Thabed Tholib Baladraf Berhasil Ubah Limbah Jerami Jadi Lapisan Masker

Thabed Tholib Baladraf Berhasil Ubah Limbah Jerami Jadi Lapisan Masker

  • Bagikan
Thabed Tholib Baladraf, peneliti limbah jerami jadi masker/tugu jatim
Thabed Tholib Baladraf, peneliti limbah jerami jadi masker. (Foto: Dokumen)

JEMBER, Tugujatim.id – Bagi sebagian orang limbah jerami tak memiliki manfaat apapun, tetapi tidak bagi Thabed Tholib Baladraf, salah satu member Pondok Inspirasi. Dia berhasil mengubah limbah jerami menjadi lapisan masker yang aman dan nyaman.

Keberhasilan Thabed ini, membuat dirinya meraih juara dalam kompetisi National Social Masterpiece 2021 sebagai juara satu.

Mahasiswa program studi teknologi industri pertanian Universitas Jember ini mengangkat judul “Inovasi Masker Nanofilter Berbasis Membran Biodegradable Berbahan Dasar Limbah Jerami Padi Dengan Metode Transmission Electron Microscope Sebagai Masker Masa Depan”.

Motivasinya mengangkat topik ini, dia merasa bahwa limbah jerami padi sangat jarang dimanfaatkan. Padahal setiap 1 hektar sawah menghasilkan 7 ton jerami. Di sisi lain jerami bukan hanya limbah biasa karena memiliki kandungan lignoselulosa yang tinggi. Ini berpotensi untuk digunakan sebagai lapisan masker nanofilter.

Lapisan nanofilter ini nantinya digunakan untuk menggantikan masker yang sudah ada di lapangan. Karena masker yang ada sekarang butuh waktu ratusan tahun untuk terurai. Sedangkan dengan menggunakan jerami padi ini hanya butuh waktu singkat dengan efektifitas yang tinggi.

“Hal ini tentu dapat menjaga lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar pemuda asal Pasuruan itu.

Perjuangan yang sangat hebat telah dilalui Thabed dalam menyelesaikan paper untuk kompetesi ini.

“Dalam merealisasikan ide ini benar-benar perlu perjuangan dan kesabaran. Di awal saya mengobservasi terlebih dahulu permasalahan masker yang sulit terurai,” paparnya

Setelah itu melakukan kajian literatur dengan menggunakan kurang lebih 30 literatur untuk mendapatkan data yang akurat.

“Dalam hal ini saya begadang setiap hari hingga pagi, setelah itu baru melakukan riset. Pada masa seperti ini (pandemi) sangat sulit melakukan riset namun di sisi lain kita sebagai kaum akademisi harus tetap produktif,” jelas Thabed.

Harapan mulia yang dibawa Thabed saat meneliti ide ini adalah bisa segera mengkomersialkan produk masker ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Masa pandemi bukan halangan untuk kita bermalas-malasan. Justru masa pandemi menjadi peluang kita untuk berakselerasi dan mengembangkan potensi diri yang dimiliki dengan berani mencoba hal-hal baru,” pesannya untuk pemuda-pemudi Indonesia.

Perlu diketahui, tak hanya satu atau dua prestasi yang telah ditorehkan Thabed dalam dunia kepenulisan pada masa pandemi ini. Ada puluhan prestasi nasional dan internasional telah ia raih.

Adapun beberapa prestasi yang pernah diraih diantaranya medali emas International Science and Invention Fair Jakarta 2020, medali emas Global Youth Science Challenge India 2021.

Medali emas 1Idea 1World International Innovation Design Start up Turkey 2021, medali emas Moscow International Salon of Invention and Innovation Technologies “Archimedes” 2021 Rusia, dan juara satu International Essay Competition PPI UK 2021, dan Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Jember.

  • Bagikan