• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Titien Agustina. (Foto: Herlianto A./Tugu Jatim)

Titien Agustina diwawancarai di ruang broadcasting SMKN 1 Bantul oleh tim Jelajah Jawa Bali, Mereka yang Memberi Arti. (Foto: Herlianto A./Tugu Jatim)

Titien Agustina, Guru sekaligus Alumnus Wardah Inspiring Teacher Miliki HAKI “Broad Game” untuk Mengajar Kelas Videografi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANTUL, Tugujatim.id – Guru SMKN 1 Bantul, Yogyakarta, bernama Titien Agustina ini menjadi salah satu alumnus Wardah Inspiring Teacher (WIT) yang cukup berhasil. Bagaimana tidak? Melalui tangan dinginnya, dia akhirnya memiliki hak cipta metode mengajar videografi.

Ruang broadcasting SMKN 1 Bantul menjadi saksi pertemuan tim “Jelajah Jawa-Bali, Mereka yang Memberi Arti” dengan Titien Agustina. Bagaimana kisah suksesnya? Berikut ceritanya.

You might also like

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

08/07/2026 8:34 AM
Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

05/07/2026 10:21 AM

Perempuan yang akrab disapa Tin Agustina itu boleh dibilang guru yang istimewa. Selain memperoleh kesempatan belajar di Wardah Inspiring Teacher, dia juga menjadi pelopor komunitas pecinta movie bernama Kopvie yang bergerak di bidang videografi di Yogyakarta.

Istimewanya lagi, dia menjadi salah guru yang memiliki hak cipta (Hak Atas Kekayaan Intelektual) tentang karyanya “Board Game”, metode mengajar videografi. Sambil membawa tiga gelas teh, dia mempersilakan tim yang disupport Tugu Media Group dan PT Paragon Technology and Innovation itu duduk di kursi ruangan yang penuh alat-alat videografi sepeti treeport, mic, dan lain-lainnya.

“Mohon maaf kurang sopan, tehnya tidak pakai nampan,” ujarnya memohon maaf khas budaya Yogyakarta.

Titien Agustina. (Foto: Herlianto A./Tugu Jatim)
Titien Agustina saat berbincang seru dengan para siswanya di halaman SMKN 1 Bantul. (Foto: Herlianto A./Tugu Jatim)

Kepada tim Jelajah Jawa-Bali, alumnus teknik Elektro Bidang Teknologi Media Digital Institut Teknologi Bandung (ITB) itu bercerita pengalamannya sebagai guru inspiratif. Menurut dia, pihaknya tidak punya basic mengajar karena saat kuliah jurusannya teknik murni.

“Saya itu teknik murni, tak ada pengalaman mengajar. Kadang minder juga pada teman-teman kuliah yang bekerja di perusahaan besar. Sedangkan saya ngajar,” katanya.

Kesulitan mengajar itu terjadi di awal dia mengajar sekitar 2011, bahkan sempat membuatnya ingin menyerah. Tapi, tiba-tiba ada muridnya yang datang menanyakan rencana tugas pembuatan videografi.

Di situlah dia merasa dibutuhkan dan tumbuh lagi semangatnya untuk mengajar. Tin Agustina berusaha menjadi diri sendiri saat mengajar. Dia akhirnya menjadi guru yang disukai para siswa karena cara mengajarnya menempatkan siswa sebagai teman. Bahkan, dia tidak sungkan ngopi bareng dengan siswa untuk suatu tugas.

“Kadang saya bukan hanya sharing soal pelajaran dengan anak-anak. Mereka ada juga yang curhat soal patah hati,” katanya sambil tersenyum.

Guru Terpilih Jadi Peserta Wardah Inspiring Teacher

Pada 2019, banyak muridnya yang mengusulkan Titien Agustina sebagai guru inspiratif pada program Wardah Inspiring Teacher (WIT) milik PT Paragon Technology and Innovation. Dia terpilih menjadi salah satu dari 12 orang lainnya di Yogyakarta.

Selama mengikuti program WIT, dia betul-betul mendapat banyak pengalaman bagaimana menjadi guru yang baik. Selama delapan bulan sejak Maret-Oktober 2019, dia mendapat pendampingan dan pelatihan dari orang-orang yang hebat dalam bidang pendidikan.

WhatsApp Image 2022 08 30 at 13.17.10 2

“Selama mengikuti WIT, kami diperlakukan seperti raja, ditempatkan di hotel bintang 4. Pokoknya fasilitasnya OK, yang sebelumnya tak pernah kami dapat selama menjadi guru. Suatu penghargaan yang luar biasa,” katanya kagum.

Selama mengikuti WIT, ada beberapa hal yang didapatkan Titien Agustina, di antaranya bagaimana mengubah mindset, wawasan kurikulum, cara mengajar yang menyenangkan, dan pendampingan membuat alat dan metode pengajaran.

Board Game Peroleh HAKI

Selama hampir delapan bulan mengikuti WIT, Tin Agustina berhasil mematenkan satu karya penting dalam bidang metode mengajar mata pelajaran videografi. Metode itu adalah Board Game “Sang Legenda”.

Metode ini, menurut dia, berawal dari kesulitan siswa untuk menceritakan apa yang ada di pikirannya. Jadi, dia mengatakan, perlu semacam simulasi untuk membantu mereka dengan mudah bercerita tentang ide atau pengalamannya yang itu bisa dituangkan menjadi sebuah film pendek.

“Jadi, siswa itu punya cerita tapi sulit diceritakan. Board Game menjadi solusi untuk memantik ide cerita itu,” papar perempuan ramah itu.

Titien Agustina. (Foto: Herlianto A./Tugu Jatim)
Tim Jelajah Jawa Bali, Mereka yang Memberi Arti, foto bersama Titien Agustina di lobi SMKN 1 Bantul. (Foto: Dokumen/Tugu Media Group)

Tin Agustina menjelaskan, Board Game berisi slide-slide gambar yang diperlihatkan kepada siswa. Lalu, ada pertanyaan untuk gambar itu yang dikaitkan dengan pengalaman siswa. Jadi, siswa bercerita tentang pengalamannya berkaitan dengan gambar yang dilihat.

Setelah itu, masing-masing siswa membuat sinopsis pendek dari ceritanya tersebut, kemudian dibentuk kelompok berjumlah 5-6 orang.

“Masing-masing orang kan punya satu sinopsis. Artinya, ada 5 sinopsis dalam satu kelompok. Maka di kelompok tersebut didiskusikan dan dipilih sinopsis yang terbaik untuk kemudian dibuatkan video,” kata perempuan yang juga penggerak SMSG (Semua Murid Semua Guru) itu.

Metode Tin Agustina itu ternyata efektif untuk membuat siswa semakin berani mengeksplor cerita-cerita menarik, kemudian dikemas menjadi film pendek. Board Game akhirnya dihakciptakan pada 2021.

Dia juga menjadi penggagas Komunitas Pecinta Movie yaitu Kopvie yang awalnya hanya diikuti anak SMKN 1 Bantul. Kemudian seiring berjalannya waktu berkembang member-nya tidak hanya anak sekolah, tapi juga dari kalangan mahasiswa. Komunitas itupun diubah namanya menjadi nama Simfoni.

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id. 

Tags: Alumnus Wardah Inspiring TeacherBerita guru di Indonesia ikuti Wardah Inspiring TeacherBerita Titien AgustinaCatatan Jelajah Jawa-BaliGuru inspiratifGuru inspiratif di BantulGuru SMKN 1 Bantul Titien AgustinaHAKI Board Game guru SMKN 1 Bantuljelajah jawa-baliProgram Jelajah Jawa-BaliSMKN 1 Bantul YogyakartaTitien AgustinaWardah Inspiring TeacherYogyakarta hari ini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

by Mochamad Abdurrochim
05/07/2026 10:21 AM
0

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wakil Sekretaris PCNU kota Malang Ada satu kalimat yang sejak lama...

Najib Mahfud.

Haul KH Najib Mahfud di Gresik Berlangsung Khidmat, Mbah Bolong: Rawat Selalu Anak Yatim

by Dwi Linda
01/07/2026 11:03 AM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Haul ke-5 KH Najib Mahfud di Gresik berlangsung lancar dan khidmat Selasa malam (30/06/2026) di Pondok Pesantren...

Muktamar.

Empat Poros Kekuatan Menuju Muktamar NU Ke-35

by Dwi Linda
28/06/2026 10:50 AM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama bukan sekadar agenda administratif lima tahunan. Forum ini akan menjadi muktamar...

Next Post
Kondisi wartawan Pasuruan.(Foto: Dok keluarga/Tugu Jatim)

Kondisi Wartawan Pasuruan yang Diduga Keracunan Makin Membaik, Diperbolehkan Pulang dari RS Hari Ini

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID