasal dari cerita rumah di ujung barat perempatan Jalan Gajah Bolong.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Karena nama Gajah Bolong berkaitan dengan patung gajah yang ada di rumah almarhum bapak H.M. Soedjono, yaitu kakek saya sendiri. Sebelum dibeli oleh beliau, rumah itu milik orang China yang bernama Mbah Jun Yok,” katanya, Senin (22/04/2021).

Rumah tersebut, lanjut Feny, dibangun sekitar tahun 1930 salah satu tukangnya bernama Singo Mardi, yang merupakan ayah dari Mbah Jono (sapaan akrabnya).

Rumah yang dibangun dengan dinding bagian dalam dilapisi porselen dari China, dan dibangun patung gajah di depan rumah tersebut.

Kemudian, pada masa agresi militer Belanda kedua, Belanda masuk sampai daerah Babat, Lamongan, pemilik rumah tersebut pulang ke Surabaya. Akhirnya, rumah itu dijadikan markas tentara termasuk Mbah Jono yang saat itu ikut berjuang melawan Belanda.

“Supaya Belanda tidak merebut rumah itu maka rumah yang induk dan bagian timur dibakar. Ketika masa agresi berakhir rumah itu dijarah oleh masyarakat sekitar untuk mengambil porselen yang ada di dinding rumah,” tambah Feny.

Tak hanya itu, patung gajah juga dipecah karena mereka mengira ada perhiasan di dalam perut gajah, sehingga patung gajah menjadi berlubang atau Bolong.

Selanjutnya, pada tahun 1960. Mbah Jono membeli rumah tersebut dan direnovasi termasuk menambal patung gajah yang perutnya berlubang.

“Mbah Jono menempati rumah tersebut sekitar tahun 1962,” jelasnya.

Asal usul tersebut diketahui Feny dari pamannya Dr.H. Munawan yang mendapat cerita langsung dari H.M. Soedjono.

Meski patung tersebut sudah tidak bolong, sejak peristiwa perut gajah yang berlubang itu, kata Feny, sampai saat ini masyarakat setempat setelah berpergian naik kendaraan umum, dan ingin turun di perempatan Desa Mongkrong, akan mengatakan turun di Gajah Bolong. (Mila Arinda/gg)

Taman Gajah Bolong, Ruang Terbuka Hijau Baru Milik Warga Bojonegoro

Sejarah Nama Jalan Gajah Bolong di Bojonegoro: Lubang Gaib Sebesar Gajah

  • Bagikan