JEMBER, Tugujatim.id – Sebanyak 777 pejabat pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember resmi dilantik Bupati Muhammad Fawait di SMPN 7 Jember, Sabtu (23/05/2026). Ratusan pejabat yang dilantik terdiri dari kepala sekolah tingkat SD dan SMP, pengawas, hingga penilik pendidikan.
Pelantikan pejabat pendidikan itu menjadi salah satu langkah besar Pemerintah Kabupaten Jember dalam melakukan penyegaran tata kelola pendidikan. Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 734 di antaranya merupakan kepala sekolah, sementara 43 lainnya merupakan pengawas dan penilik.
Dalam sambutannya, Gus Fawait, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya menghadirkan inovasi di dunia pendidikan. Namun, menurut dia, prestasi akademik saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
Baca Juga: 20 Ribu ASN di Jember Turun Verifikasi Warga Miskin, Ribuan Data Bansos Bermasalah Ditemukan
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Gus Fawait mengaku telah membentuk sebuah super tim pendidikan yang mampu mendorong perubahan nyata di Kabupaten Jember. Dia menegaskan penempatan jabatan dilakukan melalui evaluasi dengan mempertimbangkan indikator kinerja.
“Hari ini saya memerintahkan kepada kepala dinas pendidikan dan jajaran bersama kepala BKPSDM dan inspektorat untuk menelaah semua kepala sekolah berdasarkan kinerja dan indikator-indikator lainnya,” kata Fawait.
Dia juga menegaskan, dirinya tidak terlibat secara langsung dalam proses penyusunan nama-nama pejabat yang dilantik. Menurut dia, proses tersebut diserahkan sepenuhnya kepada tim yang bertugas menilai.
“Saya tidak membaca satu per satu, saya pasrahkan semuanya kepada tim,” ujarnya.
Evaluasi Enam Bulan dan Peringatan soal Uang Jabatan
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait turut menyinggung potensi praktik transaksional dalam penempatan jabatan. Dia mengingatkan agar tidak ada permainan uang dalam proses mutasi maupun promosi kepala sekolah.
“Saya beri kesempatan beliau-beliau untuk menyusun, tapi saya titip jangan sampai ada uang-uangan,” ucapnya.

Menurut dia, praktik semacam itu justru dapat mengganggu proses evaluasi ke depan. Sebab, pejabat yang ditempatkan melalui cara-cara tidak sehat dikhawatirkan menimbulkan rasa sungkan saat harus digeser karena kinerja yang kurang maksimal.
“Kenapa? Kalau ada uang-uangan, kalau ada apa-apa akan sungkan untuk memindahkan,” katanya.
Baca Juga: Langkah Gus Fawait Benahi Data Kemiskinan di Jember Disorot Nasional
Gus Fawait menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara berkala setiap enam bulan. Langkah itu dilakukan untuk mengukur kinerja para kepala sekolah maupun pengawas yang telah dilantik.
“Nanti akan ada evaluasi… enam bulan lagi,” ujarnya.
Dia memastikan rotasi dapat kembali dilakukan apabila terdapat pejabat pendidikan yang dinilai belum menunjukkan kinerja optimal. Menurut dia, dunia pendidikan membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja cepat, inovatif, dan tetap mengedepankan pembentukan karakter siswa. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








