Semangat Baru 2021, UIN Maliki Malang Menuju World Class University

  • Bagikan
UIN Maliki Malang. (Foto: Dokumen)
UIN Maliki Malang. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Meski melewati tahun dengan badai pandemi yang melemahkan berbagai sektor, tak membuat segenap jajaran sivitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang berdiam diri.

Di bawah kepemimpinan Rektor UIN, Prof. Dr. Abdul Haris M.Ag selama periode 2017-2023 memegang teguh visi menjadikan UIN Maliki Malang sebagai pusat kajian dan pengembangan peradaban Islam yang ‘excellent’ dalam membangun dunia yang lebih baik”.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Mengusung visi itu, dirancang sejumlah program yang terbilang moncer mulai percepatan guru besar, percepatan kenaikan pangkat, dan percepatan penyelesain studi S3 bagi para dosen. Lalu, juga ditingkatkannya kemampuan penelitian, publikasi ilmiah hingga pengabdian masyarakat berdaya saing internasional.

Baca Juga: Alumni UINSA Kecewa Institusi Kampusnya Dicatut jadi Lembaga Survei Pilkada

Menyokong hal itu, kemampuan linguistik berbahasa internasional bagi para mahasiswa dan dosen juga didorong dengan tetap mewujudkan kultur akademik yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan al-akhlaq al-karimah.

Tak sia-sia, sepanjang tahun 2020, implementasi visi misi itu pun berbuah manis. Saat ini secara kelembagaan, UIN Maliki Malang sudah mendapat predikat dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan nilai “A”.

Tak hanya itu, program studi di lingkungan UIN Maliki Malang juga telah mendapatkan akreditasi internasional melalui ISO (International Standard Organization) dan sertifikasi AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance).

Untuk Program Studi yang memperoleh nilai akreditasi BAN-PT “A” (Prodi Manajemen, Biologi, Al Ahwal As Syakhsyiyah dan Bahasa dan Sastra Arab).
Memperoleh jurnal terindeks scopus yakni Journal of Islamic Architecture dan terindeks WoS yakni Ijaz Arabi.

Lalu, di tahuh yang sama, UIN Maliki Malang juga sukses mengantarkan 17 dosen untuk memperoleh jabatan sebagai Guru Besar. Juga telah memiliki mahasiswa asing berjumlah 499 orang dari 39 negara.

Baca Juga: Cafe Literasi, Tempat Baca Asyik di Pinggir Sungai Bengawan Solo

Ditambah lagi dengan fasilitas Perpustakaan unggul yang terakreditasi “A”. Peringkat kedua rangking Webometrics PTKIN (semester I 2020),
Penyelenggaraan sertifikasi laboratorium/ perpustakaan madrasah/ Pontren se-Indonesia.
Penyelenggara PPG Dalam Jabatan.

Hingga kemudian, sampai ditunjuknya UIN Maliki Malang oleh Kementerian Agama menjadikan kampus sebagai Pilot Project Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada PTKIN Tahun 2020.

Rektor UIN, Prof. Dr. Abdul Haris M.Ag menuturkan, dengan sederet prestasi yang sukses diukir UIN Maliki Malang ini bisa menghasilkan kualitas pendidikan yang baik. Terlebih, sudah ada 17 guru besar disana.

“Semoga bisa menular ke dosen-dosen lain untuk terpacu meraih gelar tertingginya. Saya selaku Rektor pasti akan memfasilitasi,” tuturnya kepada Tugu Malang ID, Sabtu (2/1/2021).

Baca Juga: Kei Car Nissan Roox, Mobil Urban Terbaik di Jepang yang Pikat Banyak Orang

Tentu itu menjadi pencapaian luar biasa bagi UIN Maliki Malang, terlebih di situasi pandemi yang membatasi segala bidang, termasuk pendidikan. Haris bersyukur karena meski begitu, UIN tetap bisa menjawab tantangan itu dengan baik.

”Harapannya, ke depan UIN semakin matang meniti jalan menjadi PT yang bertaraf internasional. Saya harap dengan begitu bisa memperluas pelayanan kita terhadap masyarakat dunia khususnya dalam bidang pendidikan,” harapnya.

Menyongsong tahun 2021, lanjut Haris, UIN Maliki Malang masih fokus untuk mengembangkan SDM dan Kelembagaan sebagai persiapan menuju taraf World Class University. Nantinya, UIN juga sudah punya prodi baru, yakni S3 Ekonomi Syariah, S3 Hukum Keluarga hingga S3 Studi Islam.

Terlepas dari itu semua, Haris bersyukur bahwa pihaknya tetap bisa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik. Meski dihadapkan situasi sulit. Namun begitulah pendidikan, kata dia, harus tetap bergerak menjawab segala tantangan zaman.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Positif COVID-19

”Ada pandemi ya tetap bergerak dan maksimal meski dilakukan secara daring sekalipun. Begitulah proses pendidikan harus menggunakan segala daya dan upaya meski tantangannya amat sangat berat,” pungkasnya. (azm/gg)

  • Bagikan