Waspada! Anak Bisa Jadi Korban Pandemi Covid-19 Yang Berkepanjangan

Waspada! Anak Bisa Jadi Korban Pandemi Covid-19 Yang Berkepanjangan

  • Bagikan
Neky Maretsa Asriaji berdogeng menggunakan cimot dalam webinar bertajuk Sinau Iklim/tugu jatim
Neky Maretsa Asriaji berdogeng menggunakan cimot dalam webinar bertajuk Sinau Iklim. (Foto: Dokumen)

TEGAL,Tugujatim.id – Pemerintah perlu menyadari bahwa anak-anak adalah korban yang tidak terlihat dari pandemi Covid-19. Mereka mengalami kekurangan interaksi sosial  di rumah serta mengalami rasa takut.

Oleh karena itu, orang tua harus cermat dalam merawat anak, terutama saat menghadapi anak yang merasa bosan selama di rumah. Demikian pemaparan Maya Ayu Ariyanti dalam webinar bertajuk “Sinau Iklim” pada 25 Julis 2021 lalu.

Webinar yang bertema Cuaca, Iklim, dan Air tersebut diselenggarakan mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) yang sedang melangsungkan KKN-T di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Webinar ini berupaya merespon dampak pandemi Covid-19 bagi iklim dan anak-anak. Sebagaimana diketahui wabah virus asal China itu tak kunjung usai hingga saat ini. Hal tersebut menyebabkan berbagai keresahan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, salah satunya bagi anak-anak usia TK-SD.

Selama pandemi anak-anak dituntut untuk di rumah, dan tidak dapat berinteraksi secara bebas seperti biasanya. Hal ini bisa mengganggu mental anak.

Hadir sebagai pemateri di antaranya Maya Ayu Ariyanti, mahasiswa Geofisika dan Meteorologi IPB dan Neky Maretsa Asriaji, mahasiswa lulusan Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Universitas Sebelas Maret.

Maya menjelaskan tentang cuaca, iklim dan air. Menurutnya cuaca sebagai keadaan udara pada waktu yang pendek di suatu tempat tertentu mempengaruhi terhadap kondisi tubuh manusia. “Kalau cuaca kurang baik, biasanya mempengaruhi pada kesehatan,” kata dia.

Sementara itu, Neky memberikan cerita dongeng dengan menggunakan cimot, yaitu boneka kecil yang seolah-olah bercerita. Apa yang dilakukan Neky ini mengundang ketertarikan anak-anak dalam bermain sambil belajar.

“Kesannya seneng banget, cara belajarnya sangat unik, menyenangkan dan seru. Terimaksih telah mengadakan webinar ini, I really enjoyed it,” ucap Aira Putri Cahaya Deswa, salah satu siswi Indonesia di UEA (United Arab Emirates) memberikan kesan dan pesan di akhir acara.

Perlu diketahui, total pendaftar pada acara webinar Sinau Iklim ini berjumlah 244 orang. Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa PG Paud dan PGSD serta siswa TK-SD di Desa Tuwel.

Namun juga siswa dari luar Pulau Jawa. Salah satunya Komang Bagus Permata yang merupakan siswa SDN 3 Sukawati dari Kabupaten Gianyar, Bali. Selain itu, juga dihadiri  siswa Indonesia, Aira Putri Cahaya Deswa yang sedang melangsungkan pendidikan di Adnoc School Ruwais, UAE. mahasiswa PG Paud dan PGSD juga turut hadir dalam acara tersebut.

  • Bagikan