• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sekolah tatap muka

Sekolah tatap muka di era New Normal di Kabupaten Malang menggunakan sistem ganjil genap. (Foto: RAP)

Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Malang Pakai Sistem Ganjil-Genap

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Pendidikan, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG – Kegalauan orang tua murid di Kabupaten Malang lantaran anaknya belum bisa masuk sekolah kembali rupanya akan segera menghilang. Sebab, SMAN 1 Turen sudah menjalani percobaan pembelajaran tatap muka selama 3 minggu.

Hasil percobaan ini nantinya akan menjadi pertimbangan bagi SMA/SMK lain di Kabupaten Malang untuk ikut mengaktifkan pembelajaran tatap muka kembali.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

“Ini jadi simulasi untuk pembukaan sekolah lagi. Karena ini adalah arahan dari Gubernur Jatim dan dari Diknas (Pendidikan),” ungkap Bupati Malang, Muhammad Sanusi usai mengunjungi SMAN 1 Turen pada Senin (07/09/2020).

Baca Juga: Tengkorak Kepala Diduga Harimau Jawa Ditemukan di Kali Metro, Malang

Siswa-siswi yang masuk sendiri akan dipisahkan berdasarkan nomor absen tiap kelas. “Ini sudah jalan dan masuk kembali tapi dengan separuh kapasitas kelas dan ganjil genap setiap minggu,” jelasnya.

Sementara SD dan SMP tampaknya masih harus menunggu waktu lebih lama lagi. “Kalau SD dan SMP masih menunggu kita. Kalau yang SMK dan SMA bukan kewenangan Bupati,” tukasnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Turen, Ibnu Harsoyo mengatakan jika dalam satu kelas hanya diisi 16-18 siswa. Setiap meja juga hanya diisi satu siswa dengan dipisahkan bilik-bilik mika.

“Dalam satu kelas maksimal 16 – 18 anak, dan mengacu pada protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan,” bebernya.

“Dan kami juga menerapkan ganjil genap sesuai nomor absen siswa. Jadi, jika hari ini yang masuk ganjil, maka besok yang masuk genap,” sambungnya.

Dalam seminggu, siswa hanya diberikan jatah 2 kali masuk. “Karena siswa kami sejumlah 1.200 siswa, jadi kami bagi shift seminggu 2 kali. Dan siswa yang tidak masuk ke sekolah dia belajar daring di rumah,” jelasnya.

bupati malang
Bupati Malang, Sanusi menginspeksi uji coba sekolah tatap muka di SMAN 1 Turen, Malang. (Foto: RAP)

Baca Juga: Pencemaran Mikroplastik Sungai Brantas Tinggi, Didominasi Limbah Rumah Tangga

“Jadi siswa masuk sekolah tatap muka ini sejenis konsultasi klinis tentang pendidikan. Seperti sekolah online kendalanya apa, sehingga menekan biaya operasional seperti kuota internet,” lanjutnya.

Percobaan ini sendiri sebenarnya sudah berjalan selama 3 minggu. Kebijakan ini Sesuai Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Gubernur Jawa Timur Nomor 420/11350/101.1/2020 tentang Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka.

Uji coba ini terbatas pada jenjang SMA/SMK/SLB di Jawa Timur, ujicoba sendiri dimulai sejak 18 Agustus 2020.

“Percobaannya di minggu pertama kita coba seminggu masuk satu kali. Lalu setelah feedback dari guru dan orang tua/wali murid, kita sempurnakan menjadi seminggu 2 kali,” jelasnya.

Bila memungkinkan, nantinya di Bulan Januari SMAN 1 Turen akan melangsungkan pembelajaran tatap mata seminggu 3 kali.

Sementara itu, untuk indikator-indikator kesuksesan uji coba ini mulai kedatangan siswa, permasalahan belajar sampai produk pembelajaran siswa. Dan siswa sendiri maksimal hanya belajar selama 4 jam di kelas dengan jam pulang pukul 11.30 WIB.

Untuk sekolah-sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka sendiri di Kabupaten Malang hanya SMAN 1 Turen, SMK Bina Bangsa Dampit dan SLB Sumberpucung.

Terakhir, Ibnu berujar jika saat ini setidaknya sudah ada 13 sekolah yang sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. (rap/gg)

 

Tags: corona viruscovid-19Kabupaten MalangKebiasaan Barunew normalpsbbsekolahSMAN 1 Turenvirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
Prof Malik Fadjar

Mantan Wantimpres Malik Fadjar Meninggal, Cak Nun Langsung Gelar Salat Gaib

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID