• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Buddy Pekerti 1

Sesi Training of Trainers Buddy Pekerti® di SMAN 1 Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Senin (7/7/2025). (Dok: Ruber Visual)

200 Guru dan Siswa Jadi Relawan Antibullying di Sekolah Lewat Kolaborasi Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dan ‘Buddy Pekerti’

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA, Tugujatim.id — 200 Guru dan siswa menjadi Relawan Antibullying di sekolah lewat kolaborasi Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dan ‘Buddy Pekerti’.

Sesi ini merupakan rangkaian kegiatan dari gerakan #1MYouthsStopBullying Goes to Yogyakarta, yang dilakukan di lima Kabupaten/ Kota di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dan aksi nyata dari Ruber Innovation Lab dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Yogyakarta dan Paragon Corp terhadap isu bullying di lingkungan sekolah.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Ratih Ratnasari M.Psi., Psikolog dari Emina, mengatakan bahwa dampak dari tindakan bullying atau perundungan tidak selalu nampak dari luar, melainkan mempengaruhi psikis korbannya. Lebih mengkhawatirkan lagi adalah bisa berujung kepada bunuh diri (7/7/2025).

“Peran Guru BK sudah seharusnya menjadi tempat aman bagi para siswa di lingkungan untuk bercerita,” kata Ratih Ratnasari pada sesi Training of Trainer (ToT) Buddy Pekerti® yang dilaksanakan di SMAN 1 Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Senin (7/7/2025).

Sementara itu, Kasi Layanan Balai Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul, Eni Fajar Riyanti Pujiastuti, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa inisiasi gerakan #1MYouthsStopBullying di Kabupaten Gunungkidul disambut dengan baik mengingat bahwa pemberantasan bullying di aturan pendidikan merupakan hal prioritas yang sampai detik ini menjadi prioritas utama. Pihaknya juga sering melakukan kegiatan penyuluhan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak.

buddy pekerti 1 scaled

“Gerakan #1MYouthsStopBullying ini merupakan gerakan yang substantif untuk memberantas tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, materi hari ini akan diterapkan pada masa MPLS kepada beberapa sekolah di Kabupaten Gunungkidul sebagai sampel,” ungkapnya.

Sesi yang dihadiri 200 peserta yang tergabung dari perwakilan kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), dan siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Gunungkidul ini juga turut mengundang psikolog ternama, Oktarina Said yang merupakan psikolog, executive coach, talent advisor, dan juga HR practitioner yang mengatakan bahwa hal mendasar yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah bullying adalah mindset atau pola pikir.

“Dengan mindset bertumbuh, pelaku bullying akan menyadari kesalahannya dan berhenti melakukan bullying. Sementara itu, korban bullying juga akan berani membuka diri, berdamai dengan tindakan perundungan yang sempat dia alami,” terangnya.

Salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan menggunakan card game Buddy Pekerti®. Tools ini menggunakan pendekatan yang edukatif dan interaktif untuk menjawab permasalahan bullying di lingkungan sekolah karena tools ini mengajak pemain duduk melingkar bersama dan mengobrol secara mindfulness. Tools ini memantik nilai percaya diri, growth mindset, dan nilai empati para peserta sehingga dengan demikian akan menumbuhkan sikap tangguh terhadap perilaku bullying di Sekolah.

buddy pekerti 2 scaled

Sementara itu, peserta yang hadir juga berkesempatan mengikuti sesi color analysis di booth Wardah. Sesi ini membantu peserta untuk tampil lebih percaya diri melalui pemilihan warna yang tepat dalam busana dan gaya berpakaian. Sesi ini menjadi pengalaman yang menarik karena membantu peserta lebih mengenal diri sendiri dari sisi penampilan dan ekspresi personal.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh dari instansi pendidikan, inisiasi gerakan #1MYouthsStopBullying menjadi langkah nyata menuju ekosistem sekolah yang lebih aman dan inklusif bagi seluruh siswa. Diharapkan, melalui pelatihan kreatif berbasis media Buddy Pekerti® serta keterlibatan aktif guru dan siswa, pesan anti-perundungan tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi mengakar kuat dalam budaya sekolah sehari-hari. Inilah momentum awal bagi Yogyakarta untuk menjadi pelopor gerakan pendidikan yang berani bersuara dan bertindak melawan bullying.

BACA JUGA: Dinas Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta dan Buddy Pekerti® Latih 300 Guru dan Siswa Jadi Agen Antibullying

Sella Dwi Saputri, perwakilan guru BK dari SMAN 2 Wonosari mengatakan, “Saya memperoleh banyak ilmu dan trik baru dalam mengatasi kasus bullying di sekolah. Ternyata sesederhana itu, yaitu dengan mengajak siswa bermain duduk melingkar bersama mengobrol menggunakan Buddy Pekerti®.”

Ruber Innovation Lab adalah ruang aksesibel bagi generasi muda untuk memformulasikan inovasi di berbagai sektor dalam tujuan memberikan dampak yang luas terhadap permasalahan di lingkungan masyarakat dengan berkelanjutan. Fokus Ruber Innovation Lab adalah social product development, people development, open innovation & creative space, community engagament & collaboration, impact reporting.

Bersama Tugujatim.id, Ruber Innovation Lab berkolaborasi dalam melakukan pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan di Indonesia.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis: Achmad Rifqi

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Buddy PekertiDinas Pendidikan Kabupaten GunungkidulParagon CorpRelawan AntibullyingRuber Innovation LabYogyakarta
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Bupati Jember

Gus Fawait dan KAI Daop 9 Jember Bersitegang di Perlintasan Sebidang Pecoro

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID