MOJOKERTO, Tugujatim.id – Warga Mojokerto Raya patut mewaspadai potensi cuaca ekstrem untuk awal tahun ini. Laporan dari BMKG Juanda menyebutkan bahwa potensi terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) membayangi beberapa wilayah Jawa Timur untuk periode 1-10 Januari 2026.
Potensi tersebut terlihat di wilayah Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi serta Kabupaten Bondowoso.
Baca Juga: Baru Diresmikan 2023, Atap Gedung Paripurna DPRD Bojonegoro Ambrol Dihantam Cuaca Ekstrem
Disusul, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep lalu Kota Kediri.
Kemudian, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya dan Kota Batu.
“Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim hujan dan ada beberapa wilayah yang diprakirakan sudah memasuki puncak musim hujan. Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” terang Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan melalui keterangan resmi pada Sabtu (10/01/2026).
Taufiq menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini muncul akibat dari aktifnya monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan MJO (Madden Julian Oscillation) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur, suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan.
Ditambah, kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Baca Juga: BPBD Tuban Catat 76 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Berserakan di Sejumlah Titik
“BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan,” sambung Taufiq.
Wilayah dengan topografi curam atau bergunung maupun bertebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








