KOTA BATU, Tugujatim.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan skema beasiswa bagi calon siswa tak lolos SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) 2025/2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai mengaku tengah menyusun skema kerja sama dengan sekolah swasta melalui beasiswa dan pembebasan biaya pendidikan.
“Kami sedang menyiapkan MoU pada 2 Mei mendatang untuk kuota 10 persen di tiap sekolah swasta bagi siswa tidak tertampung di SPMB. Ini bagian dari upaya memastikan tidak ada anak putus sekolah,” ungkap Aries.
SPMB sendiri merupakan sistem baru yang menggantikan skema sebelumnya, yakni Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Khofifah Sosialisasi Sukses Pelaksanaan SPMB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mensosialisasikan dan membagikan strategi sukses pelaksanaan SPMB, seperti pemahaman regulasi, pelayanan prima, pengawasan ketat, hingga pemanfaatan teknologi informasi. Ia mengingatkan pendekatan SPMB tidak hanya berbasis TIK, tetapi juga harus menyertakan solusi untuk siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Sementara daya tampung hanya 38,31 persen.
”Maka, jika ada yang tidak diterima, jangan sampai putus asa. Harus diberi solusi,” jelasnya.
BACA JUGA: Kuota SPMB 2025/2026 Jalur Afirmasi Kota Mojokerto Ditambah
Dinas Pendidikan Jatim mencatat ada 682.252 lulusan SMP sederajat di 2025. Sementara itu, daya tampung SMAN hanya 126.180 siswa dan SMKN sebanyak 135.216 siswa, sehingga total daya tampung sekolah negeri hanya mencakup 38,31 persen atau 261.396 siswa. Sekitar 420.856 siswa atau 61,69 persen lainnya perlu mencari alternatif pendidikan lain.
Jawa Timur saat ini memiliki 1.083 SMA swasta dan 1.860 SMK swasta. Jika masing-masing sekolah memberikan 10 kuota beasiswa, maka akan tersedia tambahan daya tampung untuk 29.430 siswa. Ia berharap para pendidik dapat mengambil peran strategis dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
BACA JUGA: Pengawas UTBK SNBT 2025 di UNEJ Diminta Tegas Namun Humanis Kepada 13.403 Peserta
“Kita harus siapkan anak-anak kita agar kelak menduduki posisi strategis di Indonesia. Itu semua dimulai dari tangan kita semua para guru dan kepala sekolah,” ujarnya.
Khofifah meminta seluruh lembaga pendidikan untuk menjaga integritasnya saat melangsungkan penerimaan siswa baru. Seluruh pihak lembaga pendidikan menengah baik kepala sekolah hingga operator SPMB akan menandatangani pakta integritas bertepatan pada Hari Pendidikan Tahun 2025.
Dia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap sistem seleksi SPMB 2025 ini. Menurutnya, penerimaan tidak hanya berdasarkan domisili, tetapi juga peringkat nilai. Sistem zonasi akan dikombinasikan dengan sistem peringkat agar lebih adil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Darmadi Sasongko








