Tenun Ikat Kediri, Produk Unggulan Kerajinan Tangan Warga Kediri sejak 1950

Tenun ikat. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)
Pekerja menyiapkan benang untuk tenun ikat menggunakan alat tradisional di Kelurahan Bandar Kidul, Kediri, Jatim, Jumat (11/11/2022). Tenun merupakan hasil kerajinan berupa bahan kain yang dibuat dari benang, serat kayu, dan sutra untuk dijadikan sebuah busana. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Tenun Ikat menjadi ciri khas Kediri. Kawasan produsen dengan kerajinan tangan ini terletak di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Daerah kerajinan tangan berupa kain tenun ikat ini sudah berdiri sejak 1950-an. Mengolah produk mentah berupa benang hingga menjadi produk setengah jadi berupa kain dan produk jadi seperti sarung, baju, sepatu, syal, dompet, hingga topi.

Tenun ikat. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)
Pekerja mewarna kain tenun di Kelurahan Bandar Kidul, Kediri, Jawa Timur. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)

Tenun ikat Kediri atau Tenun Bandar Kidul masih menggunakan alat yang sederhana dan prosesnya dikerjakan manual tanpa mesin atau disebut dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Tenun Kediri
Pekerja perempuan melepaskan tali dalam proses pembuatan kain tenun di Kediri, Jawa Timur. Foto Bayu Eka/Tugujatim

Salah satu pengusaha yang masih aktif dan sukses dalam memproduksi tenun ialah Siti Rukayah.

“Saya memulai usaha ini sejak 1989. Alhamdulilah sekarang ada beberapa orang yang membantu (karyawan, red),” ujarnya.

Tenun ikat. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)
Pekerja menyelesaikan kain tenun ikat menggunakan alat tradisional di Kelurahan Bandar Kidul, Kediri, Jawa Timur. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)

Produsen tenun ikat Kediri sempat terimbas dampak Covid-19. Pernah mengalami pasang surut hingga pembayaran pesanan yang tertunda. Hampir sama pada sektor usaha lainnya, tapi salah satu yang kembali bangkit di tengah pandemi adalah Siti Rukayah dengan masker berbahan tenun.

Tenun ikat. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)
Pekerja memintal palet dalam menyelesaikan kain tenun ikat menggunakan alat tradisional di Kelurahan Bandar Kidul, Kediri, Jawa Timur. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)

Berdasarkan data dari Pemkot Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Kota Kediri mencatat Pertumbuhan Produk Unggulan Daerah yang dihasilkan melalui Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Kediri di tengah pandemi pada 2021 sukses tumbuh sebesar 8,15%.

Tenun ikat. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)
Proses pencelupan dalam membuat kain tenun ikat.(Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)

Pengertian produk unggulan daerah adalah produk potensial yang dimiliki dan dikembangkan suatu daerah yang memiliki ciri khas dan keunikan yang tidak dimiliki daerah lain sehingga memiliki nilai ekonomis dan daya saing di pasar. Disperdagin Kota Kediri mencatat beberapa macam produk unggulan, di antaranya produk mebelair, fashion, produk makanan dan minuman (getuk pisang, produk tahu tempe beserta olahannya, aneka keripik, kue, jamu tradisional), dan produk kerajinan (tenun ikat, batik tulis, dan handycraft).

Tenun ikat. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)
Pekerja membawa kain tenun ikat sebelum pelepasan tali.(Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)

 

Tenun ikat. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)
Penjemuran kain dilakukan setelah proses pencelupan.(Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)

 

Tenun ikat. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)
Siti Rukayah owner dari tenun ikat Medali Emas.(Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)